Ekspor Jatim Turun 2,92 Persen, Impor Melesat 14,36 Persen hingga Mei 2026

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Ekspor Jawa Timur masih menghadapi tekanan hingga Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai US$10,91 miliar atau turun 2,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, impor justru tumbuh 14,36 persen menjadi US$13,70 miliar sehingga neraca perdagangan Jawa Timur masih mengalami defisit.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, MM, menjelaskan penurunan ekspor terjadi baik pada sektor migas maupun nonmigas.

Selama Januari-Mei 2026, ekspor nonmigas tercatat sebesar US$10,75 miliar atau turun 2,28 persen, sedangkan ekspor migas merosot lebih dalam hingga 32,27 persen menjadi US$162,16 juta.

Secara bulanan, nilai ekspor Jawa Timur pada Mei 2026 mencapai US$2,38 miliar. Angka tersebut turun 18,51 persen dibandingkan Mei 2025 dan turun 2,75 persen dibandingkan April 2026.

Hampir seluruh nilai ekspor berasal dari sektor nonmigas yang mencapai US$2,37 miliar atau berkontribusi 98,51 persen terhadap total ekspor.

"Di tengah perlambatan tersebut, beberapa komoditas masih menunjukkan kinerja positif," Jelasnya, Jumat (3/7/2026).

Herum memaparkan komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi salah satu penopang ekspor dengan nilai mencapai US$1,13 miliar atau tumbuh 28,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, ekspor tembaga meningkat 20,79 persen menjadi US$1,18 miliar, sementara bahan kimia organik naik 12,19 persen menjadi US$492,04 juta.

Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi pada komoditas perhiasan dan permata yang anjlok 40,80 persen menjadi US$1,26 miliar.

Penurunan komoditas unggulan ini menjadi faktor utama yang menekan kinerja ekspor Jawa Timur sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Dari sisi tujuan ekspor, Tiongkok masih menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor nonmigas mencapai US$1,81 miliar atau berkontribusi 16,82 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Timur.

Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$1,58 miliar, disusul Jepang sebesar US$930,23 juta.

Menariknya, ekspor ke sejumlah kawasan justru masih menunjukkan pertumbuhan. Nilai ekspor ke kawasan ASEAN mencapai US$2,37 miliar atau naik 8,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara ekspor ke Uni Eropa juga meningkat 8,92 persen menjadi US$741,15 juta.

Berdasarkan sektor usaha, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekspor Jawa Timur dengan kontribusi mencapai 94,32 persen. 

Nilai ekspor sektor ini mencapai US$10,29 miliar, meski turun tipis 1,08 persen dibandingkan Januari-Mei 2025. Sementara ekspor sektor pertanian turun 23,39 persen dan sektor pertambangan serta lainnya turun 21,64 persen.

Berbeda dengan ekspor, kinerja impor Jawa Timur justru meningkat cukup signifikan. Sepanjang Januari-Mei 2026, nilai impor mencapai US$13,70 miliar atau naik 14,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya impor nonmigas sebesar 11,74 persen menjadi US$11,10 miliar, sementara impor migas melonjak 27,02 persen menjadi US$2,60 miliar.

Pada Mei 2026 saja, impor Jawa Timur tercatat sebesar US$3,31 miliar atau meningkat 44,05 persen dibandingkan Mei 2025.

Impor migas bahkan melonjak hingga 193,19 persen secara tahunan menjadi US$956,56 juta, sedangkan impor nonmigas naik 19,38 persen menjadi US$2,35 miliar.

Komoditas impor yang mengalami kenaikan terbesar sepanjang Januari-Mei 2026 adalah buah-buahan yang meningkat 34,87 persen menjadi US$616,68 juta.

Peningkatan juga terjadi pada komoditas pupuk yang naik 27,05 persen menjadi US$564,42 juta serta plastik dan barang dari plastik yang tumbuh 17,83 persen menjadi US$706,18 juta.

Sementara itu, mesin dan peralatan mekanis masih menjadi komoditas impor terbesar dengan nilai mencapai US$1,18 miliar.

Mayoritas barang impor Jawa Timur masih berasal dari Tiongkok yang menyumbang US$4,20 miliar atau sekitar 37,88 persen dari total impor nonmigas. Amerika Serikat dan Brasil berada di posisi berikutnya sebagai negara pemasok utama.

Dilihat berdasarkan penggunaannya, impor Jawa Timur masih didominasi bahan baku dan barang penolong yang mencapai US$10,97 miliar atau sekitar 80,04 persen dari total impor.

Impor barang modal juga tumbuh cukup tinggi sebesar 31,98 persen menjadi US$1,20 miliar, sedangkan impor barang konsumsi naik 15,58 persen menjadi US$1,53 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Jawa Timur selama Januari-Mei 2026 masih mencatat defisit sebesar US$2,80 miliar.

Defisit terjadi karena nilai impor sebesar US$13,70 miliar masih lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor yang mencapai US$10,91 miliar.

Meski demikian, sektor nonmigas sebenarnya menunjukkan kondisi yang relatif lebih baik. 

Pada Mei 2026, neraca perdagangan nonmigas masih membukukan surplus sebesar US$12,16 juta. Namun, surplus tersebut belum mampu menutup besarnya defisit perdagangan migas yang mencapai US$939,62 juta pada bulan yang sama.

Berita Terbaru

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan orang dekat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Aang Imam Subarkah alias Imam Pejel, mengaku mengelola dana sebesar Rp7 m…

Perkuat Sinergi Antar BPD, Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan

Perkuat Sinergi Antar BPD, Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan

Kamis, 23 Jul 2026 20:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 20:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat transformasi digital dan kolaborasi strategis antar Bank…

Antusiasme Tinggi, Ribuan Pelanggan Jawa Timur Nikmati Promo Tambah Daya PLN

Antusiasme Tinggi, Ribuan Pelanggan Jawa Timur Nikmati Promo Tambah Daya PLN

Kamis, 23 Jul 2026 20:16 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 20:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Program promo tambah daya listrik bertajuk “Semangat Baru Makin Berdaya” mendapat sambutan positif dari masyarakat Jawa Timur. Hingga 2…

Putus Rantai Distribusi, Satpol PP Kota Kediri Edukasi Puluhan Pedagang Kelontong Soal Bahaya Rokok Ilegal

Putus Rantai Distribusi, Satpol PP Kota Kediri Edukasi Puluhan Pedagang Kelontong Soal Bahaya Rokok Ilegal

Kamis, 23 Jul 2026 18:59 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada puluhan pedagang kelontong…

Ratusan Petarung dari Berbagai Daerah Bakal Berlaga di Adu Wani MMA Piala Walikota Madiun 2026

Ratusan Petarung dari Berbagai Daerah Bakal Berlaga di Adu Wani MMA Piala Walikota Madiun 2026

Kamis, 23 Jul 2026 18:01 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 18:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - 200 petarung mixer martial arts (MMA) bakal berlaga dalam kejuaraan Adu Wani piala walikota Madiun 2026 pada tanggal 24-25 Juli di A…

10 Saksi Dihadirkan Dalam Persidangan Lanjutan Kasus Maidi, Sri Kayatin Kembali Dihadirkan 

10 Saksi Dihadirkan Dalam Persidangan Lanjutan Kasus Maidi, Sri Kayatin Kembali Dihadirkan 

Kamis, 23 Jul 2026 17:59 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 17:59 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- 10 saksi dari pihak swasta dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan kasus …