Antrian Vaksinasi di Polres Tanjung Perak Berujung Kerumunan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kerumunan peserta vaksinasi drive thru polres pelabuhan Tanjung Perak. SP/Semmy Mantolas
Kerumunan peserta vaksinasi drive thru polres pelabuhan Tanjung Perak. SP/Semmy Mantolas

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Model vaksinasi drive thru yang digalakan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak berujung kerumunan massa.

Pantauan Surabaya Pagi di lapangan, terjadi antrian panjang baik mobil maupun motor hingga 1 kilometer. Antrian tersebut mulai dari depan polres pelabuhan Tanjung perak hingga pertigaan jalan prapat kurung utara atau sepanjang jalan kalimas baru.

Beberapa warga yang antri menggunakan motor, terpaksa harus mencari tempat berteduh akibat sengatan sinar matahari dan suhu pelabuhan tanjung perak yang mencapai 33 derajat. 

Salah satu peserta vaksinasi Muhamad Royan menyampaikan, dirinya telah antri untuk divaksin sejak pukul 04:00 WIB. "Dari subuh mas kita sudah antri, tapi tetap dibelakang kita mas. Ada yang jam 3 pagi sudah mulai antri," kata Royan kepada Surabaya Pagi, Kamis (12/08/2021).

Menurut Royan, model vaksin drive thru yang bertujuan untuk mengurangi kerumunan nyatanya tidak efektif. Hal ini terjadi akibat tidak adanya pembagian jadwal vaksin bagi para calon vaksinasi.

"Jadwal penyuntikan vaksin jam 8 pagi. Tapi kita disuruh antri jam 4 subuh. Seharusnya dibuat seperti yang di grand city, jam sekian nama orang ini. Jadi kita datang sesuai dengan waktu dikasih," katanya

"Kalau kayak gini kan, malah justru buat klaster baru mas. Lihat di situ kerumunannya banyak sekali," tambahnya sembari menunjuk ke arah kerumunan peserta vaksin.

Kendati terjadi kerumunan, petugas seolah menutup mata akan hal tersebut. Pantaun Surabaya Pagi, para petugas justru sibuk dengan formulir vaksinasi peserta dibandingkan dengan menerapkan protokol kesehatan khususnya menjaga jarak dan mengantisipasi terjadi kerumunan.

Tak hanya itu, beberapa peserta vaksin juga mengalami kesulitan saat melakukan proses pendaftaran. Salah satunya yang dialami oleh Anton (18). Dirinya ingin mengurus KTP namun syarat pengurusan KTP harus divaksin. Sementara untuk divaksin harus menyertakan KTP.

"Ini bingung mas mau ngurusnya gimana," katanya.

Sementara itu salah satu petugas vaksinasi Dodik E.S menjelaskan, bagi peserta yang tidak memiliki KTP namun telah berusia di atas 17 tahun dapat menyertakan kartu keluarga sebagai syarat vaksinasi.

"Bisa pake KK kalau gak ada KTP," katanya.

Sebagai informasi, hari ini kurang lebih sekitar 2.000 dosis vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat. Peserta yang tidak disuntik hari ini, dapat mengikuti proses penyuntikan di hari berikutnya.

"Ya kembali lagi besok. Kalau bisa antri dari jam 4 biar dapat antrian paling depan," pungkasnya.sem

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…