Beli Alat Rp. 1,6 Milyar, PMI Kota Mojokerto Bisa Produksi Plasma Konvalesen Mandiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua PMI Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau alat pemproduksi plasma konvalesen. SP/Dwy AS
Ketua PMI Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau alat pemproduksi plasma konvalesen. SP/Dwy AS

i

SURABAYA PAGI COM, Mojokerto - Tingginya permintaan plasma konvalesen untuk penyembuhan pasien Covid -19 di Kota Mojokerto dan sekitarnya membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto bergerak cepat. Salah satunya dengan membeli alat baru untuk memproduksi plasma konvalesen.

Ketua PMI Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan permintaan plasma konvalesen melonjak tinggi setelah gelombang kedua kasus Covid-19. Bahkan ada ratusan permintaan yang akhirnya tak mampu dipenuhi akibat keterbatasan stok.

"Alasan inilah yang akhirnya menjadi pertimbangan kuat bagi PMI untuk membeli alat apheresis. Sehingga kita mampu secara mandiri memproduksi plasma konvalesen di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Mojokerto," ujarnya ditemui usai perayaan HUT PMI Ke-76 di UDD PMI Kota Mojokerto, Jumat (17/9) pagi.

Wali Kota Mojokerto ini menyebut, selama ini untuk memenuhi kebutuhan plasma konvalesen, PMI Kota Mojokerto harus membawa pendonor ke PMI Sidoarjo. Karena saat itu, hanya PMI Sidoarjo dan Surabaya yang mempunyai alat tersebut.

"kini alat sudah ada, sumber daya manusia yang mengoperasikan juga sudah siap. Produksi plasma konvalesen sudah bisa dimulai mulai hari ini. Selain itu, alat ini juga bisa memproduksi trombosit untuk kebutuhan pasien demam berdarah dengue," ujarnya.

Ning Ita menambahkan, agar produksi plasma konvalesen di UDD PMI Kota Mojokerto bisa maksimal, maka pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Rumah Sakit Umum terkait data pasien penyintas Covid-19 di Kota Mojokerto dan sekitarnya yang bisa di skrining untuk dijadikan pendonor plasma konvalesen.

"Tak semua penyintas Covid-19 bisa menjadi pendonor konvalesen, karena ada syarat dan kriteria khusus yang harus dipenuhi. Termasuk terkait riwayat kesehatannya, sehingga perlu dilakukan skrining terlebih dahulu," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris PMI, M. Choirul Anwar mengatakan alat aphareses ini dibeli PMI Kota Mojokerto secara mandiri dari anggaran PMI. Alat senilai Rp. 1,6 milyar lebih ini mampu melayani donor plasma sebanyak 10 orang setiap harinya.

"Satu komponen berisi lima alat sudah beserta mesin penyimpanannya. Alat ini sanggup beroperasi selama 10 jam per harinya, dengan asumsi satu donor penyintas membutuhkan waktu satu jam. Sehingga satu hari bisa melayani 10 orang pendonor," terangnya.

Masih kata Anwar, sejak bulan Juni hingga Agustus kemarin, PMI Kota Mojokerto memiliki stok plasma konvalesen sebanyak 909 kantong dari 300 pendonor.

"Jumlah permintaan plasma mencapai ribuan, yang sudah terlayani sebanyak 909 kantong, yang belum dilayani masih ada 100 orang pasien. Dan hingga kini kita belum tahu bagaimana kabar pasien tersebut, apakah bisa diselamatkan atau tidak," ungkapnya prihatin.

Ia berharap, dengan hadirnya alat ini di PMI Kota Mojokerto, pasien Covid-19 Kota Mojokerto yang membutuhkan plasma untuk proses penyembuhannya bisa terlayani semua.

"Kita juga membuka diri untuk membuka pendonor plasma dari manapun, asal memenuhi skrining, akan kita layani dengan maksimal," ujarnya.

Anwar menambahkan, untuk peringatan HUT PMI ke -76, PMI Kota Mojokerto masih merayakannya secara sederhana lantaran masih pandemi. Selain melaunching pelayanan plasma konvalesen, PMI  juga menggelar vaksinasi massal sebanyak 200 dosis bagi masyarakat umum.

"Kita juga memberikan piagam penghargaan kepada 10 kali pendonor plasma konvalesen serta melakukan  penandatanganan prasasti jalinan kerjasama penggerak donor," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar…

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya menghadirkan…

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperkuat iklim investasi sekaligus memastikan modal yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan…

Pemkot Batu Gencarkan 41 Titik Screening TBC Massal Gratis, Target Eliminasi 2030

Pemkot Batu Gencarkan 41 Titik Screening TBC Massal Gratis, Target Eliminasi 2030

Rabu, 23 Sep 2026 14:43 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Dalam rangka mengejar target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus menggelar screening TBC…