Gerak Cepat Atasi Permasalahan Air, Pemkab Lakukan Normalisasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Beberapa kali Kabupaten Kediri diguyur hujan. Hal ini menjadi harapan sekaligus ancaman bagi petani, karena di beberapa desa menjadi langganan banjir.

Tahun lalu, curah hujan tinggi mengakibatkan meluapnya air Sungai Kolokoso sehingga terjadi banjir di Kecamatan Tarokan. Akibatnya, beberapa desa tergenang air, diantaranya Desa Jati, Desa Sumberduren, dan Desa Cengkok.

Banyak kerugian yang ditimbulkan oleh banjir ini, baik material maupun non material. Untuk itu perlu tindakan pencegahan, salah satunya dengan normalisasi sungai. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebutkan, persoalan banjir akan ditanganinya dengan serius.

“Bicara mengenai banjir, kita bicara jangka panjang. Bahkan bisa tiga hingga lima tahun mendatang persoalan banjir ini baru bisa diselesaikan karena tingkat kompleksitasnya sangat tinggi,” ujar Mas Bup.

Tak hanya normalisasi, pihaknya juga menurunkan tim riset dari Universitas Gajah Mada (UGM) untuk melakukan pembangunan tentang air di Kabupaten Kediri.

"Tim ini mengecek bagaimana kondisi debit air, air bersih untuk warga, air untuk pertanian. Setelah data diolah, hasil dari riset ini akan kita jadikan acuan untuk pembangunan tentang air di Kabupaten Kediri,” tandasnya

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri Saifudin Zuhri, mengatakan, hujan yang beberapa kali turun di wilayah Kabupaten Kediri disebabkan siklus saroja di Nusa Tenggara Timur.

“Untuk saat ini sebenarnya wilayah Kabupaten Kediri masih belum memasuki musim penghujan. Karena siklus Badai Seroja sehingga terjadi hujan di wilayah kita. Sekarang kita masih memasuki fase musim kemarau basah, puncak penghujan diprediksi sekitar Desember,” ujarnya (29/9/21).

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan dan Permukiman ( Perkim) Kabupaten Kediri, serta Dinas Pengairan Jawa Timur untuk melakukan normalisasi serta pembuatan talut dan selokan di beberapa titik yang berpotensi banjir. Para relawan dan petugas pun disiapkan untuk melakukan evakuasi jika terjadi banjir ataupun longsor.

Selain curah hujan yang tinggi, sedimentasi Sungai Kolokoso juga memperparah terjadinya banjir. Meski demikian, sungai ini mempunyai peran penting untuk irigasi persawahan di wilayah Tarokan. Untuk itu, Dinas PUPR bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur melakukan normalisasi Sungai Kolokoso. 

Menurut Andri Eko P, Plt Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan DPUPR Kabupaten Kediri, normalisasi Sungai Kolokoso ini dilakukan sepanjang 6 kilometer. "Normalisasi ini dilakukan untuk mengurangi imbas cakupan banjir yang menjadi langganan tiap tahun di wilayah Tarokan. Normalisasi dimulai dari Desa Jati dan ditargetkan akan selesai sebelum Desember,” terangnya.

Tindakan preventif dari Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mengatasi banjir ini disambut baik oleh warga dan petani. Menurut Suparlandimin, salah satu petani di Desa Jati Kecamatan Tarokan, normalisasi ini mempunyai dampak besar bagi masyarakat dan petani.

"Normalisasi ini memang permintaan masyarakat dan sudah lama ditunggu-tunggu. Sejak tahun 1989 baru pertama kali ini saya melihat ada normalisasi di daerah sini. Kami sangat senang sekali, agar bisa memperlebar sungai dan mengendalikan banjir,“ terangnya. 

Ia juga berharap dengan adanya normalisasi tersebut tak akan ada lagi kerugian akibat banjir.l

"Tahun lalu kita tanam 4 kali gagal karena banjir. Semoga normalisasi ini bisa mengurangi efek banjir agar tidak terjadi kerugian yang dialami oleh warga dan petani,” harapnya. Adv/kominfo

 

 

Tag :

Berita Terbaru

Jerman Tersingkir, Kantor Federasi Sepakbola Jerman Digeledah

Jerman Tersingkir, Kantor Federasi Sepakbola Jerman Digeledah

Kamis, 02 Jul 2026 21:13 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kantor Federasi Sepakbola Jerman (DFB) yang berlokasi di Frankfurt digeledah oleh pihak kepolisian terkait dengan dugaan skandal…

Korupsi Rp 90 miliar, Eks Dirjen Keuangan Hanya Divonis 2 Tahun

Korupsi Rp 90 miliar, Eks Dirjen Keuangan Hanya Divonis 2 Tahun

Kamis, 02 Jul 2026 21:11 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mahkamah Agung (MA) memberatkan hukuman penjara dan denda eks Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata…

Dua Cewek Selundupkan 12,67 Gram Sabu di Lapas Porong

Dua Cewek Selundupkan 12,67 Gram Sabu di Lapas Porong

Kamis, 02 Jul 2026 21:09 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Upaya penggagalan penyelundupan 12,67 gram sabu sebelum masuk ke area hunian warga binaan di Lapas Kelas I Surabaya. Dua orang…

Berulang Kali Disuap, Bupati Kuansing, Naikan Nilainya

Berulang Kali Disuap, Bupati Kuansing, Naikan Nilainya

Kamis, 02 Jul 2026 21:07 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - KPK temukan kasus penyuapan yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, ternyata sudah berulang kali…

Dua Kurir Sabu, Lolos Manfaatkan Body Scanner Bandara

Dua Kurir Sabu, Lolos Manfaatkan Body Scanner Bandara

Kamis, 02 Jul 2026 21:06 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berdasarkan interogasi, kurir sabu antar provinsi lolos dari Bandara diduga memanfaatkan ketiadaan teknologi body scanner di…

Angelina Sondakh, Mulai Safari Dakwah

Angelina Sondakh, Mulai Safari Dakwah

Kamis, 02 Jul 2026 21:03 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Angelina Sondakh menjadi sorotan ketika beberapa kali tidak pernah hadir dalam acara yang dibuat oleh Aaliyah Massaid. Namun,…