Diisukan Beli Barang Mewah Pakai Uang Donasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dewi Persik. SP/ JKT
Dewi Persik. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pedangdut cantik, Dewi Persik murka lantaran dituduh menggunakan uang donasi untuk membeli barang mewah, salah satunya tas branded. Menurut Dewi Persik, tudingan tersebut sangat tidak masuk akal.

Menanggapi hal tersebut, Dewi Persik mengungkap fakta bahwa uang-uang donasi tersebut tak masuk ke rekening pribadinya. Jadi, sangat mustahil jika ia memakai uang tersebut untuk kepentingan pribadi.

"Iya saya kemarin habis dinyinyirin, saya beli tas uangnya dari aksi berbagi ini. Padahal uang berbagi ini tidak masuk ke rekening saya," kata Dewi Perssik, Jumat (13/8/2021).

Ia bahkan tak masalah jika banyak orang yang menganggapnya hanya ingin pencitraan dan sebagainya.

Soal tuduhan itu, Dewi Persik hanya bisa menyerahkan kepada Tuhan tanpa melakukan pembalasan. Ia yakin kalau Tuhan akan menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah. "Saya tuh percaya Allah saja," ucapnya.

Dewi Perssik malah berharap tudingan miring terhadap dirinya bisa mengurangi dosanya selama hidup.

"Saya tuh percaya Allah saja. Ya saya masih suka umbar seksi atau apa. Jadi ya sudah lah ya, mudah-mudahan kebaikan saya yang dibilang pencitraan bisa menutupi dosa-dosa saya," pungkas istri Angga Wijaya.

Sementara itu, Dewi Persik belakangan disebut tengah saling sindir dengan Nikita Mirzani. Tak jelas apa permasalahan diantara mereka, namun warganet menduga sindiran "buriq" yang dilontarkan Niki memang ditujukan untuk Dewi Persik.

Dugaan tersebut semakin kuat saat Dewi Persik juga menyindir balik sosok yang ia sebut "Nyai KW". Tak pelak sindiran ini lagi-lagi dikira ditujukan untuk Niki, karena janda tiga anak itu memang kerap disapa Nyai. Dsy21

Berita Terbaru

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…