Rekoneksi Pendidikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Michael Zeberandus Mustamu, S.Sos. , M.H.
Michael Zeberandus Mustamu, S.Sos. , M.H.

i

SUDAH hampir 2 tahun pandemi melanda dunia. Sejak saat itu pula aktivitas terpaksa dihentikan, semua fokus pada penyebaran virus yang semakin massive saat itu. Indonesia dengan rakyat berjumlah 270 juta orang jelas menjadi tantangan. Menambah kompleksitas tantangan geografis nusantara yang terdiri dari puluhan ribu pulau. Besaran anggaran yang disiapkan oleh pemerintah untuk menangani pandemi ini sudah sebesar Rp. 744,75 Triliun baik untuk sektor kesehatan, ekonomi maupun pendidikan.

Hampir seluruh sektor terpukul oleh adanya virus covid-19 ini. Pendidikan termasuk yang sangat terkena dampaknya. Metode pembelajaran juga dituntut harus menyesuaikan keadaan. Semua pihak dipaksa untuk siap menghadapi cara baru. Baik guru maupun murid harus sama-sama mencari cara agar pendidikan tidak berhenti. Metode belajar mengajar pun dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ). Meskipun tidak ideal, namun hanya itu pilihan di saat merebaknya virus covid-19. 

Berbagai kendala ditemui di awal fase penyesuaian tersebut, mulai dari koneksi internet, spesifikasi gawai, materi yang disampaikan tidak optimal, kondisi rumah guru maupun siswa yang kurang mendukung proses belajar mengajar, hingga masih banyak yang gagap teknologi. Namun semua harus bergerak cepat, agar bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru tersebut. Guru dan murid harus lebih kreatif dan proaktif. 

Meskipun begitu ada satu poin yang tidak bisa tergantikan yaitu koneksi personal. Sebagai makhluk sosial, pertemuan secara langsung mempengaruhi banyak hal. Mulai dari rasa percaya, emosional, empati, simpati, tanggung jawab dan masih banyak lagi. Dalam proses PJJ, sangat membatasi koneksi secara personal. Pandemi yang belum bisa diprediksi kapan akan usai, banyak pengamatan pendidikan yang mengkhawatirkan adanya lost generation. 

Jumlah kasus positif di Indonesia terus menurun. Pemerintah juga sudah mulai melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Beberapa sekolah juga sudah mulai melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ). 

Kembali lagi bahwa jika PTM sudah berjalan ataupun yang masih hybrid yakni PJJ dan PTM, yang harus dijadikan fokus utama adalah menyambungkan kembali koneksi antara guru dan murid yang selama hampir dua tahun ini sempat tidak tersentuh. Dengan koneksi yang terbangun maka jalur komunikasi, pengawasan dan transfer ilmu akan jauh lebih efektif daripada sebelumnya.

Dengan lebih mengenal satu sama lain, baik guru dengan siswa maupun antar sesama siswa akan membangun kembali support system dalam menunjang pendidikan yang berkualitas. Memang hal ini juga tidak mudah. Dua belah pihak tetap harus dituntut lebih proaktif. 

Namun sebagai makhluk sosial, proses menyambungkan kembali koneksi antar manusia pasti lebih cepat karena sama-sama ingin menjalin komunikasi maupun kehidupan sosial secara berkelompok.

Maka dari itu, fokus utama jika PTM benar-benar sudah bisa berjalan normal maka rekoneksi inilah yang harus kita tekankan bersama. Menjalin relasi yang selama ini terhalang selama PJJ. Kita semua paham bahwa siapapun pasti sudah ingin melakukan PTM agar kembali normal.

 

    Michael Zeberandus Mustamu, S.Sos. , M.H.

 

 

Berita Terbaru

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kabupaten Gresik kini memiliki alternatif baru untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Yayasan Petrokimia Gresik (…

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali mendapat apresiasi. Perusahaan pengolahan dan pemurnian t…

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran, Polres Blitar Kota menggelar…

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Klinik Perisai dan Siti Pinter, di hadapan d…

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…

Rp28 Miliar Jadi Pangkal Sengketa, Bareskrim Siapkan Penghentian Laporan yang Seret Bupati Subandi

Rp28 Miliar Jadi Pangkal Sengketa, Bareskrim Siapkan Penghentian Laporan yang Seret Bupati Subandi

Kamis, 05 Nov 2026 15:39 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Perkembangan baru muncul dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan kerja sama investasi perumahan senilai Rp28 miliar yang m…