Ancaman Varian Delta Plus, Pemerintah Diminta Perketat Perbatasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Koordinasi penanganan covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.SP/SAMMY MANTOLAS
Koordinasi penanganan covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Varian Covid-19 AY.4.2 atau sering disebut delta plus kini ramai diperbincangkan masyarakat. Kendati belum ditemukan di Indonesia, turunan dari varian delta ini telah masuk Malaysia per 28 Oktober 2021 lalu.

Laporan dari organisasi kesehatan dunia (WHO), varian AY.4.2 ini, telah menyebar luas di 42 negara dengan 26 ribu genom. Bahkan di Inggris pada Oktober lalu, sekitar 63 persen kasus baru terjadi akibat varian delta plus.

Penyebaran virus delta plus terbilang cukup cekap. Rerata penularan dikisaran 10% hingga 15�ri varian biasa. Sebagai contoh, kasus baru akibat varian AY.4.2 di Inggris per tanggal 4-11 Oktober 2021 sebesar 8,5 persen. Angka ini kemudian naik menjadi 10,3 persen pada data 11-18 Oktober 2021. Kemudian naik lagi menjadi 11,3 persen pada 18-25 Oktober 2021.

Dengan adanya penularan yang begitu cepat ini, diharapkan pemerintah Indonesia segera mengambil langkah preventif sebelum varian ini menyebar di masyarakat.

Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) dr. Christrijogo Soemartono Waloejo dr., Sp.An., KAR kepada Surabaya Pagi menyampaikan, secara penelitian ilmiah, belum ditemukan seberapa besar tingkat keganasan varian delta plus. Bahkan di Inggris sendiri, varian ini digolongkan ke dalam Variant Under Investigation. Dan atau belum mengkategorikan ke dalam variant of interest (VOI) maupun variant of concern (VOC).

"Tapi memang dalam kasus di lapangan, penularannya lebih cepat," kata dr. Christrijogo saat dihubungi, Rabu (17/11/2021).

Oleh karenanya ia meminta agar pemerintah harus segera melakukan langkah pencegahan sedini mungkin. Salah satunya adalah dengan membatasi kegiatan masyarakat. Khususnya bagi masyarakat luar yang akan masuk ke Indonesia.

"Karena belum ditemukan di Indonesia, maka pemerintah harus memperketat perbatasan. Apalagi varian ini sudah ditemukan di Malaysia. Jangan sampai masuk ke Indonesia. Karena kalau masuk, kemungkinan besar gelombang ke-3 pasti terjadi," katanya

Selain memperketat perbatasan, percepatan vaksinasi baik dosis pertama maupun kedua juga harus dioptimalkan. Tujuannya agar terwujudnya kekebalan komunal atau herd immunity.

Bila melihat data persebaran vaksinasi di laman covid19.go.id, hingga pukul 13:51 WIB, jumlah masyarakat yang telah menerima dosis pertama sebanyak 131.292.871 orang dan dosis kedua sebanyak 85.370.684 orang.

Secara persentase, jumlah dosis pertama bahkan tidak mencapai 50%, bila dari jumlah penduduk Indonesia yakni 273,5 juta orang (hasil sensus 2020). Sementara untuk mencapai herd immunity minimal dibutuhkan 70% atau 191,45 juta masyarakat yang divaksin.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar testing, tracing dan treatment (3T) juga harus terus digalakkan pemerintah secara masif. Dengan adanya 3T tersebut, pemerintah memiliki basic data yang dijadikan sebagai referensi manakala memetakan wilayah-wilayah yang masuk dalam zona darurat dan perlu ditindaklanjuti.

Kepada masyarakat, ia juga menghimbau agar tetap patuh pada protokol kesehatan (prokes) dengan selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. Disamping itu, pola hidup sehat dengan selalu berolahraga dan menjaga imunitas tubuh serta mengatur pola makan juga sangat diperlukan.

"Protokol kesehatan harus diperketat dalam segala aktivitas kegiatan di masyarakat. Karena memang kuncinya hanya itu saja, prokes. Sampai kapan, ya sampe covid ini terkendali," pungkasnya.sem

Berita Terbaru

Menkeu Tegaskan untuk Bayar Utang

Menkeu Tegaskan untuk Bayar Utang

Kamis, 13 Agu 2026 08:12 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:12 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara terkait total utang pemerintah yang tercatat lebih dari Rp 10.000 triliun per…

Ronaldo, Nikahi Pegawai Toko Ritel Gucci di Madrid

Ronaldo, Nikahi Pegawai Toko Ritel Gucci di Madrid

Kamis, 13 Agu 2026 08:09 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pesepakbola Christiano Ronaldo resmi menikahi kekasihnya Georgina Rodriguez setelah menjalin hubungan sejak 2016. Mereka mengumumkan…

Polda Jatim Temukan Arisan Online Fiktif Capai Rp 71 miliar

Polda Jatim Temukan Arisan Online Fiktif Capai Rp 71 miliar

Kamis, 13 Agu 2026 08:03 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktorat Siber Polda Jawa Timur membongkar kasus dugaan arisan online fiktif dengan perputaran uang mencapai Rp 71 miliar. Ada 140 orang…

PACAR RAKA JATIM TIO, MASIH NGUMPET

PACAR RAKA JATIM TIO, MASIH NGUMPET

Kamis, 13 Agu 2026 08:00 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Disbudpar Jatim bersama Dewan Juri Raka Raki Jatim dan Disporapar Kota Surabaya menggelar rapat pembahasan pelanggaran kode etik Raka Wakil…

Ke Hong Kong, Kini Bebas Visa

Ke Hong Kong, Kini Bebas Visa

Kamis, 13 Agu 2026 07:57 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan data terbaru Global Passport Index per Juli 2026, Warga Negara Indonesia (WNI) mengantongi akses bebas visa ke 89 negara di…

Wakaf Produktif Masjid Istiqlal dikelola Manajer Investasi

Wakaf Produktif Masjid Istiqlal dikelola Manajer Investasi

Kamis, 13 Agu 2026 07:54 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku masih membahas pengelolaan wakaf produktif Masjid Istiqlal. OJK mendorong pengelolaan dana umat di…