ASN yang Sukses Budidayakan Ular Hias Colubrid

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Candra Bayu Setiawan dengan ular hias budidayanya. SP/ BLT
Candra Bayu Setiawan dengan ular hias budidayanya. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Candra Bayu Setiawan yang merupakan penjualan ular hias justru melonjak naik di tengah pandemi Covid-19. Selain ular hias, Candra juga memelihara piton dan banyak permintaan datang dari luar daerah.

Salah satu ular hias tersebut adalah ular colubrid memang berukuran kecil. Jenis tersebut tidak bisa tumbuh besar layaknya ular pada umumnya. Paling besar berukuran sekitar 1 meter dengan usia rata-rata tiga tahun.

Ular hias colubrid yang dibudi daya Candra bukanlah ular lokal. Artinya, bukan ular yang berhabitat di Indonesia. Ular hias miliknya impor atau ular dari habitat negara lain. ”Rata-rata ular hias dari habitat negara benua Amerika,” jelasnya.

Candra memilih terjun menggeluti bisnis ternak ular hias colubrid impor karena mudah dalam perawatan. Apalagi ular hias tersebut tergolong ular jinak. Siapa pun bisa memelihara. ”Baik itu pencinta reptil maupun pemula atau orang awam bisa memelihara. Dijamin jinak karena memang karakter ular jinak. Tidak menggigit,” ujarnya.

Selain itu, mudah dalam perawatan. Untuk memelihara ular hias tersebut tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. Ularnya juga tahan terhadap penyakit. Tidak selalu harus dijemur setiap hari.

Perawatannya simpel. Pemberian makan rutin setiap seminggu sekali. Candra biasa menggunakan tikus putih sebagai makanan ular. “Untuk tikus putih, kebetulan saya ternak sendiri di rumah. Tetapi jika terkadang tidak mencukupi, saya beli di luar,” ujarnya.

Pria yang berstatus sebagai ASN di Kota Blitar ini sudah sekitar enam tahun menggeluti ternak ular hias colubrid. Awalnya hanya memiliki beberapa pasang indukan. Kini sudah ada sekitar 60 ekor indukan. Sebagian dari hasil ternak, ada juga dari membeli. 

Ada tiga jenis ular hias colubrid impor yang dibudidayakannya. Yakni corn snake, king snake, dan milk snake. Candra mengembangbiakkan tiga jenis ular tersebut dengan cara kawin silang. Tujuannya tidak lain untuk menghasilkan motif yang bagus dan menarik pada tubuh ular.

Dalam seminggu rata-rata membutuhkan 50-60 ekor tikus putih untuk pakan ular. Tikus itu diberikan hidup-hidup ke dalam kandang ular. Karena pemeliharaan yang mudah, bisnis ternak ular hias impor tersebut cocok jadi usaha sampingan.

Untuk harga ular hias colubrid budi dayanya bervariasi. Mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 4,5 juta per ekor. Tergantung ukuran dan usia ular. Harga Rp 600 ribu untuk ular usia sekitar dua minggu. Sementara yang Rp 4,5 juta bisa usia satu bulanan.

Selama ini, konsumen atau pelanggan ular-ular hias milik Candra paling banyak dari luar daerah. Dia memang memasarkan ular hiasnya itu secara online melalui media sosial (medsos). Dalam sebulan, rata-rata bisa menjual 2-3 ekor. ”Untuk sementara saya batasi segitu,” tandasnya. Dsy1

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…