Ini Saatnya Surabaya Kembangkan Wisata Halal!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Mushalla di Ciputra World Surabaya. SP/Semmy Mantolas
Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Mushalla di Ciputra World Surabaya. SP/Semmy Mantolas

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan agar pemilik mal atau pemilik tempat belanja menyediakan tempat ibadah bagi umat Islam atau mushalla.

Hal ini disampaikannya saat meresmikan executive musala “An-Nur” di lantai 4 Mal Extension Ciputra World Surabaya, Jumat (21/01/2022).

"Diusahakan harus ada musalanya, karena umat islam itu shalatnya 5 waktu, dan terkadang sering lupa waktu kalau sudah masuk mall," kata Eri Cahyadi.

Peryataan Eri Cahyadi terkait penyediaan tempat ibadah di mall pun mendapat respon positif dari Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga, Prof. Drs. H. Tjiptohadi Sawarjuwono M. Ec. Ph.D, Ak.

Menurut Prof. Tjipto, penyediaan tempat ibadah di tempat umum ataupun pusat perbelanjaan mampu menarik perhatian konsumen khususnya bagi yang beragama islam.

Lebih katanya, penyediaan tempat ibadah merupakan salah satu indikator dalam pengembangan wisata halal atau halal tourism.

"Saya kira itu bagus, hanya bagi saya jangan cukup di penyediaan tempat ibadah. Kalau pemerintah mau menaikan ekonomi, ini saatnya Surabaya kembangkan pariwisata halal," kata Prof. Tjipto kepada Surabaya Pagi, Jumat (21/01/2021).

Pengembangan wisata halal di Surabaya dianggapnya sangat menjanjikan. Mengingat, Surabaya merupakan jantung dari Jawa Timur. Ia pun membandingkan kota Malang yang saat ini tengah mengembangkan wisata halal.

Tahun 2018 ketika Malang membranding wisata halal terjadi lonjakan wisatawan asing khususnya yang beragama Islam. Data dari Kemenparekraf, tahun 2018 ada sekitar 15 ribu wisman Islam yang berkunjung ke Malang. Angka tersebut naik antara 12 hingga 16 persen dibandingkan tahun 2017.

"Padahal Malang itu tidak punya bandara internasional loh. Hanya dengan branding wisata halal, semua wisatawan datang ke sana. Surabaya juga bisa sebetulnya, kita sudah punya modal untuk itu. Tinggal bagaimana kesanggupan pemerintah, mau atau tidak," katanya.

Sebagai informasi, untuk pengembangan wisata halal, selain penyediaan tempat ibadah, restoran dan hotel juga harus memiliki standar kehalalan. Hal ini juga berkaitan erat dengan masalah kesehatan dan higienitas.

Untuk tempat ibadah sendiri, bila dilakukan perbandingan, data dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) kota Malang hanya memiliki sekitar 77 masjid, yang terdiri dari Masjid Besar sebanyak 1 masjid, Masjid Jami sebanyak 9 masjid dan Masjid Umum sebanyak 67 masjid.

Sementara Surabaya, memiliki  sekitar 426 masjid, yang terdiri dari Masjid Raya sebanyak 2 masjid, Masjid Agung sebanyak 1 masjid, Masjid Besar sebanyak 2 masjid, Masjid Jami sebanyak 35 masjid, Masjid Umum sebanyak 373 masjid dan Masjid Bersejarah sebanyak 13 masjid.

"Apalagi kita (Surabaya_red) punya beberapa wisata religi. Ini kalau dikelola dengan baik, diintegrasikan mulai dari kulinernya, tempat penginapan atau hotelnya, sampai pada layanan pun dilakukan dengan model halal, hakulyakin kita bisa jadi pusatwisata halal di Jawa Timur," katanya.

"Jadi yang rubah itu sistemnya ya, jadi bukan upaya untuk merubah orang ikut ajaran Islam. Beda dua hal itu. Jangan disamakan," tambahnya.

Sebagai tambahan, Kemenparekraf telah memproyeksikan di tahun 2026, kunjungan wisatawan muslim ke Indonesia akan mencapai 230 juta dengan transaksi pembelanjaan hingga USD 180 miliar.

Bila Surabaya berani mengambil peluang tersebut dengan membangun konsep wisata halal dari sekarang, kemungkinan besar dimasa depan pendapatan daerah akan banyak berasal dari sektor pariwisata.

"Jadi itu tadi yang saya bilang, kita sudah punya modal itu, peluang juga sudah ada. Tinggal bagaimana kita mengelolanya menjadi keberuntungan dimasa depan," pungkasnya. sem

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…

Menkes "Angkat Tangan" Soal Mutasi Ketua Umum IDAI

Menkes "Angkat Tangan" Soal Mutasi Ketua Umum IDAI

Rabu, 25 Feb 2026 19:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:32 WIB

Konsultan Senior Jantung Anak Merasa Keputusan Mutasinya Dilandasi 'abuse of power'      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) me…

Impor Mobil Pikap Senilai Rp 24,66 Triliun asal India, Ribut

Impor Mobil Pikap Senilai Rp 24,66 Triliun asal India, Ribut

Rabu, 25 Feb 2026 19:30 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:30 WIB

Importir PT Agrinas Pangan Nusantara, Siap Digugat dan Dipermasalahkan   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ribuan mobil pikap asal India resmi mendarat di …