Bupati Jember Didemo Massa Pendukungnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi demo depan pendapa Wahyawibawagraha yang dilakukan massa pendukung Bupati Jember Hendy Siswanto
Aksi demo depan pendapa Wahyawibawagraha yang dilakukan massa pendukung Bupati Jember Hendy Siswanto

i

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Aksi unjuk rasa dilakukan oleh sekelompok massa di depan pendapa Wahyawibawagraha. Unjuk rasa tersebut ditujukan kepada Bupati Jember Hendy Siswanto yang dinilai kebjakannya tidak sesuai dengan janji-janji yang diucapkan saat kampanye Pilkada 2020 lalu.

Mirisnya, peserta demo yang berjumlah sekitar 50 orang merupakan massa pendukung Bupati Jember saat Pilkada 2020 lalu.

Massa aksi mengaku dari beberapa elemen pendukung Bupati Hendy saat kampanye lalu. Diantaranya, RMJ (Relawan Militan Jember), RJM (Relawan Jumadi Made) dan AKJ (Anti Kesultanan Jompi).

Massa mengawali aksinya di titik kumpul selatan alun-alun Jember. Mereka kemudian longmarch sejauh kurang lebih 100 meter menuju ke Pendapa Wahyawibawagraha sembari membawa peti mati dan memakai atribut pocong.

Selain itu, juga tampak seorang pria yang memakai kopiah, baju koko, dan sarung. Sosok itu diibaratkan Bupati Hendy.

Dalam aksi itu, pengunjuk rasa kecewa dan memprotes kebijakan Hendy. Mereka juga menagih janji politik, dan mengungkapkan adanya dugaan beberapa kebijakan Bupati selama ini yang dinilai mencederai demokrasi dan melukai hati rakyat.

"Bupati Jember Haji Hendy Siswanto telah mengingkari janji-janjinya saat kampanye, di antaranya Pendopo yang katanya terbuka 24 jam untuk rakyat, nyatanya hanya janji-janji belaka," kata Korlap Aksi Jumadi Made, Jumat (1/10/2021).

Menurut Jumadi, puluhan pendukung merasa kecewa. Salah satunya soal Bupati Hendy yang sempat menerima honor pemakaman jenazah terkonfirmasi COVID-19.

"Replika peti mati dan teatrikal pocong, adalah gambaran kebijakan Bupati selama ini mencederai demokrasi dan melukai hati rakyat, di antaranya melegalkan honor kematian COVID-19, serta proyek proyek di lingkungan Pemkab Jember yang dikuasai oleh kroni-kroni Bupati," katanya.

"Kami sangat kecewa dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bupati. Kebijakan bupati telah melukai hati kami selaku pendukung militan. Dulu waktu kampanye, bupati menyampaikan akan mengajak seluruh pendukung dan masyarakat untuk kerjasama memajukan Jember, tapi nyatanya apa? Proyek-proyek justru dikuasai oleh keluarga Bupati," sambungnya.

Jumadi juga meminta agar aparat penegak hukum (APH) seperti kejaksaan, kepolisian dan KPK untuk turun dan mengusut jual beli jabatan yang menurutnya saat ini terjadi di lingkungan Pemkab Jember.

"APH harus turun tangan dan mengusut penyimpangan penyimpangan yang ada di Pemkab Jember, diantaranya jual beli jabatan," teriak Jumadi.

Selain melakukan orasi, peserta aksi juga membentangkan beberapa poster, diantaranya bertuliskan 'Janjimu Hanya Angin Surga, Bupati Omong Doang, Usut Jual Beli Jabatan, dan Tertindas atau Melawan'.

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…