Blusukan, Jokowi Berani Lepas Masker

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jokowi tampak tak memakai masker saat blusukan di Taman Balaikambang
Jokowi tampak tak memakai masker saat blusukan di Taman Balaikambang

i

SURABAYAPAGI.COM, Solo - Ada momen tak bisa saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan di Kota Solo, Kamis (26/5/2022). Orang nomor satu di Indonesia ini tampak beberapa kali melepas masker. Sebaliknya, putra sulungnya yang juga merupakan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka terlihat tetap mengenakan masker saat mendampingi Jokowi.

Jokowi tampak tidak menggunakan masker saat mengunjungi Taman Balaikambang, Solo, selama kurang lebih 30 menit. Di Taman Balaikambang, Presiden Jokowi berinteraksi dengan pelaku kesenian wayang orang. Dia juga mengelilingi kawasan Balaikambang, membagikan kaus, serta amplop pada pengunjung.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi didampingi langsung oleh Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Meski presiden melepas masker, tampak Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tetap mengenakan maskernya sepanjang kegiatan berlangsung.

 

Diingatkan

Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo angkat bicara terkait kebijakan pelonggaran lepas masker, yang ternyata dipraktekkan langsung oleh Jokowi.

"Hendaknya narasi yang dibangun soal pelonggaran masker adalah sebagai anjuran. Mengingat, terbangun anggapan masyarakat bahwa di luar ruangan sudah bebas masker," ujarnya, kemarin.

Menurutnya, itu juga mesti berhati-hati. Padahal, presiden juga menyampaikan bahwasanya pelonggaran masker diperbolehkan bila tidak berkerumun. Khususnya tidak diperbolehkan bagi masyarakat yang rentan terkena Covid-19.

“Atau orang yang sedang sakit seperti batuk, pilek, dan gejala yang menunjukan penyakit Covid-19 harus memakai masker. Baik di dalam maupun luar ruangan,” ucap Windhu.

Windhu menambahkan, seharusnya ada narasi tambahan. Terutama yang menginformasikan jika di dalam ruangan atau tempat tertutup maupun transportasi publik tetap masih wajib memakai masker. Misalnya di sekolah, rumah ibadah, kantor, dan pabrik.

Sementara di luar ruangan, sebaiknya ada narasi yang lain. Yang mengisyaratkan, penggunaan masker di luar ruangan tetap dianjurkan. Dalam kondisi tertentu, tidak berkerumun atau ada kepadatan, diperbolehkan membuka masker di luar ruangan.

“Kalau orang lebih suka pakai masker ya tetap lakukan. Jadi, seharusnya penggunaan narasinya berupa anjuran. Nah narasi itu tidak ada ketika presiden mengumumkan itu,” ujarnya.

Bisa tidak memakai masker ketika olahraga, makan, bersepeda dan kegiatan lainnya yang tidak menunjukan adanya kerumunan. Namun, kelompok masyarakat yang rentan tetap wajib menggunakan masker. Termasuk orang yang sedang sakit.

“Namun, ketika narasi tersebut disampaikan, orang yang sakit batuk pilek seolah-olah diperbolehkan keluar ruangan meski menggunakan masker. Padahal, awal pandemi kita menggolongkannya ke dalam kasus suspect,” ucap Windhu.

 

Masih Vital

Berdasarkan survey, ternyata, 90 persen masyarakat justru masih ingin menggunakan masker. Hal ini merujuk pada data yang diunggah di akun Instagram resmi Continuum.

"Sekalipun pemerintah sudah memberlakukan pelonggaran pakai masker di ruang terbuka, ternyata lebih dari 90% warganet memilih untuk tetap pakai masker," tulis Continuum dalam sebuah unggahan Instagram, Rabu (25/5).

Banyak yang terlanjur nyaman dan memilih tetap memakai masker. Sementara itu sebanyak 0,9 persen orang yang setuju melepas masker beranggapan bahwa mereka akhirnya bisa kembali bernapas dengan lega sekaligus meminimalisir limbah yang berasal dari penggunaan masker selama ini. sl,min,ham

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…