Perempuan Sekarang Tangguh Berjuang!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Reny Widya Lestari
Reny Widya Lestari

i

Tokoh Perempuan Surabaya, Reny Widya Lestari dan Lia Istifhama

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kabar Taliban menguasai Afghanistan membuat munculnya kekhawatiran kebebasan perempuan menjadi terancam. Bahkan, wali kota perempuan pertama di Afghanistan, Zarifa Ghafari seperti dilansir dari The Sun, dia sendiri mengaku saat ini hanya menunggu kedatangan Taliban ke rumahnya untuk membunuhnya.

"Saya duduk di sini menunggu mereka untuk datang. Tidak ada seorang pun yang datang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama keluarga saya dan suami saya. Dan mereka akan datang ke orang-orang seperti saya dan membunuh saya," kata dia.

Perlawanan tokoh dan aktivis perempuan tak hanya di Afghanistan yang melawan tentara Taliban. Pernah terjadi saat junta militer Myanmar menduduki pemerintahan Myanmar. Serta para perempuan di Palestina yang melawan tentara Israel.

Fenomena inipun mendapat respon dari beberapa tokoh perempuan di Surabaya diantaranya Reny Widya Lestari dan Lia Istifhama yang telah diwawancara langsung oleh wartawan Surabaya Pagi pada Rabu (18/8/2021).

 

Faktor Psikologi

Reni Widya mengatakan fenomena perempuan yang saat ini mulai ikut turun beraksi dapat dilihat tergantung dari dari psikologi masing-masing perempuan di setiap negara. 

”Ini terlihat karena keadaan (di negaranya) sudah tidak bisa ditolerir. Apalagi pada dasarnya perempuan punya rasa toleransi yang cukup besar,” ujar wanita yang juga Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Surabaya ini.

Reni melihat keadaan ini membuat gender sudah tidak bisa dilihat lagi jika harus melakukan perlawanan. Kalau mungkin saatnya memang harus turun dan melawan.

“Kalau saatnya melawan, enggak akan terpecah-pecah menjadi laki atau perempuan atau pada siapapun. Dan kalau memang sudah saatnya para perempuan ini turun dan ikut berjuang di beberapa negara itu,” tegasnya.

Ia juga berpendapat mungkin juga karena jumlah laki- laki yang semakin lama semakin sedikit hingga membuat para perempuan ini ikut terjun untuk melawan.  “Jadi otomatis dengan hak yang sama, kewajiban yang sama mereka merasa harus membela diri dan membela keluarga serta negara” pungkasnya.

 

Spirit Berani Melawan

Sedangkan tokoh perempuan Jawa Timur lainnya, Lia Istifhama menuturkan dari beberapa fakta di luar negeri yang menunjukkan bahwa kaum perempuan disana memiliki spirit berani tampil dan berani menghadapi perlawanan.

”Maka ini menjadi salah satu stimulus bagi kita, perempuan Indonesia semakin memperkuat semangat tangguh. Dalam hal ini, kita yang tidak berada dalam penindasan penjajahan dengan segala keterbatasan akibat peperangan, tentunya lebih merdeka berekspresi dan berkarya untuk bangsa," kata Ning Lia, sapaan perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Jawa Timur.

Lia mengungkapkan, ketangguhan kaum perempuan sangat penting dalam pondasi terwujudnya Indonesia tangguh indonesia tumbuh. Hal ini disebabkan ketangguhan perempuan bukan isapan jempol. Melainkan ketangguhan yang muncul dari dalam diri, yaitu turunan dari empati yang dimiliki perempuan.

“Harus diakui, bahwa perempuan sangat mudah tergugah hati memiliki belas kasih, sekalipun pada orang yang belum dikenalnya. Sikap belas kasih dan empati inilah, yang menjadikan ketangguhan perempuan adalah hal yang sangat alami dan berkarakter. Kaum perempuan sangatlah mungkin menjadi pendobrak ketangguhan menghadapi perlawanan, baik pada diri mereka sendiri maupun orang lain, terutama keluarganya,” ujarnya.

Dari sini, menurutnya, perempuan adalah garda terdepan keamanan keluarganya, terlebih anak-anaknya. Dan ini sangat dibutuhkan. Spirit ini jika dikembangkan, menjadi sebuah motivasi agar kaum perempuan semakin berperan menjaga kelangsungan masa depan anak-anaknya, terutama dalam segi moral agama, pendidikan, dan kesehatan.”  Jika anak-anak terjaga dengan baik oleh afeksi kaum perempuan, maka sangatlah mungkin Indonesia tangguh dan tumbuh, akan secara nyata dan kuat terjadi,”ujarnya.

“Karena sekarang era digitalisasi, maka penting bagi kita membrainstorming peran Cantik, yaitu cerdas inovatif dan kreatif. Jika kita para kaum perempuan dan juga generasi muda enggan berperan secara baik, maka mau jadi apa negri ini menghadapi segala bentuk kompetisi global yang sifatnya revolusioner?” lanjutnya. ana/cr2/rmc

Berita Terbaru

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 memasuki babak baru. Para muktamirin kini…

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari membuat keluarga harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Namun, p…

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan  Bantuan PBP

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib dan Bupati Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan…

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Upaya penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Ponorogo menemui jalan buntu lagi. Ini setelah Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi…

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan…

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi kebakaran terjadi, kali ini milik rumah Kakek Jebrak 73 warga Desa Ngembul Kec.Binangun Kabupaten Blitar.  Peristiwa …