Antri Sejak Subuh, tak Dapat Vaksin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratusan warga mengantre untuk mendapat vaksin covid-19 tahap dua di salah satu puskesmas di Surabaya.
Ratusan warga mengantre untuk mendapat vaksin covid-19 tahap dua di salah satu puskesmas di Surabaya.

i

Nasib Warga Surabaya Ikut Vaksin Dosis ke-2

 

 

 

Pemkot "Tekan" Kemenkes untuk Segera Kirim Vaksin Dosis Kedua agar Bisa Tercapai Herd Immunity

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Warga Surabaya yang lakukan vaksin dosis ke-2 Sinovac, kecewa. Ada yang datang di Puskesmas sejak subuh tak kebagian suntik. Terpaksa pulang tanpa punya sertifikasi vaksin. Itu dialami salah satu warga yang mengaku tak kebagian vaksin dosis ke-2 di Puskesmas Tanjungsari Surabaya.

Salah satu warga Kupang Baru gang 3, merasa kecewa padahal dirinya sudah mendaftar yang dikoordinir oleh RT setempat. "Saya sudah mendaftar yang dikoordinir RT. Kebetulan kata RT, ada 90 kuota untuk vaksin. Kebetulan, saya waktuunya dosis ke-2. Eh, tapi sudah kadung datang jam 7 pagi, kok katanya vaksin belum ada," cerita salah satu pria berusia 40 tahun yang meminta namanya tidak dikorankan, saat ditemui Surabaya Pagi, di salah satu depot di Raya Kupang Indah, Selasa (3/8/2021).

Sejak Senin (2/8/2021), warga Surabaya Barat hadiri undangan Pelayanan Vaksin dosis ke-2 Sinovac ke Puskesmas Tanjungsari. Usianya beragam mulai usia 18 tahun sampai 60 tahun.

Kekosongan vaksin dosis kedua ini dibenarkan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Bahkan, tak hanya di Pemkot Surabaya, di lingkungan Pemprov Jatim, stok vaksin sedang kosong.

“Stoknya habis. Kita masih menunggu dari pusat. Kita belum bisa melakukan vaksinasi dosis kedua karena memang stok vaksinnya kosong,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachmanita, pada wartawan Selasa (3/8/2021).

Kendati demikian, Febria mengimbau masyarakat tidak khawatir terkait belum pastinya jadwal pelaksanaan vaksinasi dosis kedua untuk Sinovac di Kota Pahlawan. Ia memastikan, Pemkot Surabaya akan segera menggelar kembali vaksinasi dosis kedua apabila kiriman vaksin dari pemerintah pusat sudah diterima.

“Semuanya pasti vaksin, jadi jangan khawatir. Tidak apa-apa (rentangnya panjang). Nanti kalau sudah datang (vaksin sinovac) itu pasti vaksin,” ujarnya.

Febria menerangkan, untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua AstraZeneca, juga masih menunggu ketersediaan vaksin di Puskesmas. Sebab, ketersediaan vaksin AstraZeneca saat ini masih belum mencukupi untuk pelaksanaan vaksin dosis kedua. “Stok vaksin AstraZeneca masih belum mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua,” kata dia.

 

Moderna untuk Nakes

Febria mengatakan, pekan lalu pihaknya telah menerima pasokan vaksin jenis Moderna. Rencananya, vaksin tersebut akan diberikan mulai pekan ini untuk tenaga kesehatan yang bertugas, baik itu di Puskesmas maupun di Rumah Sakit.

“Vaksin moderna itu untuk nakes, rencananya minggu ini, kita masih melakukan pendataan,” kata dia.

Febria mengatakan hingga saat ini, ada sekitar 1,5 juta warga Surabaya yang sudah menerima vaksin dosis pertama. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 790 ribu warga yang sudah menerima vaksin dosis kedua. Adapun total warga yang menjadi sasaran vaksinasi di Surabaya sekitar 2,8 juta jiwa.

 

Pemkot Minta Percepatan Pengiriman

Terkait kekosongan vaksin di kota Surabaya, membuat Wakil Wali Kota Surabaya Armudji meminta Kemenkes untuk segera mempercepat distribusi vaksin ke kota Pahlawan pada bulan Agustus 2021 ini.

"Kami pemerintah kota Surabaya meminta percepatan distribusi Vaksin untuk warga kami dimana menunggu suntikan dosis kedua sehingga mempercepat terbentuknya Herd Imunity,” kata Armuji yang diungkapkan dalam Rapat Koordinasi bersama Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes secara daring, Selasa (3/8/2021).

Dalam Rapat Koordinasi Daring tersebut Armuji juga berharap agar kalkulasi rentang waktu distribusi hingga penyuntikan vaksin bisa menjadi pertimbangan oleh kementerian kesehatan RI untuk menjamin terbentuknya antibodi kepada warga sasaran vaksinasi.

Padahal, lanjut Armuji, Wali Kota Eri sudah mengajukan permohonan tambahan alokasi vaksin Covid-19. Dalam surat yang dikirim pada 9 Juli 2021 itu ditujukan kepada Kementerian Kesehatan untuk sebanyak 1.168.676 dosis.

 

Keterlambatan Jatim

Senada juga diungkapkan Ketua Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Herlin Ferliana. Menurut dr Herlin, vaksinasi covid-19 dosis kedua di sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami keterlambatan.

Hal ini terjadi dikarenakan jumlah vaksin COVID-19 yang datang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) jauh lebih sedikit dibanding kebutuhan.

Satgas Covid-19 Jawa Timur terus berkoordinasi dengan Kemenkes terkait pemenuhan dosis vaksin di wilayah setempat.  "Karena vaksin ini hanya bisa didapat dari Kemenkes, maka kami terus koordinasi dengan Kemenkes untuk terus dikirim vaksin terutama untuk pemenuhan dosis kedua," kata dia, kemarin.

Herlin mengatakan, setiap ada distribusi vaksin ke Jatim, Satgas Covid-19 Jawa Timur akan langsung mengirimkan ke kabupaten/ kota untuk percepatan vaksinasi Covid-19.

Satgas Covid-19 Jawa Timur mengimbau dinas kesehatan dan semua pelaksana vaksinasi memprioritaskan terlebih dahulu untuk sasaran dosis kedua.

"Sedangkan untuk sasaran dosis pertama bersabar menunggu vaksin berikutnya yang Insya Allah bulan Agustus ini datang lebih banyak," kata Herlin.

Vaksinasi Jatim per 1 Agustus 2021 untuk dosis pertama sebanyak 7.630.509 orang. Sementara yang sudah mendapat dosis kedua baru 3.170.860 orang. Padahal, total sasaran vaksinasi Jatim mencapai 31.826.206 orang. Artinya capaian saat ini masih jauh dari target. alq/arf/rm/cr2/ana/rmc

Berita Terbaru

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Balai POM Bima Tegaskan Produk Perikanan di Pasar Amahami Bebas Formalin

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 18:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bima – Kota Bima Upaya memastikan keamanan pangan di jalur distribusi kembali dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima m…

Walau Tak Nikmati Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Dipidana 4 Tahun

Walau Tak Nikmati Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Dipidana 4 Tahun

Jumat, 14 Agu 2026 19:54 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 19:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan para terdakwa dalam perkara dugaan korupsi proyek…

30 Paket Sabu Disita di Menganti, Polisi Tangkap Kurir Jaringan DPO

30 Paket Sabu Disita di Menganti, Polisi Tangkap Kurir Jaringan DPO

Jumat, 14 Agu 2026 18:42 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Gresik bagian selatan kembali dibongkar Satresnarkoba Polres Gresik. Seorang pria b…

Silaturahmi ke Bupati, PPP Lamongan Tegaskan Komitmennya Terus Menjadi Mitra Solutif Untuk Kemajuan Pembangunan

Silaturahmi ke Bupati, PPP Lamongan Tegaskan Komitmennya Terus Menjadi Mitra Solutif Untuk Kemajuan Pembangunan

Jumat, 14 Agu 2026 18:07 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 18:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya, untuk terus menjadi…

Bank Jatim Dorong Penguatan Peran BPD Lewat Bedah Buku BPD Resilient, Competitive and Contributive

Bank Jatim Dorong Penguatan Peran BPD Lewat Bedah Buku BPD Resilient, Competitive and Contributive

Jumat, 14 Agu 2026 16:32 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 16:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Jatim…

PLN Dukung Ekspansi Agroindustri Jombang melalui Penambahan Daya

PLN Dukung Ekspansi Agroindustri Jombang melalui Penambahan Daya

Jumat, 14 Agu 2026 16:26 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 16:26 WIB

SurabayaPagi, Jombang – Menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam m…