ANALISA BERITA

Pemerintah Harus Tingkatkan Anggaran Penanggulangan TBC

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Putih Sari
Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Putih Sari

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Anggaran penanggulangan tuberkulosis (TBC) harus ditingkatkan. Pasalnya, total dana yang tersedia saat ini baru 26 persen dari penetapan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021 tentang penanggulangan TBC.

Jadi masih ada gap 74 persen yang harus dibiayai negara.  Sumber penganggaran TBC berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Namun, jumlah yang disediakan masih rendah dibandingkan sumbangan internasional.

Anggaran penanggulangan TBC saat ini yang baru 26 persen itu pun 16 persennya bersumber dari pendanaan internasional. Setidaknya, ada beberapa alasan anggaran penanganan TBC masih rendah. Salah satunya, hampir seluruh sumber daya yang ada dioptimalkan menangani covid-19.

Saya pun meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuat komitmen kuat merealisasikan target eliminasi TBC pada tahun 2030. Salah satunya melalui politik anggaran.

Penyusunan anggaran penanggulangan TBC sesuai dengan Stranas yang dibuat sendiri oleh Kemenkes. Estimasi kegiatan dan standar biaya penanggulangan TBC sebesar Rp6-11 triliun. Hal itu merupakan Strategi Nasional (Stranas) Penanggulangan TBC 2020-2024 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan.

Saya tegaskan rencana anggaran tersebut harus direalisasikan pemerintah. Pasalnya, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. 

Selain itu, TBC tak hanya berdampak pada aspek kesehatan. Tapi juga sosial maupun ekonomi.  Karena sebagian besar kasus TBC dialami oleh penduduk usia produktif dan lebih dari 50 persen penderita kehilangan pekerjaan akibat stigma dan diskriminasi di tempat kerja maupun di masyarakat.

(Dikatakan anggota komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Putih Sari melalui keterangan tertulis, Minggu, 12 September 2021.)

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…