Polemik PKL Genteng Besar Masih Berlanjut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polemik antara warga dan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Genteng Besar dibahas di ruang sidang Komisi A DPRD Surabaya.SP/ALQ
Polemik antara warga dan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Genteng Besar dibahas di ruang sidang Komisi A DPRD Surabaya.SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Polemik antara warga dan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Genteng Besar masih berlanjut. Beberapa warga setempat merasa terganggu atau terdampak dari asap dagangan yang ditimbulkan PKL.

 Polemik kedua pihak itu sampai harus dibahas di ruang sidang Komisi A DPRD Surabaya.

 Menurut Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Khrisna, mengatakan sebenarnya persoalan kedua pihak sudah rampung, tetapi entah mengapa masih berlanjut.

 "Di hearing yang beberapa waktu lalu kan sudah dibahas dan sudah clear semua sama RT RW dan dinas lainnya," ungkap Ayu, Selasa (4/1).

 Sebelumnya, kata Ayu, sudah ada pembahasan antara warga dan PKL mengenai kesepakatan berjualan di wilayah tersebut.

 "Warga dan PKL juga sudah menandatangani kesepakatan soal berjualan di sana. Lah kok njenengan (Anda) masih lapor?," tanya Ayu dalam hearing.

 Para PKL yang menuai protes dari warga Jalan Genteng Besar ini merupakan mereka yang terdampak karena diresmikannya Jalan Tunjungan Romansa.

 Sehingga dicarikan solusi bagaimana para PKL tetap bisa berjualan. Dan sudah diputuskan melalui kesepakatan bahwa para PKL bisa berjualan di Jalan Genteng Besar.

 "Kita juga tidak bisa semerta-merta memaksa pemkot untuk segera membangun sentra kuliner karena juga membutuhkan dana lagi," ucap Ayu.

 Ayu menilai dalam persoalan yang sekarang diterimanya seharusnya tak menjadi suatu permasalahan.

 Karena, lanjut dia, para PKL juga berjuang mencari nafkah dan perekonomian di Surabaya masih perlu bangkit kembali.

 "Dari kesepakatan itu juga PKL itu patuh. Beberapa warga sana juga malah bersyukur dengan adanya PKL berjualan di sana karena mereka jualannya terbantu," terangnya. Alq

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…