Wali Kota Perempuan di Afganistan Pasrah Tunggu Dibunuh Taliban

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Perempuan Pertama di Afghanistan, Zarifa Ghafari. SP/inews.co.uk
Wali Kota Perempuan Pertama di Afghanistan, Zarifa Ghafari. SP/inews.co.uk

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -Kabar soal kelompok militan Taliban yang kini menguasai Afganistan mengguncang dunia dan menjadi pemberitaan di mana-mana. Nasib jutaan penduduk negara itu dipertanyakan beserta sejumlah kecemasan lain yang muncul.

Ada pula kekhawatiran dimana kebebasan perempuan terancam. Bahkan, wali kota perempuan pertama di Afghanistan, Zarifa Ghafari seperti dilansir dari The Sun, dia sendiri mengaku saat ini hanya menunggu kedatangan Taliban ke rumahnya untuk membunuhnya.

"Saya duduk di sini menunggu mereka untuk datang. Tidak ada seorang pun yang datang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama keluarga saya dan suami saya. Dan mereka akan datang ke orang-orang seperti saya dan membunuh saya," kata dia.

Zarifa Ghafari mengungkapkan tidak bisa pergi dari Afghanistan dan meninggalkan keluarganya. Lagipula, dia juga mengaku tidak tahu akan pergi ke mana."Saya tidak bisa meninggalkan keluarga saya. Dan lagipula, ke mana saya akan pergi?" kata dia lagi.

Zarifa Ghafari merupakan perempuan yang pertama kali menjadi wali kota di Afghanistan, tepatnya di Maidan Shahr. Dia didaulat menjadi wali kota pada tahun 2018 lalu.

Perlu diketahui, dalam perkembangan situasi terbaru di negara itu, Taliban telah mengumumkan amnesti komprehensif bagi para pejabat di pemerintahan Presiden Ashraf Gani yang 'telah mengundurkan diri'.

Taliban mendesak agar para pejabat kembali melanjutkan tugas, termasuk pejabat perempuan, yang pernah dilarang bekerja di bawah rezim Taliban pra-2001 di negara itu.

Kelompok pemberontak tersebut mengatakan bahwa perempuan akan diizinkan untuk memiliki pekerjaan dan pendidikan di bawah rezim baru.

Taliban sendiri memiliki reputasi buruk karena praktik kebrutalan dan kekerasan sebelum digulingkan oleh Amerika Serikat pada 2001 lalu.

Kelompok ini menolak hak pendidikan bagi wanita, melakukan eksekusi publik bagi lawan politiknya, menganiaya minoritas dan menghancurkan peninggalan budaya yang tak ternilai harganya.

Kali ini, kelompok ini diperkirakan akan melakukan hal serupa sehingga menciptakan kesengsaraan bagi penduduk Afganistan.

Husain Haqqani, mantan duta besar Pakistan untuk AS mengatakan tidak ada alasan untuk percaya bahwa rezim baru Taliban tidak akan melakukan pelanggaran HAM lainnya.

"Taliban telah mengeksekusi orang secara serampangan, mereka telah memukuli wanita, mereka telah menutup sekolah. Mereka telah meledakkan rumah sakit dan infrastruktur, semuanya dilakukan di wilayah negara yang mereka kendalikan," ujarnya, dikutip dari laman NPR.kp/cr3/na

Berita Terbaru

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…