OSS Bermasalah, Komisi III DPRD kota Probolinggo Gelar Hearing

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tampak Komisi III Hearing OSS. SP/KURNIAWAN
Tampak Komisi III Hearing OSS. SP/KURNIAWAN

i

SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Sikapi keluhan masyarakat terkait sistem perizinan berbasis online OSS. Komisi III DPRD kota Probolinggo gelar hearing bersama stakeholder DPMPTSP, DPUPR dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). Kamis (11/11).

Bertempat di ruang kerja Komisi III, Agus Riyanto Ketua Komisi mengatakan, hearing kali ini dengan Dinas Perijinan PTSP, Apersi dan DPUPR.

"Terkait OSS ijin Perumahan, bukan karena kesalahan Pemda, karena OSS belum jalan maksimal, termasuk kemarin SIPD yang juga terkendala di kota Probolinggo. Kendala ini masih ada di pusat, dan sekarang kita cari solusinya," paparnya

Sementara itu, Roy Amran dari Apersi, menjelaskan keluhanya selaku pengadu, terkait keluhan selaku anggota Apersi terkait OSS. Dirinya mengaku mulai mengurus OSS sejak Agustus 2021 yang lalu, sampai sekarang belum ada kejelasan sudah diverifikasi atau belum.

Lebih lanjut masih dari perwakilan Apersi Erwin katakan, terkait masalah OSS mewakili pengusaha yang mengurusi SKRK, yang resiko rendah sudah validasi sudah keluar NIB, SPPL dan lainya.

"Setelah itu semua terbit apalagi yang mau dilanjutkan, yang OSS resiko menengah bahwasanya pengajuan PKKPR sudah dilanjutkan ke Badan Pertanahan dan DPMPTSP, nah kelanjutannya seperti apa?," ungkapnya.

Anggota Komisi III Robert menanggapi, OSS dibuat Pemerintah untuk usaha dan lain-lain, dari Dinas terkait bisa luangkan waktu konsultasi jangan sampai alasan dana ini itu. 

"Ini banyak pengusaha yang mau mati. Bagaimana solusi Pemda. Kerjasamanya untuk pemerintah. Tanpa mereka ekonomi tidak bisa hidup," tegasnya

Menanggapi hal itu, M Abas Kepala Dinas DPMPTSP katakan, terkait masalah OSS ini memang kami menyadari betul ada kendala juga seluruh daerah, Abas mengaku, baru masuk DPMPTSP per 1 November kemarin.

Ada banyak keluhan masyarakat banyak perijinan yang belum selesai. Lebih banyak di pertimbangan teknis pertanahan, KBLI di OSS ada sekitar 1700, kebetulan yang pengembang Perum ada 3 kbli yang harus dimiliki pengembang.

"Bagi mereka yg punya NIB kebanyakan memang belum migrasi ke OSS versi terbaru. Kemudian awal Agustus bagi pelaku usaha KBLI 6811 masih ada perbaikan sistem berbasis resiko rendah. Maka dari itu kita regulasi masih tarik ulur dengan pusat, " terangnya

Komisi III merekomendasikan agar stakeholder lakukan sosialisasi kepada para pengusaha dan mencari jalan keluar yang lebih cepat. wan

 

Berita Terbaru

Minat Investasi Emas Menguat, HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Saham Syariah

Minat Investasi Emas Menguat, HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Saham Syariah

Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Meningkatnya perhatian investor terhadap emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio mendorong PT Bank HSBC Indonesia (HSBC I…

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…