Selama Juli, Impor Jatim Didominasi Bahan Baku Penolong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Impor Jatim masih didominasi oleh bahan baku penolong dengan nilai 1,63 miliar dollar AS yang memberikan kontribusi sebesar 76,57 persen.SP/KOMINFO JATIM
Impor Jatim masih didominasi oleh bahan baku penolong dengan nilai 1,63 miliar dollar AS yang memberikan kontribusi sebesar 76,57 persen.SP/KOMINFO JATIM

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Selama Juli 2021, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, impor Jatim masih didominasi oleh bahan baku penolong dengan nilai 1,63 miliar dollar AS yang memberikan kontribusi sebesar 76,57 persen.

 Sementara itu, impor barang-barang konsumsi merupakan golongan barang urutan berikutnya, dengan nilai sebesar 354,92 juta dollar AS atau dengan peranan sebesar 16,66 persen. Disusul barang-barang modal merupakan kelompok impor terkecil, dengan peranan sebesar 6,78 persen atau dengan nilai sebesar 144,41 juta dollar AS. 

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin, mengatakan Komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur menjadi komoditas impor dengan nilai tertinggi pada Juli 2021 dengan nilai sebesar 167,92 juta dollar AS atau naik sebesar 30,66 persen dibanding bulan sebelumnya. “Komoditas tersebut mayoritas diimpor dari Singapura sebesar 88,91 juta dollar AS ” ujar Umar dalam keterangan persnya, Selasa (24/08/2021).

Peringkat kedua ditempati oleh komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON 90 dan lebih tetapi di bawah RON 97 tidak dicampur dengan nilai impor sebesar 121,16 juta dollar AS atau meningkat sebesar 23,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas ini mayoritas diimpor dari Singapura sebesar 64,28 juta dollar AS.

Peringkat ketiga adalah komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya dengan nilai sebesar 111,43 juta dollar AS atau naik sebesar 18,32 persen dari bulan sebelumnya. “Komoditas ini mayoritas didatangkan dari Argentina yaitu dengan nilai impor sebesar 78,32 juta dollar AS,” ujar Umar.

 Berdasarkan 15 jenis komoditas impor nonmigas terbesar, komoditas Produk setengah jadi dari besi atau baja bukan paduan, mengandung karbon kurang dari 0,25 �ngan penampang silang empat persegi panjang, ukuran lebarnya kurang dari dua kali ketebalannya merupakan komoditas utama yang mengalami peningkatan nilai impor paling tinggi pada bulan Juli 2021 yaitu mengalami peningkatan dari 1,52 juta dollar AS menjadi 27,31 juta dollar AS.

 Sementara itu penurunan nilai impor tertinggi terjadi pada komoditas biji gandum tanpa cangkang yang mengalami penurunan dari 49,53 juta dollar AS menjadi  23,21 juta dollar AS atau turun sebesar 26,32 juta dollar AS. 

Komoditas terbesar impor yaitu komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur mempunyai peranan sebesar 7,88 persen dari total impor Jawa Timur di bulan Juli 2021. Kemudian komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON 90 dan lebih tetapi di bawah RON 97 tidak dicampur memberikan kontribusi impor sebesar 5,69 persen.

Sedangkan impor komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya mempunyai peranan sebesar 5,23 persen.sb4/na

Berita Terbaru

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…