Politisi Gerindra Kaitkan Mega, dengan Dukun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tak disangka-sangka Wakil Ketua Pembina Partai Gerindra Desmond Junaidi yang dulu dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati, bikin pernyataan klenik. Desmond mengomentari usul Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang meminta agar nomor urut partai politik (parpol) tak diubah untuk Pemilu 2024.

Desmond menilai pendapat Megawati itu didapatkan usai berkonsultasi dengan dukunnya. "Bu Mega itu berpendapat mungkin hasil konsultasi dengan dukun ya? Ya, karena nomor 3 (nomor PDIP di Pemilu 2019) bagus, beliau sampaikan sesuai dengan pesan dukun kan," kelakar Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/9).

Ia melanjutkan candaan itu dengan mengaku akan bertanya pada dukun terkait keberuntungan nomor urut Gerindra pada Pemilu 2019 lalu.

"Ya kita bertanya pada dukun, Bu Mega pada dukun, Gerindra juga dengan dukunnya," imbuh Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

 

Penghematan Anggaran

Pasalnya, Desmond menganggap alasan penghematan anggaran tak terlalu signifikan. Sebab, saat ini anggaran sudah disusun dan tinggal diproses di Komisi III DPR. Meski demikian, ia menyebut masih menunggu pendapat jelas pemerintah.

"Kita lihat ya, kan belum jelas pendapat pemerintah. Wawancara saja Kemenkumham, apa maunya pemerintah, nanti kita akan diskusikan apakah sesuai dengan nomor urut atau diundi lagi," papar Desmond.

 

Usulan Megawati

Sebelumnya, Megawati mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 tak diubah untuk Pemilu 2024 dan berikutnya.

"Jadi dari pihak PDI Perjuangan, kami mengusulkan kepada KPU untuk melihat kembali, karena ini mengikat dengan masalah perundangan, tapi pengalaman dua kali pemilu, sebenarnya yang namanya tanda gambar itu, nomor itu, sebenarnya saya katakan kepada bapak presiden dan ketua KPU dan Bawaslu, bahwa itu terlalu menjadi beban bagi partai," kata Megawati dalam keterangannya di Seoul, dikutip Sabtu (17/9).

Ide itu pun disambut oleh KPU yang menyatakan bakal membahas usulan soal nomor urut partai tak perlu diubah di Pemilu 2024 dalam rapat internal.

 

PKB Setuju Usulan Mega

Demikian juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Cak Imin, panggilan Muhaimin Iskandar setuju dengan usulan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri soal penomoran partai politik (parpol) di Pemilu 2024 tidak diubah.

Menurutnya, usul tersebut menarik dan bisa membuat irit biaya. "Usulan menarik dan irit karena bendera kita juga masih nomor lama tinggal, tinggal pakai lagi sisa-sisa," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/9).

Ia memandang, ada dampak positif jika nomor urut peserta pemilu yang lama tidak diganti. Cak Imin pun meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mempertimbangkan usulan Megawati sebagai hal positif. n erc/rmc

Berita Terbaru

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sebuah rumah di kawasan Dharmahusada Permai, Surabaya, menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan sindikat penipuan daring l…

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Mantan Wali Kota Madiun Maidi menghadapi tuntutan berat dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang ditangani Komisi P…

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…