Komisi D Minta Pemkot Surabaya Data Ulang Penghuni Ponsos Eks Penderita Kusta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam. SP/Alqomar
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam. SP/Alqomar

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kota Surabaya menerima  pengaduan dari warga penghuni, jika  kondisi Pondok Sosial (Ponsos) Eks  Penderita Kusta Surabaya di Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, sudah overload. Ini karena banyak dihuni orang dari luar Surabaya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam mengatakan, jika Komisi D akan mengecek ke lokasi untuk membuktikan  apakah benar ponsos milik Pemkot Surabaya tersebut sudah  overload atau melebihi daya tampung. Bahkan, ditengarai penghuninya tidak hanya warga Surabaya, tapi juga dari daerah-daerah lain di Jatim.

"Kalau bukan warga Surabaya, sebaiknya Dinas Sosial mengembalikan atau memulangkan ke daerah asalnya. Terpenting, dinsos harus mendata ulang, "ujarnya di Surabaya,  Kamis (28/10).

Politisi PKB ini menegaskan,  jangan sampai keberadaan ponsos tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum penghuni untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Karena, lanjut dia, dirinya mendengar memang ada oknum penghuni mendapat bantuan dobel. Artinya di Ponsos Babat Jerawat ini ia dapat bantuan, di tempat lain  juga menerima bantuan. Jadi mereka ini bergiliran tempatnya. Misalnya, ia dua hari ada di Mojokerto, dua hari  kemudian balik ke Babat Jerawat (Surabaya) dan lain sebagainya.

"Kalau kondisinya seperti itu, sangat-sangat disayangkan. Makanya, sekali lagi dinsos harus punya database soal penghuni Ponsos Eks Penderita Kusta di Babat Jerawat ini,"ungkap dia.

Tamam juga berharap Pemprov Jatim ikut mendata, apakah orang-orang yang menghuni ponsos tersebut memang layak untuk  ditampung di Ponsos Eks Penderita Kusta di Babat Jerawat atau di tempat lain dengan tingkat keberadaan mereka. Sehingga nantinya tak terjadi double accounting.

"Kalau mereka betul-betul layak untuk ditampung kita welcome. Karena memang fasilitas itu disediakan untuk penderita kusta. Tapi kalau dimanfaatkan  untuk mencari keuntungan, ya ini sangat kami sayangkan. Apalagi memanfaatkan kekurangan-kekurangan yang harus ditanggung Pemkot Surabaya," ungkap dia.

Ditanya apa Pemprov Jatim tak memberi bantuan kepada Ponsos Eks Penderita Kusta yang dihuni warga dari berbagai daerah di Jatim itu? Badru  Tamam menyatakan seharusnya yang punya  ponsos ini kan Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. 

"Seharusnya ada bantuan anggaran dari pemprov untuk meminimalisasi  tindakan seperti itu. Karena itu,  sangat disayangkan jika Pemprov tak punya database tentang mereka, "ungkap dia.

Lantas apa solusinya? Dia menegaskan, para penghuni Ponsos Eks Penderita Kusta di Babat Jerawat yang bukan warga Surabaya harus dipulangkan ke daerah asalnya. Karena, diakui Badru, banyak pengaduan yang diterima Komisi D, bahwa  penghuni ponsos itu orang tak mampu, tapi sebenarnya ia orang mampu. 

“Dan, mereka memilih tinggal disitu mungkin mengharapkan bantuan-bantuan dari ponsos.  "Kalau kondisinya seperti itu, ya harus dipulangkan ke daerah asalnya," tegas dia 

Lebih lanjut Badru Tamam menuturkan, para penderita kusta yang menghuni ponsos saat ini mungkin masih dalam tahap pemulihan. Karena kalau mereka dinyatakan sembuh, pasti oleh dinsos akan dipulangkan ke daerah asalnya.

“Kalau sampai saat ini mereka masih ditampung di ponsos itu artinya mereka  masih dalam perawatan atau dalam tahap pemulihan, " pungkas dia.

Seperti diketahui, tak semua dari penghuni  ponsos pernah menderita kusta. Karena ada anak dan sebagian istri (keluarga) yang sehat. Mereka tetap tinggal di ponsos karena memang tak ingin pulang ke kampung halaman. 

Masyarakat daerah asal mereka masih menganggap kusta adalah penyakit menjijikkan. Bahkan, tak sedikit anggota keluarga yang merasa malu dengan kehadiran penderita kusta lainnya. Alq

Berita Terbaru

Tekan AKI dan AKB, Bondowoso Dorong Penguatan Deteksi Dini hingga Nifas

Tekan AKI dan AKB, Bondowoso Dorong Penguatan Deteksi Dini hingga Nifas

Rabu, 30 Sep 2026 14:19 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Guna memastikan ibu mendapatkan pendampingan sejak sebelum hamil hingga melewati masa nifas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Petani Sumringah, Panen Padi Tuban Meningkat di Tengah Kemarau Panjang

Petani Sumringah, Panen Padi Tuban Meningkat di Tengah Kemarau Panjang

Rabu, 30 Sep 2026 14:16 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban -Sejumlah petani padi di Kabupaten Tuban justru mampu memperoleh hasil panen maksimal, ditopang harga jual padi yang masih tinggi di…

Bank Jatim Dorong Penguatan UMKM melalui Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026

Bank Jatim Dorong Penguatan UMKM melalui Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026

Rabu, 30 Sep 2026 13:49 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 13:49 WIB

SurabayaPagi, Madiun - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui…

Logistik Indonesia Timur Makin Strategis, CKB Perkuat Hub Osowilangun Surabaya

Logistik Indonesia Timur Makin Strategis, CKB Perkuat Hub Osowilangun Surabaya

Rabu, 30 Sep 2026 13:47 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 13:47 WIB

SurabayaPagi, Surabata — Kebutuhan konektivitas logistik yang menghubungkan sentra produksi, pelabuhan, pergudangan, hingga pasar di Indonesia Timur terus m…

 Bapenda Catat Realisasi Pembayaran PBB-P2 Kota Madiun Capai Rp18,12 Miliar

 Bapenda Catat Realisasi Pembayaran PBB-P2 Kota Madiun Capai Rp18,12 Miliar

Rabu, 30 Sep 2026 13:07 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun, mencatat realisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan…

Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat

Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat

Rabu, 30 Sep 2026 12:12 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Fenomena musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, menyalurkan…