Analisis Kriminal

"Ini Tembak-Menembak atau Penembakan..."

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komjen (Purn) Ito Sumardi
Komjen (Purn) Ito Sumardi

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jujur, kasus ini menurut saya kriminal biasa. Kalau tembak menembak, logikanya kan ada penyebabnya. Hal pertama kenapa bisa terjadi tembak menembak?, atau kah memang ada tembak menembak atau hanya penembakan saja?.

Kayaknya, kita terlalu banyak bermain isu liar. Akhirnya dispekulasi di tengah masyarakat.

Saya menilai jika kasus ini semakin berkembang liar lantaran masyarakat masih awam atas hal ini.

Terlebih, pengungkapan suatu kasus harus ada pembuktian yang dimulai dari pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang secepatnya harus diolah.

Juga diamakan dengan police line, kemudian juga tidak ada tenggang waktu, kenapa? Karena mana kala TKP rusak, itu akan sangat mempengaruhi kecepatan penanganan perkara. Karena pengolahan TKP ini akan ada bukti-bukti yang terkait, jadi kan harus dibuktikan.

Selain itu, saya menganggap kalau salah satu faktor kasus ini kemudian berkembang liar di masyarakat adalah karena kemungkinan salah satu pernyataan dari pejabat yang bertanggung jawab untuk penanganan kasus tersebut.

Di mana diakuinya pernyataan itu? Menurut kesan saya di masyarakat terlalu cepat menyimpulkan.

Seolah-olah ada sesuatu yang terjadi, padahal belum dibuktikan, belum ada pembuktian. Nah kemudian berkembang lagi terus dengan berita-berita masukan dari dalam maupun dari luar, sehingga kasus ini jadi rumit.

Karenanya, menurut saya, pada akhirnya ada kesan bahwa ada satu skenario yang dibuat untuk melindungi seseorang.

Sehingga, setelah ada desakan masyarakat bahkan dari Presiden Jokowi dan Menko Polhukam Mahfud MD, Kapolri langsung membentuk tim khusus.

Di sini juga penunjukan tim khusus juga, kenapa harus Wakapolri? Karena ada kemungkinan para pelaksananya yang melakukan penyidikan lanjutan ini.

 

(mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Dr. Ito Sumardi,dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (21/7/2022).

Berita Terbaru

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI.com : Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juara Thailand Open 2026! Leo/Daniel mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dua gim langsung,…

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember kembali melaksanakan kegiatan rutin Olahraga Sore Bersama (OSMA) yang digelar di Jember Sport Garden, Rabu…

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

surabayapagi.com :  Karnaval SCTV 2026 di Kabupaten Jember sukses menyedot perhatian puluhan ribu warga. Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa gelaran …

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga tembus Rp…

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 12-13 Mei 2026 lalu. Ia menjadi…

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Dalam OC Index 2025, Indonesia menempati peringkat 19 penegakan hukum terburuk di Asia dengan skor 4,0. Indonesia kalah jauh dari Thailand…