Manfaatkan Limbah Bulu Kelinci Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suryo dengan kelinci budidayanya saat ditimbang. SP/ MGT
Suryo dengan kelinci budidayanya saat ditimbang. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Selama ini, di Magetan, kulit kelinci hanya dibuang dan menjadi limbah setelah diambil dagingnya oleh para pedagang. Namun, bagi Suryo, kulit dan bulu kelinci menjadi bahan baku produksi untuk diolah kembali. Oleh karenannya, Suryo mulai intensif mengembangkan ternak kelinci.

Berbekal informasi dari sejumah peternak dan internet membuat Suryo akhirnya berhasil mengembangkan peternakan kelinci yang mampu menghasilkan daging dan bulu yang indah. Ketersediaan pakan serta jenis pakan, menurut Suryo, amat sangat menetukan keberhasilan seseorang untuk beternak kelinci.

Hasil kerajinan sandal dan tas dari limbah kulit kelinci. SP/ MGT

Jika kebiasaan peternak kelinci di Magetan memberikan pakan daun ubi jalar dan sayuran, Suryo lebih memilih memberi pakan kelincinya dengan rumput odot, sejenis rumput gajah. Dengan rumput odot, kelincinya tumbuh dengan baik dengan memiliki daging dan bulu yang bagus, karena terpenuhi kebutuhan protein dan karbohidratnya.

“Kelinci yang baik harus memiliki kandungan serat di atas 40 persen, protein di bawah 15 persen dan lemak 1 persen. Komposisi seperti itu akan menghasilkan daging kelinci yang enak, padat dan kulit yang dihasilkan akan berkualitas,” katanya.

Dalam setahun, kelinci yang dipelihara Suryo mampu beranak 4 kali dengan jumlah anakan mencapai 3 hingga 5 ekor. Dari 1 ekor kelinci, peternak bisa menyisihan 4 ekor kelinci untuk indukan, yang akan mulai berporduksi dari umur 7 bulan hingga umur 2 tahun.   “Sekarang bisa menjual 160 ekor per bulan dengan bobot 2,5 kilogram per ekor. Harga per kilo Rp 40.000. Sebulan bisa menghasilkan Rp 16 juta,” kata Suryo.

Dari 4 pedagang kelinici kenalannya, Suryo mengaku mampu mendapat 200 lembar kulit kelinci setiap hari. Padahal, di Kabuaten Magetan diperkirakan ada sekitar 40 pedagang kelinci yang melayani kebutuhan daging kelinci di Magetan dan sejumlah kota lainnya.

Sejumlah kerajinan tangan dari sandal bulu, dompet bulu dan tas bulu berhasil dibuat dalam pelatihan selama 4 hari tersebut. Suryo mengaku masih akan melakukan pelatihan dengan melibatkan Poltek ATK Yogyakarta, agar Magetan bisa lebih mengembangkan produk berkualitas dari limbah kulit kelinci.

Dia mengaku masih membutuhkan waktu lagi agar pengrajin di Kabupaten Magetan bisa menghasilkan sarung tangan bulu dari kulit kelinci. “Kita perlu belajar lagi. Dengan hasil pelatihan seperti sandal, dompet, dan tas dari kulit kelinci, setidaknya sudah meningkatkan nilai jual kulit kelinci dan tidal lagi menjadi limbah,” ucap Suryo. Dsy3

Berita Terbaru

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui…

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur pertanian…

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Fasilitas pertanian modern berupa greenhouse budidaya melon di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, kini…

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mendapat keluhan dari seorang warga kurang mampu terkait denda listrik…