Lagi, 60 Korban Investasi Bodong Senilai Rp 2,5 Miliar Tuntut AR Kembalikan Uangnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para Korban saat mendatangi Kantor  Pengacara Wellem Mintarja menyerahkan berbagai bukti transaksi investasi dengan reseller AR. SP/MUHAJIRIN
Para Korban saat mendatangi Kantor Pengacara Wellem Mintarja menyerahkan berbagai bukti transaksi investasi dengan reseller AR. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Baru beberapa hari yang lalu sekitar 50 korban investasi bodong telah resmi melaporkan salah satu reseller JHN ke Polres Lamongan, kini laporan serupa segera akan dilayangkan, setelah ada 60 korban lagi dengan nilai kerugian mencapai Rp 2,5 miliar memberikan kuasa ke pengacara Wellem Mintarja untuk melaporkan AR warga Turi reseller lainnya.

Puluhan korban ini datang di Kantor Wellem Mintarja di Jalan Raya Deandles Paciran secara bergantian. Mereka datang dari berbagai pelosok Lamongan, sebagian dari Tuban, Bojonegoro, Gresik, Mojokerto, Malang, Tangerang, Cirebon,  dan Kalimantan Tengah.

"Iya ada banyak sekali korban berdatangan di kantor memberikan kuasa ke saya untuk menangani kasus yang sudah banyak menyita perhatian masyarakat atas dugaan penipuan dan penggelapan yang berkedok investasi," kata Wellem Mintarja kepada surabayapagi.com, Kamis (27/1/2022).

Disebutkannya, mereka datang silih berganti, dengan membawa berbagai bukti transfer sejumlah uang dan bukti chatting serta bukti sejumlah promo yang disebar reseller ke para korban. "Mereka yang datang ke kami ini masih  dalam satu jaringan dibawa komando reseller AR dalam menjalankan aksinya," terjangnya.

Dalam aksinya member/para korban mengikuti investasi bodong ini melalui salah satu reseller berinisial AR. Mereka setiap member mentransfer atau memberikan sejumlah uang dengan tunai dari nilai paling kecil Rp 2 juta hingga ada yang sampai menanamkan modalnya 234 juta.

"Nilai yang ditanamkan oleh para korban beragam, dari mulai Rp 2 juta hingga Rp 200 jutaan, bahkan ada yang sampai Rp 234 juta dengan iming-iming mendapatkan hasil yang lebih besar seperti yang dijanjikan dalam waktu 10 hari," kata Wellem.

Namun janji dan iming-iming hanyalah janji dan itu hanyalah modus yang dilakukan oleh AR dalam upaya meraup untung yang lebih besar. Meski satu dua kali janji yang pernah disampaikan ke member direalisasikan, namun itu hanyalah trik mereka untuk mempengaruhi para member menanamkan modalnya lebih besar dengan iming-iming hasil yang lebih besar. 

Setelah banyak yang menanamkan modalnya, dan uang yang didapat juga cukup besar kata Wellem, terduga AR sudah sering tidak merealisasikan seperti janji dan komitmen yang dibangun selama ini. "Cerita para korban seperti itu," ungkapnya.

Puncaknya, kecurigaan para korban kalau AR bersama owner-nya Samudra Zahrotul Bilad (21) yang sudah ditetapkan sebagai, adalah menjalankan investasi abal-abal terkuat, setelah adanya seminar di salah satu hall yang ada di Lamongan yang berakhir kisruh, hingga tersangka diamankan oleh Polres Lamongan saat itu.

Segala upaya sudah dilakukan oleh para korban salah satunya meminta kembali uang dengan cara baik-baik. Namun hal itu tidak pernah terealisasi. Bahkan dari pengakuan para korban, AR sekarang ini jarang-jarang di rumah infonya sekarang ini sering di Surabaya dan Mojokerto. "Kabarnya AR jarang di rumah mereka berpindah-pindah tempat terkadang di Lamongan, terkadang di Surabaya dan Mojokerto," jelasnya.

Wellem berharap AR untuk segera menemui membernya dan bertanggung jawab atas uang yang sudah mereka bawa, sebelum persoalan ini dilaporkan ke pihak berwajib. "Kami masih memberikan kesempatan kepada AR untuk bertanggung jawab dan mengembalikan uang member, kalau tidak dalam waktu dekat saya akan laporkan mereka ke Polres Lamongan seperti JHN reseller lainnya," kata Wellem.

Wellem memastikan, bahwa AR dan para pelaku lainnya yang turut serta dalam penipuan ini bisa dijerat hukum. Menurutnya, apa yang mereka lakukan telah memenuhi unsur tindak pidana sesuai Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan atau Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. jir

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…