Pemukiman Kumuh Kota Mojokerto Turun Drastis, Program KOTAKU Terus Melaju

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Program KOTAKU Kota Mojokerto melaksanakan Loka Karya dengan tema “Maju Melangkah, Ayo Berbenah” pada tanggal 23 s/d 24 Desember 2021. SP/Dwi AS
Program KOTAKU Kota Mojokerto melaksanakan Loka Karya dengan tema “Maju Melangkah, Ayo Berbenah” pada tanggal 23 s/d 24 Desember 2021. SP/Dwi AS

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Perkembangan penanganan kumuh di Kota Mojokerto mengalami dinamika yang terus berkembang. Kawasan Kumuh menurun secara signifikan sejak tahun 2015. Luas Kawasan kumuh di Kota Mojokerto hanya tersisa 40.18 Hektar atau 4,018 Km² dari 20.5 Km ².

Sebagai media koordinasi, sinergi dan diskusi dalam rangka evaluasi serta membangun integritas penangan kumuh Kota Mojokerto di tahun mendatang, maka Program Kotaku Kota Mojokerto melaksanakan Loka Karya dengan tema “Maju Melangkah, Ayo Berbenah” pada tanggal 23 s/d 24 Desember 2021.

Kegiatan ini dihadiri virtual oleh stakeholder Pemerintah Kota Mojokerto mulai dari Dinas PUPRPRKP, Bappeda, Camat, Pemerintah Kelurahan, BKM, Organisasi kemasyarakatan, Asisten Korkot Mandiri dan seluruh tim KOTAKU Kota Mojokerto.

Loka karya ini bertujuan untuk menyampaikan kebijakan daerah dalam Penanganan Kumuh, Target dan Capaian Program KOTAKU, serta strategi kolaborasi dalam penanganan kumuh.

Karena Kota Mojokerto menjadi salah satu Kota sasaran penanganan dan pencegahan kawasan kumuh pada Program KOTAKU. Kegiatan lokakarya dibuka oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman yang diwakili, Evi Anggraeni, Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Dalam arahannya ia mengatakan, penanganan kawasan kumuh tidak hanya menjadi tanggung jawab dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, namun semua stakeholder di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

"Agar seluruh penangan bisa terintegrasi dengan baik. Pencapaian 0 persen kumuh harus diimbangi dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan di masyarakat," ujarnya.

Evi menambahkan, program KOTAKU di Kota Mojokerto mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Mojokerto karena Program KOTAKU memiliki sejumlah tujuan. Diantaranya program penanganan kawasan kumuh, mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui pemenuhan layanan infrastruktur dasar umum pendukung perekonomian dengan pola padat karya.

"Ini sesuai penegasan Zainul Arifin, Tenaga Ahli Kelembagaan dan Kolaborasi OSP 3 Jawa Timur. Beliau tidak akan henti-hentinya untuk selalu menekankan berkolaborasi dan bersinergi dengan bebagai pihak dalam upaya menuntaskan masalah kekumuhan di Jawa timur khususnya di Kota Mojokerto," ungkapnya.

Penuntasan kumuh, lanjut Evi, tidak hanya selesai sebatas pembanguan infrastruktur pemenuhan kebutuhan saja, namun lebih utama adalah terkait dengan pemeliharaannya.

"Agar kualitas bisa terjaga sehingga manfaatnya akan terus bisa dirasakan oleh masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Askot Mandiri KOTAKU Kota Mojokerto, M. Yani Zamroni menegaskan bahwa sejak SK Kumuh Kota Mojokerto dikeluarkan, Program KOTAKU baik dari dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) maupun APBD Kota Mojokerto sejak Tahun 2016 telah mampu mengurangi tingkat kekumuhan di Kota Mojokerto.

“Capaian ini merupakan kontribusi nyata yang telah dilakukan dalam upaya pengurangan kumuh permukiman yang ada. Sehingga gerakan kolaborasi yang ditanamkan dalam substansi Program KOTAKU ini wajib didukung dalam rangka percepatan perwujudan Kota layak huni," ulasnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2021 Program KOTAKU telah melaksanakan tugas pendampingan infrastruktur terhadap kelurahan melalui Program Padat Karya yang dinamakan Cash For Work (CFW) di 9 kelurahan dan 1 Kelurahan BPM Reguler.

"Program ini sebagai sebagai upaya dalam membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 dan juga membantu pemerintah dalam upaya pemulihan perekonomian Nasional melalui pemberian upah tenaga kerja," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

Kabupaten Mojokerto Raih Juara Umum, Surabaya Runner Up

Kabupaten Mojokerto Raih Juara Umum, Surabaya Runner Up

Selasa, 21 Apr 2026 06:23 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 06:23 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya olahraga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda se…

Campus League 2026 Hadir di Surabaya, Usung Standar FIBA dan Regenerasi Atlet Nasional

Campus League 2026 Hadir di Surabaya, Usung Standar FIBA dan Regenerasi Atlet Nasional

Senin, 20 Apr 2026 20:20 WIB

Senin, 20 Apr 2026 20:20 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Kompetisi basket antarperguruan tinggi bertajuk Campus League Regional Surabaya resmi bergulir pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Uni…

Kinerja Moncer, Bank Jatim Raih Penghargaan dari The Asian Post

Kinerja Moncer, Bank Jatim Raih Penghargaan dari The Asian Post

Senin, 20 Apr 2026 17:24 WIB

Senin, 20 Apr 2026 17:24 WIB

SurabayaPagi, Surakarta - 16 April 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses meraih penghargaan prestisius dalam ajang The Asian Post…

Perkuat Sinergi Lewat FKPM, PLN Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Malang

Perkuat Sinergi Lewat FKPM, PLN Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Malang

Senin, 20 Apr 2026 16:34 WIB

Senin, 20 Apr 2026 16:34 WIB

SurabayaPagi, Malang – PT PLN (Persero) terus memperkuat sinergi dengan aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat melalui kegiatan Forum Kemitraan Polisi dan …

Program Parkir Berlangganan Kota Mojokerto Dipastikan Tetap Sesuai Aturan

Program Parkir Berlangganan Kota Mojokerto Dipastikan Tetap Sesuai Aturan

Senin, 20 Apr 2026 14:20 WIB

Senin, 20 Apr 2026 14:20 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Program parkir berlangganan yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto dinilai memberikan kemudahan.  Masyarakat cukup …

Pelaku UMKM di Magetan Gigit Jari, Harga Plastik dan Minyak Goreng Melonjak Naik

Pelaku UMKM di Magetan Gigit Jari, Harga Plastik dan Minyak Goreng Melonjak Naik

Senin, 20 Apr 2026 13:38 WIB

Senin, 20 Apr 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Fenomena harga plastik di beberapa daerah mengalami kenaikan yang signifikan. Salah satunya di Magetan, Jawa Timur. Bahkan tak…