Sering Marah Itu Gangguan Mental

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi karikatur
Ilustrasi karikatur

i

Video Risma Marah dan Ancam Tembak Petugas Bansos

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali viral usai marah-marah dan  ancam tembak pendamping bansos di Gorontalo.  Video Risma marah ini menjadi trending topic hingga Minggu (3/10/2021). Berdasarkan catatan Surabayapagi, gaya marah-marah ala Risma ini bukan yang pertama kali. Sejak jadi walikota Surabaya, marah di tempat umum, menjadi ciri khas alumni ITS Surabaya ini.

Menurut dr. Rizal Fadli, marah merupakan salah satu cara untuk meluapkan emosi negatif. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan meluapkan emosi melalui kemarahan, selama dilakukan dalam batas yang wajar.

“Namun hati-hati jika hal ini terlalu sering dilakukan, apalagi tanpa alasan yang tidak jelas. Suka marah-marah tanpa alasan yang jelas bisa menjadi salah satu tanda gangguan BPD (borderline personality disorder) atau gangguan kepribadian ambang,” kata dr Rizal dilansir Halodoc.

Ia menambahkan, kondisi ini merupakan gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati serta citra diri yang sering berubah-ubah dan perilaku yang impulsif.

“Seseorang yang mengalami BPD memiliki cara pikir, cara pandang, serta perasaan yang berbeda dibanding orang lain pada umumnya,”jelas Rizal.

Senada, pengamat politik Rocky Gerung menilai, ini merupakan suatu bahaya tersendiri ketika seorang pejabat publik seperti Mensos Risma tak lulus tes wawasan kebangsaan dan tes wawasan kewarasan.

"Ini bahayanya kalau pejabat publik apalagi menteri tidak lulus TWK, tes wawasan kesopanan, tes wawasan kewarasan. Karena nggak bisa sekalipun kita pemarah, jengkel, segala macam, kita tidak bisa membentak anak buah di depan publik," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (2/10/ 2021).

Rocky Gerung mengatakan, Mensos Risma tak selayaknya membentak bawahan (dalam hal ini pendamping bansos) karena kedudukannya yang tak setara.

Menurutnya, Mensos Risma baru dinilai wajar apabila membentak dengan sesama menteri karena kedudukannya yang setara.

"Kalau membentak pejabat nggak ada soal karena setara kan, misalnya Bu Risma berkelahi dengan Erick Thohir atau dengan Pak Mahfud karena dia setara kekuasaannya, kemampuan statusnya. Tapi ini bawahan, bawahan itu harus disapa. Diberi pelajaran, tapi bukan dibentak di depan umum, itu nggak fair," ujarnya.

Rocky Gerung berpendapat, Mensos Risma bisa saja akan menonjok bawahannya ketika orang tersebut diberi kesempatan menyela pendapatnya.

Pasalnya, pendamping bansos Mensos Risma tak memiliki kemampuan untuk menyela atasannya.

"Seandainya dimungkinkan si bawahan itu untuk menyela, maka Bu Risma betul-betul tidak akan sekedar menembak memakai bolpoin, tapi dia mungkin akan tonjok bawahan itu," katanya.

Rocky Gerung mengakui bahwa ada sifat Mensos Risma yang membekas dalam kepribadiannya. Akan tetapi, dia menyarankan agar Mensos Risma bersikap lebih santun ketika bertindak sebagai pejabat publik.

Bahkan, Rocky Gerung menilai Mensos Risma mengalami queen bee syndrome karena merasa segala perintahnya harus selalu ditaati.

"Ada sifat yang membekas dalam kepribadian beliau, yang seharusnya dia tinggalkan ketika dia tahu dia diberi jabatan publik. Kalau pakai bahasa satire, Bu Risma mungkin mengalami queen bee syndrome yang merasa harus dilayani terus," ujar dia.

Rocky Gerung berpendapat, Mensos Risma layak untuk dimasukkan dan dibina di panti rehabilitasi yang notabene justru dinaunginya sendiri.

Dia menilai, Mensos Risma tak mampu menempatkan dirinya ketika bertindak sebagai pejabat publik sehingga layak untuk dibina agar lebih mampu mengendalikan emosinya.

"Ini kan soal pembawaan yang tidak pas pada waktu dan tempat ketika ekspresi kemarahan itu diucapkan. Dia mesti di-train bagaimana mengendalikan emosi. Jadi betul bahwa Ibu Risma mesti dimasukkan di panti rehabilitasi yang juga ada di bawah departemen sosial," tuturnya.

 

Diganti Nikita Mirzani

Sementara itu, Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Sadat Hasibuan atau Gus Umar menilai, cara Risma itu tidak pantas.

