SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jujur, kasus ini menurut saya kriminal biasa. Kalau tembak menembak, logikanya kan ada penyebabnya. Hal pertama kenapa bisa terjadi tembak menembak?, atau kah memang ada tembak menembak atau hanya penembakan saja?.
Kayaknya, kita terlalu banyak bermain isu liar. Akhirnya dispekulasi di tengah masyarakat.
Saya menilai jika kasus ini semakin berkembang liar lantaran masyarakat masih awam atas hal ini.
Terlebih, pengungkapan suatu kasus harus ada pembuktian yang dimulai dari pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang secepatnya harus diolah.
Juga diamakan dengan police line, kemudian juga tidak ada tenggang waktu, kenapa? Karena mana kala TKP rusak, itu akan sangat mempengaruhi kecepatan penanganan perkara. Karena pengolahan TKP ini akan ada bukti-bukti yang terkait, jadi kan harus dibuktikan.
Selain itu, saya menganggap kalau salah satu faktor kasus ini kemudian berkembang liar di masyarakat adalah karena kemungkinan salah satu pernyataan dari pejabat yang bertanggung jawab untuk penanganan kasus tersebut.
Di mana diakuinya pernyataan itu? Menurut kesan saya di masyarakat terlalu cepat menyimpulkan.
Seolah-olah ada sesuatu yang terjadi, padahal belum dibuktikan, belum ada pembuktian. Nah kemudian berkembang lagi terus dengan berita-berita masukan dari dalam maupun dari luar, sehingga kasus ini jadi rumit.
Karenanya, menurut saya, pada akhirnya ada kesan bahwa ada satu skenario yang dibuat untuk melindungi seseorang.
Sehingga, setelah ada desakan masyarakat bahkan dari Presiden Jokowi dan Menko Polhukam Mahfud MD, Kapolri langsung membentuk tim khusus.
Di sini juga penunjukan tim khusus juga, kenapa harus Wakapolri? Karena ada kemungkinan para pelaksananya yang melakukan penyidikan lanjutan ini.
(mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Dr. Ito Sumardi,dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (21/7/2022).
Editor : Moch Ilham