Peserta Upacara HUT Ke-76 RI di Balai Kota Surabaya Dibatasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Upacara 17 Agustus dibatasi karena saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.SP/PEMKOT SURABAYA
Upacara 17 Agustus dibatasi karena saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.SP/PEMKOT SURABAYA

i

SURABAYAPAGI, Surabaya – Peringatan HUT ke-76 RI di Kota Pahlawan akan digelar di Balai Kota Surabaya pada Selasa (17/8). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini upacara HUT ke-76 RI tak melibatkan terlalu banyak orang.

Peserta upacara peringatan HUT ke-76 RI akan dibatasi sekitar 30 orang dan peserta lainnya bisa mengikuti secara virtual. Upacara 17 Agustus dibatasi karena saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.

"Para peserta yang hadir saat pelaksanaan upacara nanti, mayoritas mengikutinya melalui virtual," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (15/8).

Sedangkan peserta yang hadir di lokasi, lanjut dia, jumlahnya dibatasi maksimal 30 orang di antaranya wali kota, wakil wali kota, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). 

Wali Kota Eri juga menjelaskan, untuk Paskibra pada tahun ini, pihaknya menggunakan pasukan delapan. Artinya, kata dia, hanya ada petugas inti pengibar bendera pusaka tanpa pengiring atau pengawal. 

"Sebenarnya ada 17 (pengiring) dan 45 (pengawal), tapi yang kami gunakan pasukan delapan pengibar bendera," ujarnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menyebutkan, bahwa pemilihan pasukan delapan itu memang dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan. Tentunya hal ini diterapkan pula untuk mencegah terjadinya kerumunan. 

"Karena keterbatasan tempat dan jumlahnya juga tidak memungkinkan menggunakan pasukan 45," katanya.

Oleh karena itu, Eri berharap kepada anggota Paskibraka yang terpilih menjadi petugas saat upacara di halaman balai kota agar dapat menjalankan amanat itu sebaik mungkin. Sebab, kata dia, tidak semua orang punya kesempatan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka. 

"Tidak semua orang punya kesempatan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka," katanya.

Eri menilai, bahwa anggota Paskibraka adalah orang-orang pilihan. Bahkan, sebelum mengemban amanah sebagai petugas Paskibra, mereka harus melalui pelatihan dan keterampilan.

"Saya sampaikan kepada Paskibraka, sampai kapanpun mereka harus cinta tanah airnya, cinta pada bangsa dan negara harus ditanamkan pada diri," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, upacara yang dirayakan secara sederhana tidak mengurangi kekhidmatan atas peringatan hari bersejarah itu.sb1/na

Berita Terbaru

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang anggota Komisi II DPR menyoroti dua Bupati Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) secara…

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa nama besar hadir dalam pesta pernikahan Taylor dan Travis. Mereka antara lain Selena Gomez, Gigi Hadid, Bradley Cooper,…

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar upaya penyelundupan sekitar 5 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi di…

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas ekstrem kini juga melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York. Saat ini tercatat…

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puncak musim kemarau di pulau Jawa diprediksi terjadi pada Agustus 2026. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas di Eropa, yang datang lebih awal pada musim panas tahun ini berlangsung sangat intens dan berkepanjangan. Ini…