SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Banyak cara dan inovasi dilakukan Pemkab Lamongan, dalam upaya mengurangi dampak pendapatan para pedagang makanan semenjak adanya PPKM, salah satunya mengkampanyekan gerakan "Ayo Nguliner" membeli makanan.
Gerakan kampanye ayo berkuliner ini langsung dicontohkan oleh bupati Yuhronur Efendi, saat menikmati masakan khas kota Lamongan nasi boran di pinggir jalan.
"PPKM tentu memberikan dampak yang sangat besar terhadap pelaku usaha atau pedagang kecil. Penurunan pendapatan karena penutupan tempat usaha atau sepinya pembeli mengakibatkan beberapa pedagang kecil harus mengalami kerugian hingga tak mampu untuk berjualan kembali karena kehabisan modal," kata bupati.
Kondisi seperti itulah tidak boleh terus terpuruk, dan saat nya Pemkab hadir memberikan solusi, dengan mengajak masyarakat dengan kampanye gerakan "Ayo Nguliner". Ia berharap, dengan adanya gerakan ini nantinya pedagang-pedagang kecil yang sempat lesu dan sepi pembeli karena pelaksanaan PPKM ini dapat kembali bangkit.
"Saya mengajak masyarakat Lamongan, PNS, Pengusaha, Karyawan, siapa saja, yang memiliki rezeki cukup bahkan lebih untuk ayo nukoni (membeli) pedagang-pedagang ini. Ayo nguliner, kuliner Lamongan. Setidaknya dengan gerakan nguliner, tuku (beli), ini mereka bisa terbantu," ajaknya
Berbagai bantuan dari pemerintah seperti sembako telah disalurkan namun menurutnya bantuan tersebut hanya mampu membantu memenuhi kebutuhan dalam hitungan hari. Perlu adanya bantuan dari masyarakat yang dianggap memiliki penghasilan berlebih.
"Tidak ada ruginya juga bagi kita dengan melakukan gerakan ayo nguliner ataupun ayo nukoni, kita bisa menikmati makanan yang kita sukai plus beramal, membantu mereka yang membutuhkan. Hanya dengan membeli dagangan mereka," pungkasnya. jir
Editor : Moch Ilham