Cegah Kekerasan di Pondok Pesantren, PWNU Jatim Bentuk 40 Posko Ramah Anak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi Logo Nahdlatul Utama.
Ilustrasi Logo Nahdlatul Utama.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) membentuk 40 pos koordinasi (posko) ramah anak yang tersebar di Jatim. Pembentukan posko ini bertujuan membantu pesantren dalam melakukan pengawasan, antisipasi, pencegahan dan penanganan cepat dan terarah. Termasuk mengantisipasi praktik kekerasan di pondok pesantren.

"Posko pesantren ramah anak akan kami resmikan dalam waktu dekat," kata Sekretaris PWNU Jatim Akh Muzakki, Kamis (22/9/2022).

"Melalui program ini diharapkan memberi tambahan jaminan bagi wali santri terkait keberadaan putra-putrinya di pesantren," imbuhnya.

Muzakki mengatakan, selama ini pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memberikan layanan pengajaran, pendidikan ilmu dan akhlak hingga memberi motivasi kehidupan. Karenanya, segala bentuk kekerasan terhadap harus dihindari.  

Langkah ini pun ditanggapi positif oleh pengelola pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib menyambut positif adanya posko ramah anak untuk pesantren. Sebab, dia pribadi menyatakan prihatin kalau ada kekerasan di ponpes.

"Kita semua tentu prihatin, peristiwa itu merupakan semacam peringatan kepada semuanya, terlebih kepada NU yang banyak pesantrennya," tutur Kiai Salam, cucu generasi Pendiri NU KH Bisri Syansuri.

Sementara itu, kasus kekerasan di pesantren belakangan ini juga mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk kalangan pengasuh pondok pesantren. Karena itu, mereka juga mendukung upaya konkret agar masalah kekerasan dan perundungan anak tidak terjadi di pondok pesantren di masa-masa mendatang.

"Saya mendukung adanya upaya konkret agar masalah kekerasan dan perundungan anak tidak terjadi lagi di pondok pesantren di masa mendatang," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu terjadi kasus penganiayaan di Pondok Darussalam Gontor Ponorogo sehingga menowasskan salah seorang santri. Santri tersebut tewas dianiaya seniornya di lingkungan pesantren seusai kegiatan perkemahan.

Pria yang akrab disapa Gus Salam itu menambahkan, bagi para ulama pesantren, kini pengasuh pondok pesantren memerlukan suatu cara yang sungguh-sungguh bisa diandalkan untuk mengelola santri yang tinggal di pesantren. Apalagi, pondok pesantren yang jumlah santrinya sampai belasan ribu.  

"Bisa dibayangkan bagaimana mengelola dan mengawasi sekian banyak santri, ini tentu bukan hal yang mudah. Tentu, pesantren telah membuat skema, manajemen dan lain sebagainya," tutur Gus Salam.

Perhatian PWNU terhadap ponpes mengingat NU dikenal memiliki jumlah pesantren terbanyak dibanding ormas Islam lainnya. Menurut data Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) atau Asosiasi Pondok Pesantren di bawah naungan NU, di Jawa Timur, terdapat lebih dari 6 ribu pondok pesantren, yang dikelola dari generasi ke generasi. sb

Berita Terbaru

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…