Ratusan Dokter UI, Bikin Petisi ke Anies

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembangunan sumur resapan yang dianggap tak mampu mengatasi banjir.
Pembangunan sumur resapan yang dianggap tak mampu mengatasi banjir.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sumur resapan yang dibangun di badan jalan di DKI Jakarta, diprotes ratusan dokter Senior lulusan Universitas Indonesia (UI) . Sumur resapan ini sudah menghabiskan dana hingga ratusan miliar dianggap tak mampu menanggulangi banjir di Jakarta.

Beberapa dokter senior alumni Universitas Indonesia (UI) juga meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan penundaan pembangunan sumur resapan.

Mereka mengumpulkan tanda tangan petisi melalui change.org sebanyak 5000 tanda tangan agar Pemprov DKI Jakarta Tunda Pembuatan Sumur Resapan.

Petisi yang dimulai pada 28 November 2021, itu menyebut pembuatan sumur resapan akan menjadi tempat sarang nyamuk lebih berkembang di Jakarta.

Hingga 30 November 2021 telah terkumpul 3531 tanda tangan.

"Kami dokter-dokter senior alumni FK UI tidak ingin membahas dari segi keindahan, manfaat pengurangan banjir, dll. Tapi dari segi kesehatan," tulisnya di change.org.

Sumur resapan itu mengandung air. Air bisa meresap perlahan, dan bisa lama. Ada foto yang memperlihatkan air penuh, meski sudah sehari tidak hujan.

Pada tutup sumur resapan, ada lubang-lubang, berjumlah 12, dengan diameter sekitar 5 cm. Ini untuk masuknya air. Dan ini menjadi jalan untuk masuk keluarnya nyamuk.

Lubang mungkin dari atas, mungkin dari samping. Tapi harus ada lubang yang cukup besar, sangat cukup untuk nyamuk masuk.

"Maukah kita diberi peternakan nyamuk di depan rumah kita? Nyamuk dapat merupakan nyamuk biasa, Culex, ataupun Aedes (penyebar demam berdarah dengue) atau jenis lainnya," tulis Prof. Sudomo.

"Selama dua tahun ini kita hanya bicara soal Covid dan seolah-olah lupa pada pembunuhan karena nyamuk DBD.

"Karena itu, demi kesehatan dan keselamatan rakyat Jakarta, kami para dokter senior alumni FK UI meminta agar program dengan model yang sekarang ini ditunda. Hentikan segera sebelum DBD membunuh banyak anak dan orang dewasa di Jakarta. Pelajari dulu pengaruhnya terhadap kesehatan," pungkasnya. n jk, er

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…