Hoaks Soal OPOP Jatim, Diskominfo Miliki Tim Pendeteksi Informasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Drs Benny Sampirwano MSi, Kamis (30/9/2021).SP/KOMINFO JATIM
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Drs Benny Sampirwano MSi, Kamis (30/9/2021).SP/KOMINFO JATIM

i

 

 SURABAYAPAGI, Surabaya -  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur memiliki sebuah tim pendeteksi informasi hoaks. Diharapkan dengan adanya tim ini dapat segera mengungkapnya. Hal ini menyusul beredarnya hoaks soal OPOP (One Pesantren One Product) di masyarakat yang dikhawatirkan megganggu fokus para santri dalam menuntut ilmu.

"Masyarakat dapat mengajukan aduan kepada Diskominfo melalui media sosial Diskominfo dan website. Selanjutnya Dinas Kominfo akan mengecek apakah ada nama dan nomor telepon yang dapat dikontak untuk melakukan klarifikasi yang hasil selanjutnya akan diberitakan kembali ke masyarakat di berbagai sosial media," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Drs Benny Sampirwano MSi, Kamis (30/9/2021).

Benny juga mengatakan, masyarakat bisa melakukan screen capture disertai alamat link, kemudian mengirimkan data ke [email protected]. Kiriman aduan segera diproses setelah melalui proses verifikasi.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena kerahasiaan pelapor dijamin dan aduan konten dapat dilihat di laman web trustpositif.kominfo.go.id. Klarifikasi akan diupload pula di media sosial Dinas Kominfo Jatim, sehingga masyarakat dapat membagikan info tersebut dengan mudah," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris OPOP Jatim, Mohammad Ghofirin, menyampaikan, Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki lebih dari 6000 pesantren dan merupakan seperempat populasi pesantren di Indonesia. Hal ini merupakan potensi yang sangat besar dan harus terus didukung agar Pesantren mampu berkembang ke arah yang lebih baik.

Dalam program OPOP Jatim, terdapat tiga pilar utama yang diterapkan, yaitu Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur. Dalam Santripreneur, para santri diajari dilatih dan dalam berwirausaha tanpa mengesampingkan proses belajar mengajar.

Sedangkan Pesantrenpreneur, yakni OPOP menfasilitasi peningkatan tatakelola organisasi dan tatalaksana usaha yang baik bagi pesantren. Untuk Sosiopreneur, yaitu OPOP mendorong Pesantren dan santri membuat bisnis yang tidak hanya mementingkan keuntungan, namun juga berdampak untuk lingkungan sekitar.

“Kami berharap alumni pesantren jangan sampai menambah angka pengangguran di Jatim karena hanya fokus di kegiatan keagamanan, tetapi juga didorong untuk membuat usaha sehingga dapat mandiri dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar,” tutur Ghofirin.

Menurutnya, program OPOP memberikan warna baru dalam dunia Pesantren. Ia berharap kegiatan yang positif bagi pesantren dan santri ini dapat memotivasi pesantren yang belum bergabung Program OPOP. Selanjutnya bisa membuat produk yang dapat menembus pasar dan dapat mencukupi kebutuhan perekonomian santri dan pesantren.tm/na

 

Tag :

Berita Terbaru

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI : Dalam momentum Hari Hidrasi Nasional, AQUVIVA merek air minum dalam kemasan (AMDK) dari WINGS Food yang pertama di Indonesia menggunakan…

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – PT Gudang Garam Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (23/6/2026) di Grand Surya Hotel, Jalan Dhoho No. …

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan korupsi Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, meluapkan kekesalannya dalam persidangan di P…

Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun Diserbu Warga, Peserta Tembus 306 Anak  ‎

Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun Diserbu Warga, Peserta Tembus 306 Anak ‎

Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Antusiasme warga mengikuti khitan massal gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun membludak. Dari target awal 290 peserta, ju…

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Blitar Gelar Lomba Cerdas Cermat Pelajar Tingkat SMA/SMK

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Blitar Gelar Lomba Cerdas Cermat Pelajar Tingkat SMA/SMK

Selasa, 23 Jun 2026 14:56 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Blitar menggelar lomba cerdas cermat yang diikuti oleh…

Ringankan Beban Berobat, Pemkab Tuban Sediakan Rumah Singgah di Surabaya

Ringankan Beban Berobat, Pemkab Tuban Sediakan Rumah Singgah di Surabaya

Selasa, 23 Jun 2026 14:55 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam meringankan beban ekonomi warga, khususnya saat harus…