Jokowi Abaikan Saran Epidemiolog

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintahannya tak mau meniru Biden, yang cepat-cepat hentikan wabah Covid-19. Jokowi juga tak mau mendengar saran Epidemiolog FKM Universitas Indonesia Pandu Riono yang mengusulkan agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berkaitan penyebaran virus Covid-19 disetop. Karena Pandu menilai pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali.

Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintahannya enggan buru-buru menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia telah berakhir. Menurutnya, Indonesia akan tetap mewaspadai potensi penyebaran virus corona.

Pernyataan Jokowi ini sekaligus merespons Presiden Amerika Serikat yang menyebut pandemi Covid-19 telah usai. Jokowi menegaskan tak ingin terburu-buru mengikuti langkah Biden.

“Kalau untuk Indonesia saya kira kita harus hati-hati, tetap harus waspada, tidak harus tergesa-gesa," kata Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Selasa (20/9/2022).

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, pada Selasa (20/9/2021) pukul 12.00 WIB terjadi penambahan 1.932 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan ini menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 4.192.695 orang terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020. Informasi ini disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 kepada wartawan dan juga bisa diakses publik melalui situs covid19.go.id. Pasien sembuh dan meninggal juga bertambah. Data menunjukkan bahwa ada penambahan pasien sembuh akibat Covid-19. Dalam sehari, jumlahnya bertambah 6.799 orang. Dengan demikian, jumlah kasus kesembuhan Covid-19 di Indonesia mencapai 3.996.125 orang.

Juga masih ada kasus meninggal akibat Covid-19. Pada periode 19-20 September, ada 166 pasien Covid-19 yang tutup usia.

 

Hanya WHO yang Berhak

Menurut Jokowi hanya Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yang bisa menyatakan pandemi telah selesai.

"Pandemi ini kan terjadi di seluruh dunia, dan yang bisa memberikan statement menyatakan pandemi selesai itu adalah WHO," ujarnya.

Jokowi juga meminta seluruh pihak tetap mewaspadai penyebaran Covid. Ia mengingatkan sebelumnya juga banyak negara yang kasus Covidnya melandai, namun tiba-tiba melonjak lagi.

 

Jaga Kehati-hatian

"Tidak usah segera menyatakan bahwa pandemi sudah selesai, saya kira hati-hati, ada di satu-dua negara yang Covid-nya juga mulai bangkit naik hati-hati, kehati-hatian yang harus diterapkan," ujarnya.

Sebelumnya Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di Amerika Serikat sudah berakhir walaupun Negeri Paman Sam masih harus berurusan dengan penyakit tersebut.

"Pandemi sudah berakhir. Kami masih punya masalah dengan Covid. Kami masih mengatasinya, tapi pandemi sudah berakhir," ujar Biden dalam acara bincang-bincang di CBS, seperti dikutip AFP, Senin (19/9).

Pernyataan Biden ini senada dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan bahwa akhir pandemi Covid-19 "sudah di depan mata."

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins yang dirujuk CNN, kasus Covid-19 di AS memang berangsur turun dalam dua pekan belakangan, hingga mencapai sekitar 65 ribu kasus per hari.

 

Pandemi Sudah Terkendali

Sementara Epidemiolog FKM Universitas Indonesia Pandu Riono menilai pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali.

"PPKM sudah tidak diperlukan lagi. Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali," kata Pandu dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (20/9/2022).

Menurut Pandu, status pandemi Covid-19 belum saatnya dicabut. Namun, Indonesia biasa bersiap-siap secara bertahap, salah satunya dengan pemberhentian PPKM tersebut. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mad…

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rak-rak di Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy Surabaya tidak hanya berisi makanan ringan, sambal, kerupuk, minuman, atau kerajinan tangan. Di b…

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com,Blitar - Kebakaran terjadi lagi, kali ini  rumah milik Alm. Bapak Abdul Rochim yang dihuni oleh anak cucunya di Jalan Semeru Kota Blitar yang …

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mencegah peredaran minuman beralkohol (mihol) secara ilegal sekaligus membatasi akses anak-anak dan remaja terhadap minuman…

Tegaskan Tak Ada Toleransi, Pemkot Surabaya Sanksi 58 ASN hingga September 2026

Tegaskan Tak Ada Toleransi, Pemkot Surabaya Sanksi 58 ASN hingga September 2026

Kamis, 01 Okt 2026 12:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sepanjang Januari hingga September 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mendisiplinkan dengan memberikan sanksi kepada…