Pakar: Kurang Tidur Sebabkan Risiko Kematian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tidur kurang dari tujuh jam per malam terkait dengan semua penyebab risiko kematian.
Tidur kurang dari tujuh jam per malam terkait dengan semua penyebab risiko kematian.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Pakar tidur, Karen Yu, mengatakan bahwa tidur dengan bantal yang buruk dapat meningkatkan kemungkinan Anda terbangun di malam hari. Menurutnya, tidur yang terganggu dapat membuat orang merasa lelah dan lesu dalam jangka pendek.

"Kurang tidur memiliki dampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan kita dalam jangka panjang," ujarn Yu, seperti dilansir dari laman Express.

Sementara itu, dr Linsday Browning menjelaskan bahwa tidur sangat penting untuk umur panjang. Saat tidur, otak secara fisik memperbaiki tubuh dan mengatur hormon penting, yang mengontrol fungsi tubuh di siang hari.

"Jika kita tidak mendapatkan jumlah tidur yang tepat atau jenis tidur yang tepat dalam jangka panjang, maka tubuh tidak akan diperbaiki dengan baik di malam hari," ujarnya.

Dr Browning menjelaskan bahwa kualitas tidur yang baik diperlukan untuk membersihkan penumpukan plak amiloid yang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Ia menyoroti bahwa tidur kurang dari tujuh jam per malam terkait dengan semua penyebab risiko kematian.

"Anda lebih mungkin meninggal lebih awal karena alasan apa pun, dibandingkan dengan orang yang tidur antara tujuh hingga sembilan jam," ujarnya.

Dr Browning mengingatkan karena alasan tersebut, malam tanpa tidur yang teratur dan tidur yang terganggu tidak baik untuk kita. Kurang tidur juga dapat berdampak negatif pada suasana hati, yang dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

Karen Yu berbagi beberapa tanda Anda perlu mengganti bantal. Pertama, Yu menjelaskan bantal dirancang untuk meningkatkan keselarasan kepala, leher, dan tulang belakang yang sehat.

Jika Anda bangun dengan leher kaku, sakit kepala, dan migrain, itu bisa menjadi tanda bahwa bantal Anda perlu diganti. Tanda lain adalah ketika bantal gagal dalam "uji lipatan".

Caranya, lipat bantal menjadi dua dan tahan selama 30 detik. Saat Anda melepaskan bantal, bantal itu biasanya akan kembali ke bentuk normalnya.

Jika tidak kembali ke bentuk semula, Anda disarankan untuk mencari bantal yang baru. Selain itu, bantal yang tebal atau yang kurang empuk atau berbau juga perlu diganti.hlt/tdr

Berita Terbaru

Bos BPI Divonis 2 Bulan 10 Hari, Edward Raimond: Fair Trial Harus Dijaga sampai Tingkat Terakhir

Bos BPI Divonis 2 Bulan 10 Hari, Edward Raimond: Fair Trial Harus Dijaga sampai Tingkat Terakhir

Selasa, 20 Okt 2026 08:04 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 08:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Direktur Utama PT Bentang Persada Internusa (BPI), Santoso Utomo Tjioe, dijatuhi pidana dua bulan sepuluh hari penjara dalam p…

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Bali – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan m…

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memastikan tempat di final putra Campus League 2026 Futsal R…

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air L…

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo-Lima jenderal TNI turun langsung mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten…

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI com. Blitar - Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan…