Polisi Tetapkan Nahkoda Penangkap Lumba-lumba jadi Tersangka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
JW alias BJ (35) nahkoda kapal ditetapkan polisi sebagai tersangka.
JW alias BJ (35) nahkoda kapal ditetapkan polisi sebagai tersangka.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pacitan - JW alias BJ (35) nahkoda kapal yang diviralkan menangkap hingga mati lumba-lumba di perairan Pacitan ditetapkan polisi sebagai tersangka. Selain terkait lumba-lumba, pria asal Pekalongan itu juga dijerat dalam kasus berbeda. Kini pelaku telah diamankan di mapolres.

"Jadi pelanggaran dari yang bersangkutan adalah mereka melakukan pelayaran tanpa izin berlayar," kata Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono saat konferensi pers di Gedung Graha Bhayangkara, Jl A Yani, Selasa (11/1/2022).

Tidak itu saja, operasional kapal motor tersebut juga tidak dilengkapi Surat Izin Penangkapan yang sesuai dengan zona tangkap. Bahkan, lanjut kapolres kapal yang digunakan untuk menangkap ikan juga tidak dilengkapi dengan alat pelacak.

Masih menurut kapolres, kapal tersebut memiliki izin operasional di wilayah Trenggalek. Namun faktanya mereka berangkat dari pelabuhan Pacitan. Bahkan zona tangkapnya hingga menembus perairan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Dan dari koordinat itu yang bersangkutan ada Pacitan dan sampai Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini yang saya bilang serampangan. Dan alat pelacak di kapal itu pun juga dimatikan padahal itu sangat diperlukan Syahbandar Perikanan untuk memantau pergerakan kapal-kapal ikan," katanya.

"Dan pada akhirnya dia menangkap ikan atau illegal fishing dan akhirnya tertangkaplah selain ikan juga lumba-lumba yang kita ketahui bahwa lumba-lumba tersebut adalah hewan yang dilindungi," tambah kapolres.

Dalam menangani kasus ini, polisi menerapkan tiga jerat hukum sekaligus. Yaitu pasal 40 ayat 2 dan ayat 4 UU/5 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem. Selain itu tersangka juga dikenakan pasal 98 UU Cipta Kerja No 11/2020 perubahan atas UU/45 2009 tentang Perikanan.

Tidak itu saja, tersangka JW juga diduga menghapus sejumlah dokumen elektronik di dalam smartphone yang dia gunakan. Hal itu menyulitkan petugas dalam proses penyelidikan. Akibat perbuatannya, tersangka dapat dikenai pasal 48 ayat 1 juncto pasal 32 ayat UU/11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Karena ada suatu informasi di handphone-nya yang dihilangkan oleh yang bersangkutan, dihapus. Baik berbentuk video maupun chat," kata kapolres didampingi pihak Syahbandar Perikanan dan BKSDA Madiun.

Sementara itu, JW mengaku iseng saat mengunggah penampakan lumba-lumba tersebut. “Ya tujuannya cuma iseng aja,” ujarnya.

Kala itu JW merasa heran. Pasalnya, selama dirinya bekerja di kapal ikan belum pernah mendapati lumba-lumba terperangkap jaring. Apalagi jumlahnya smapai 7 ekor. Spontan konten tersebut dia unggah ke media sosial. 

 

 

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…