Kasus Covid-19 Melandai, Penghuni RS Lapangan Gejos Nyaris Kosong

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 12 Agu 2021 13:58 WIB

Kasus Covid-19 Melandai, Penghuni RS Lapangan Gejos Nyaris Kosong

i

Bupati Gus Yani dan Wabup Aminatun Habibah berdiskusi serius di tengah rapat evaluasi PPKM, keduanya didampingi Kadinkes drg Saifudin Ghozali (tengah).SP/GRS

SURABAYA PAGI.COM, Gresik - Capaian kesembuhan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Gelora Joko Samudro (Gejos) sejak masa PPKM sudah hampir 100 persen atau 370 orang. Ini seiring dengan melandainya temuan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Namun Bupati Gresik yang biasa disapa Gus Yani menyayangkan dengan masih  banyaknya pasien melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Berdasarkan data kasus covid aktif yang tercatat mulai tanggal 3-9 Agustus 2021 sebanyak 938 orang, yang dirawat di rumah sakit antara 200 sampai 250 orang, sementara  yang isoman berkisar 500–600 orang.

Baca Juga: Melalui Mudik Gratis, Pemkab Gresik Jemput 326 Santri Ponpes Tebu Ireng

Data tersebut diekspos dalam rapat evaluasi PPKM yang diikuti Bupati Gus Yani dan Wabup Aminatun Habibah dan  seluruh anggota Forkopimda, Kamis (12/8/2021), bertempat di Kantor Bupati Gresik.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Gus Yani itu juga diikuti secara daring oleh seluruh kepala OPD, camat, kapolsek, danramil, kepala puskesmas dan kades/lurah serta seluruh relawan tracing, testing dan treatment (3T).

Pada kesempatan itu bupati meminta kepada seluruh camat dan kepala desa untuk membantu kegiatan 3T dan mensosialisasikannya kepada masyarakat sekaligus dengan himbauan  penerapan protokol kesehatan.

“Sampai saat ini masih banyak pasien yang masih melakukan isolasi mandiri. Saya berharap kades membantu relawan nakes untuk mengarahkan pasien yang isoman agar mau isolasi terpusat di Gelora Joko Samudro. Fasilitasnya lengkap ada dokter spesialis, oksigen yang tak terbatas, obat-obatan yang lengkap dan konsumsi tiga kali sehari,” tandas bupati.

Untuk penjemputan dan pengantaran pasien ke Gejos, semua posko darurat yang ada di Gresik siap membantu. 

Baca Juga: Pengusaha Pupuk Nekat Beroperasi di Lokasi Gudang Ilegal

Kabar gembira juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Saifudin Ghozali. Katanya, tidak hanya pasien rumah sakit lapangan Gejos yang sembuh 100% atau 370 pasien, namun  tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit juga mengalami penurunan. Sampai saat hanya terisi 35,98%.

“Posisi kita saat ini hampir mendekati zona oranye. Di rumah sakit lapangan banyak tempat tidur yang kosong dan hanya 30 orang yang tengah dirawat disana," ungkapnya.

Seperti yang disampaikan Bupati Gus Yani, kadinkes juga berharap kepada pihak puskesmas dan tenaga Kesehatan yang ada di bawah untuk mengarahkan masyarakat yang isoman agar mau dirawat di Rumah Sakit Lapangan Gejos.

Menanggapi kasus covid yang semakin menurun, Wabup Aminatun Habibah meminta agar masyarakat tidak lengah. Masyarakat juga harus jujur dan mau di tracing, testing dan treatment.

Baca Juga: Dipenuhi Kejanggalan, Saksi Perampokan Tragis di Desa Imaan Gresik Ditemukan Tewas di Kebun Jagung

“Kami berharap tidak lama lagi kita masuk zona oranye bahkan bisa segera masuk zona kuning agar pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dan ekonomi bergerak kembali," katanya optimis.

Senada, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dan Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail juga berharap agar masyarakat jangan lengah sampai membuat euforia masyarakat menjadi berlebihan. Kita tetap menjaga prokes dan memaksimalkan prokes dan 3T.

Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melaporkan bahwa pihaknya sudah menugaskan aparat kepolisian yang ada di bawahnya untuk mendukung dan melaksanakan 3T, menitikberatkan kepada 15 kontak erat dengan pasien positif.grs

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU