Ditahan 5 Tahun, Advokat Prof Kaligis, Dimohonkan Remisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi memprihatinkan OC Kaligis di penjara.
Kondisi memprihatinkan OC Kaligis di penjara.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Prof. DR. Otto Cornelis Kaligis, SH, dimintakan remisi dan dibebaskan dari penjara. Advokat senior ini telah menjalani masa hukuman di Lapas selama 5-6 tahun dalam kasus korupsi suap. Permintaan ini juga mempertimbangkan umur telah lebih dari 80 tahun. Keahliannya sangat dibutuhkan para pegawai dan pengacara di kantornya serta muridnya yang memerlukan bimbingan dan pelajaran. Ini pertimbangan hukum maupun kemanusiaan, syarat untuk mendapat pembebasan.

Demikian permohonan DR. Hamdan Zoelva, SH, MH, sebagai salah seorang yang pernah menimba ilmu dan bergabung di Kantor OC Kaligis and Associates. Saat ini Prof. DR. Otto Cornelis Kaligis, SH, adalah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung.

“Semua Advokat yang tergabung dalam Kantor Pengacara OC Kaligis dan Associates mengajukan permohonan pembebasan OC Kaligis kepada Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat,”

Demikian surat dengan bernomor: 16/OCK/I/2022, tertanggal 7 Januari 2022 untuk Caligie agar mendapat remisi dan dibebaskan.

Tak hanya para Advokat yang masih aktif, sederet nama besar yang pernah menimba ilmu dan para sahabat OC Kaligis.

Mereka diantaranya, eks Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Amir Syamsuddin, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, Guru Besar Hukum Internasional di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, mantan Hakim Agung Djohansyah dan Arbijoto.

Juga ada Ketua Umum DPN Peradi SAI Juniver Girsang, Maman, Dea Tunggaesti, Anis Rifai, Mulyadi, Farida Sulistyani, Haghia Sophia Lubis, Bharata Ramadhan. Dan puluhan pengacara yang pernah mendapatkan beasiswa dari OC Kaligis.

Dalam surat permohonan yang ditandatangani Desyana, Anny Andriani, Yuliana dan Fernandes Ratu ini menyatakan untuk permohonan remisi dan hak-hak lainnya sebagaimana diatur dalam UU Pemasyarakatan tidak diperlukan campur tangan KPK. Otoritas penuh, berada hanya ditangan Menkumham, permohonannya melalui Kalapas.

Menurut tim penulis buku “Remisi Tanpa Diskriminasi” ini, kewenangan untuk memberikan remisi adalah menjadi otoritas penuh Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang dalam tugas pembinaan terhadap warga binaannya dan tidak bisa diintervensi oleh lembaga lain. Apalagi bentuk campur tangan yang justru akan bertolak-belakang dengan semangat pembinaan warga binaan.

Artinya, lembaga pemasyarakatan di dalam memberikan penilaian bagi setiap narapidana untuk dapat diberikan hak remisi harus dimulai sejak yang bersangkutan menyandang status warga binaan, dan bukan masih dikaitkan dengan hal-hal lain sebelumnya,” demikian isi salah satu pernyataan dalam surat permohonan yang ditujukan ke Kalapas Sukamiskin.

“Seandainya tidak ada campur tangan KPK, pemohon yakin OC Kaligis, seperti warga binaan lainnya telah bebas, kembali berkarya dalam di bidang hukum,” lanjutnya. n bd, er

Berita Terbaru

Wali Kota Eri Cahyadi Larang Kegiatan Donasi Melibatkan Hewan di Tempat Wisata

Wali Kota Eri Cahyadi Larang Kegiatan Donasi Melibatkan Hewan di Tempat Wisata

Senin, 28 Sep 2026 14:51 WIB

Senin, 28 Sep 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral kondisi kucing donasi yang lemas dan tampak tidur terus kini menjadi sorotan. Menindaklanjuti kejadian…

Perkuat Karakter Kemanusiaan, Pemkot Surabaya Bakal Wajibkan Ekstrakurikuler PMR di SD-SMP

Perkuat Karakter Kemanusiaan, Pemkot Surabaya Bakal Wajibkan Ekstrakurikuler PMR di SD-SMP

Senin, 28 Sep 2026 13:59 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam memperkuat karakter kemanusiaan generasi muda sejak dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah…

Tahun Depan, Pemkot Wacana Samakan Pakaian Batik dan Olahraga Sekolah Negeri

Tahun Depan, Pemkot Wacana Samakan Pakaian Batik dan Olahraga Sekolah Negeri

Senin, 28 Sep 2026 13:53 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mulai tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyamakan pakaian batik dan olahraga untuk siswa SD dan SMP negeri.…

Atasi Masalah Sampah, Pemkab Magetan Dorong Pembentukan Karakter Kebersihan Sejak Dini di Sekolah

Atasi Masalah Sampah, Pemkab Magetan Dorong Pembentukan Karakter Kebersihan Sejak Dini di Sekolah

Senin, 28 Sep 2026 13:47 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya dalam menangani permasalahan sampah daerah, Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat menyoroti bagaimana budaya masyarakat di…

Bertabur Seniman Kreatif, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-30 Masuk KEN 2026

Bertabur Seniman Kreatif, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-30 Masuk KEN 2026

Senin, 28 Sep 2026 13:46 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Selama 6 hari berturut-turut, Pemkab Trenggalek sukses menggelar Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30, dengan…

Penderita ISPA di Trenggalek Mulai Naik, Dinkes Catat Tembus 12.809 Orang

Penderita ISPA di Trenggalek Mulai Naik, Dinkes Catat Tembus 12.809 Orang

Senin, 28 Sep 2026 13:36 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Hingga minggu ke-36 tahun 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten…