Sidang Etik Segera Digelar BK DPRD Gresik, Nur Hudi dan Nasir Terancam Hukuman Berat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan dan Nur Saidah memberi keterangan kepada sejumlah awak media usai mengikuti rapat interna Badan Kehormatan. SP/Grs
Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan dan Nur Saidah memberi keterangan kepada sejumlah awak media usai mengikuti rapat interna Badan Kehormatan. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Muhammad Nasir, anggota DPRD Gresik dari Fraksi Nasdem resmi menerima SK pemberhentian sementara dari kedudukannya sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik. SK disampaikan dalam rapat internal anggota BK yang dihadiri dua pimpinan dewan, Mujid Riduan dan Nur Saidah, Kamis (23/6).

Sebagaimana sudah diberitakan, Nasir  dicopot dari jabatannya karena terbukti ikut menghadiri pesta pernikahan manusia dengan seekor kambing yang digelar di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik pada 5 Juni lalu.

Pemberhentian Nasir diputuskan oleh para anggota BK setelah menerima pengaduan beberapa elemen masyarakat. Berdasarkan fakta-fakta pengadu, Nasir dinilai terbukti melanggar tata tertib dan kode etik dewan. 

Sanksi bagi Nasir belum berakhir dengan dicopotnya sebagai ketua BK, karena dia masih akan menghadapi sidang kode etik  sesuai pengaduan masyarakat. Sebagai teradu, Nasir tidak sendirian. Bersama rekan se-fraksinya, Nur Hudi Didin Arianto akan menjadi pihak teradu dalam sidang kode etik yang akan digelar anggota BK diperkuat pimpinan dewan, plus tenaga ahli yang diundang.

Menurut Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, sidang-sidang BK untuk "mengadili" Nasir dan Nur Hudi akan segera digelar menyusul telah ditetapkan jadwal persidangan pada hari ini (23/6). 

"Sebelum teradu diperiksa, sidang kode etik akan memanggil pihak-pihak yang mengadu untuk didengar keterangannya mulai Sabtu (25/6) mendatang.

Selain anggota BK, sidang juga akan diikuti pimpinan dewan dan tenaga ahli," ucap Mujid didampingi Wakil Ketua Dewan Nur Saidah usai mengikuti rapat internal anggota BK di ruang rapat pimpinan dewan.

Kendati tidak ingin berandai-andai tentang sanksi yang akan dijatuhkan kepada dua teradu sebelum disidangkan, baik Mujid maupun Nur Saidah mengungkapkan adanya sanksi bagi anggota dewan yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

Sanksinya ada tiga kategori. Yakni, ringan, sedang dan berat.

"Sanksi ringan bisa berupa teguran tertulis. Sanksi sedang teradu dapat diberhentikan dari jabatannya di alat kelengkapan dewan (AKD) atau dipindah ke AKD lain. Sedang sanksi berat dapat diberhentikan sementara sebagai anggota sampai menyelesaikan permasalahannya atau diberhentikan tetap," jelas Mujid Riduan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik.

Seperti diketahui, Muhammad Nasir yang juga ketua Fraksi Partai Nasdem mengaku diajak rekan fraksinya, Nur Hudi Didin Arianto mengikuti ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing bertempat di pesanggrahan milik Nur Hudi di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng pada 5 Juni lalu.

Buntut dari pernikahan nyeleneh tersebut MUI dan ormas-ormas Islam di Gresik mengeluarkan sikap bahwa kejadian itu tergolong penistaan agama.

Sejurus kemudian peristiwa itu juga dilaporkan beberapa elemen masyarakat ke Polres Gresik. Kasus ini bahkan sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan oleh penyidik Unit Pidana Umum Satreskrim. Namun para penyidik hingga kini masih merahasiakan nama-nama tersangka. Terbukti dengan dikirimnya SPDP ke pihak kejaksaan, tak satupun menyebut nama tersangka.

Berita Terbaru

Perketat MBG Sehat dan Layak, Pemkab Probolinggo Ingatkan SPPG Tertib Kelola Sampah

Perketat MBG Sehat dan Layak, Pemkab Probolinggo Ingatkan SPPG Tertib Kelola Sampah

Rabu, 04 Nov 2026 13:29 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi sehat dan layak kepada siswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Tekan Inflasi Tembus 3,66 Persen: Pemkot Madiun Perkuat Koordinasi Stok Pangan

Tekan Inflasi Tembus 3,66 Persen: Pemkot Madiun Perkuat Koordinasi Stok Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 13:15 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Hingga September 2026, inflasi year on year (yoy) di Kota Madiun tercatat mencapai 3,66 persen sehingga fenomena kenaikan inflasi…

19.030 Warga Magetan Idap Hipertensi, Dinkes: Mayoritas Lansia Rentang Usia 50-59 Tahun

19.030 Warga Magetan Idap Hipertensi, Dinkes: Mayoritas Lansia Rentang Usia 50-59 Tahun

Rabu, 04 Nov 2026 13:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Hingga September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mencatat sebanyak 19.030 warga Magetan, terdeteksi mengidap hipertensi atau…

Heboh! Penemuan Artefak Jobong Kuno di Lahan Pembangunan Milik Warga Jombang

Heboh! Penemuan Artefak Jobong Kuno di Lahan Pembangunan Milik Warga Jombang

Rabu, 04 Nov 2026 13:04 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Baru-baru ini, warga di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang mendadak heboh pasca adanya penemuan benda yang…

Perluas Akses Hunian Layak, Pemkab Jombang Kebut Penanganan Program RTLH

Perluas Akses Hunian Layak, Pemkab Jombang Kebut Penanganan Program RTLH

Rabu, 04 Nov 2026 12:55 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pemerintah Kabupaten…

Anggaran Rp900 Juta, Pemkab Jombang Matangkan Lapak Sementara Pasar Cukir

Anggaran Rp900 Juta, Pemkab Jombang Matangkan Lapak Sementara Pasar Cukir

Rabu, 04 Nov 2026 12:24 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Guna mematangkan pembangunan lapak semipermanen Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mulai…