Skandal Kampus Negeri! Dosen Unesa Diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswinya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Unggahan akun @dear_unesacatcallers terkait pelecehan di Unesa.
Unggahan akun @dear_unesacatcallers terkait pelecehan di Unesa.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Salah seorang Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswinya. Pihak kampus Unesa mengaku tengah mengusut kasus ini. Pihak Kampus Unesa juga sudah membentuk tim yang berasal dari jurusan Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum.

Berdasar sumber yang diterima tim Surabayapagi, terdapat 5 orang korban dari berbagai fakultas yang dilecehkan dosen dari Jurusan Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unesa. Kabar itu dikonfirmasi Humas Unesa Vinda Maya.

Dia mengatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus. ”Kasus ini sedang diusut tim jurusan hukum,” kata Vinda ketika dihubungi pada, Senin (10/1/2022).

Pengusutan itu dilakuakn dengan mengumpulkan bukti yang menguatkan kabar tersebut. Vinda memastikan investigasi terus dilakukan untuk memastikan dugaan tindakan kekerasan seksual tersebut. ”Ini kami menunggu hasil usut secara menyeluruh dari tim hukum. Yang jelas, ini sedang diusut tuntas. Agar kita bisa tahu kejadian jelasnya bagaimana,” ucap Vinda.

Hal ini pertama diungkap oleh akun media sosial Instagram @dear_unesacatcallers. Mereka membeberkan sejumlah kronologi korban pelecehan seorang dosen berinisial H.

Kejadian tersebut bermula saat seorang mahasiswi berinisial A sedang melakukan bimbingan skripsi di lantai Gedung K1, yang dulu sekitar awal tahun 2020 digunakan sebagai gedung jurusan hukum.

Saat itu, kata akun tersebut, mahasiswi A menunggu waktu senggang dosen H untuk bimbingan skripsi, Tetapi nampaknya H memanfaatkan situasi kelas yang sepi untuk melancarkan aksinya.

"H mulai mendekat pada korban A, dan ketika jarak semakin dekat, H berkata pada korban A, 'Kamu cantik'. Tidak lama setelah berkata demikian, H mencium korban A," lanjut mereka Sejak kejadian tersebut mahasiswi A merasa ketakutan untuk melakukan bimbingan skripsi.

Padahal dia harus menyelesaikan revisi skripsi sebelum tanggal terakhir Surat Penetapan Kelulusan (SPK). Aksi dosen untuk mendekati A ternyata tak hanya dilakukan di kampus saja.

Dosen H ternyata juga beberapa kali melakukan panggilan video kepada A dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Masalahnya saat melakukan panggilan tersebut, dosen H bertelanjang dada.yu

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…