“Pantaskah seorang menteri marah-marah seperti ini sambil menunjuk-nunjuk dan maki-maki? Sebagai seorang menteri perilaku Risma ini tak layak dilakukan didepan umum,” kata Gus Umar di Twitter-nya, dikutip Sabtu (2/10/2021).

Gus Umar menilai, pegawai yang dimarahi di depan umum oleh Risma itu pasti malu.

“Pegawai yang dimaki-maki Risma juga manusia pasti malu diperlakukan seperti itu pak Jokowi atau bapak menikmati kelakuan pembantu anda seperti ini pak?” ujarnya.

Gus Umar menilai, selama ini Risma selalu bersikap arogan dengan menghardik pegawai di depan umum. Dia meminta Jokowi agar mengevaluasi politikus PDIP itu.

“Dear pak Jokowi selama jadi menteri yang fenomenal dari Risma hanya marah-marahnya saja. Menghardik pegawai didepan umum lalu jerit-jerit seperti orang kesurupan”.

“Jika Risma bisanya cuma marah lebih baik ganti saja Nikita Mirzani yang jadi mensos karena Nikita juga bisanya marah-marah seperti Risma,” cetus Gus Umar.

 

Dibela PDIP

Di sisi lain, kemarahan Risma dibela Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP Selly Andriany Gantina. Dia yakin,  Risma tidak akan marah-marah kalau tidak ada persoalan serius yang dampaknya fatal, dan Risma memiliki tanggung jawab besar. Mantan Wakil Bupati Cirebon itu mengibaratkan Risma sebagai ibu yang sedang memarahi anaknya.

"Ingat, ketika kita kecil dulu, ibu kita tidak akan memarahi kalau kita tidak berbuat salah. Kalau di persoalan di marah-marahnya. Ya menurut saya, ibarat keluarga, pendamping PKH ini anak dari Ibu Menteri, sedangkan Bu Menteri ibunya. Jadi wajar aja, namanya ibu yang marah ke anak, itu tanda sayang. Representasi dari perhatian. Kalau bukan anak, ya pasti didiamkan saja, tapi inikan anak," papar Selly.jk3,rc

Berita Terbaru

Diterjang Hujan Angin Kencang di Malang, BPBD: 12 Pohon Tumbang hingga 8 Atap Rumah Warga Rusak

Diterjang Hujan Angin Kencang di Malang, BPBD: 12 Pohon Tumbang hingga 8 Atap Rumah Warga Rusak

Rabu, 08 Apr 2026 12:48 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Cuaca ekstrem akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan dan rata di Indonesia. Salah satunya di Kecamatan Poncokusumo dan Kepanjen,…

Musim Panen Raya Padi Jadi Ladang Cuan Tukang Ojek Gabah di Nganjuk

Musim Panen Raya Padi Jadi Ladang Cuan Tukang Ojek Gabah di Nganjuk

Rabu, 08 Apr 2026 12:39 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 12:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Memasuki musim panen raya di wilayah Nganjuk, Jawa Timur menjadi berkah tersendiri bagi para usaha ojek gabah di wilayah Desa…

KPK Geledah Rumah Dirut Perumda Tirta Taman Sari, Pendalaman Kasus OTT Maidi Berlanjut

KPK Geledah Rumah Dirut Perumda Tirta Taman Sari, Pendalaman Kasus OTT Maidi Berlanjut

Rabu, 08 Apr 2026 12:31 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 12:31 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di wilayah Kota Madiun. Kali ini, tim penyidik menyasar rum…

Dinkes Lamongan Temukan 96 Kasus DBD Sepanjang 2026, Tak Ada Korban Jiwa

Dinkes Lamongan Temukan 96 Kasus DBD Sepanjang 2026, Tak Ada Korban Jiwa

Rabu, 08 Apr 2026 12:28 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sepanjang Tahun 2026 ditambah di musim hujan, menjadi daftar panjang temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, Dinas…

BPJS Ketenagakerjaan Malang Serahkan Santunan Kematian Kepada 10 Ahli Waris

BPJS Ketenagakerjaan Malang Serahkan Santunan Kematian Kepada 10 Ahli Waris

Rabu, 08 Apr 2026 11:44 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 11:44 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan santunan jaminan kematian kepada 10 ahli waris pekerja rentan di Balai Kota Malang, Senin …

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Pemkot Surabaya Larang Siswa SMP Kendarai Motor Demi Keselamatan

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Pemkot Surabaya Larang Siswa SMP Kendarai Motor Demi Keselamatan

Rabu, 08 Apr 2026 11:13 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 11:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memastikan keselamatan pelajar sekaligus mendisiplinkan siswa sejak dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi…