Jauh-Jauh dari Bandung demi Tabur Bunga di Kanjuruhan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Malang-  Hilir mudik masyarakat masuk ke kawasan Stadion Kanjuruhan Malang masih terus terjadi hingga Minggu (9/10/2022). Tidak ada keriuhan, yang tampak adalah wajah-wajah muram dengan raut kesedihan. Seolah mendung tebal terus bergelayut di atas langit Malang.

Sisa serpihan kaca masih berserakan di beberapa titik di Stadion Kanjuruhan Malang. Coretan cat beragam dengan tulisan berisi pesan duka, kecaman sampai kekecewaan memenuhi sejumlah titik tembok stadion.

Tak sedikit pelajar, remaja sampai orang dewasa yang datang ke stadion membawa bunga. Mereka jongkok sejenak sembari berdoa lalu menabur bunga. Di bawah Patung Singa maupun di depan pintu keluar sektor 13.

Syal kebanggan Arema turut diletakkan di dekat taburan bunga.  Tidak sedikit yang menggelar doa bersama untuk 131 jiwa yang melayang kala pecah tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Wajah sembab dan tangis lirih jelas terlihat.

“Saya mendoakan semua yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi yang maha kuasa,” kata Budi, usai tabur bunga di pintu sektor 13.

Ronald, rekan Budi, mengaku tak tahu kelak akan kembali menonton pertandingan atau tidak saat Arema diperbolehkan menggelar pertandingan di kandang. Berharap peristiwa ini adalah yang terakhir kalinya terjadi tak hanya di Stadion Kanjuruhan, tapi juga di seluruh Indonesia. “Kami hanya ingin menonton sepakbola, ternyata ada peristiwa ini. Semoga ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Saban hari selalu digelar doa bersama oleh warga maupun komunitas Aremania. Tidak hanya di Stadion Kanjuruhan, tapi juga di banyak titik. Rencananya, puncak doa bersama digelar saat peringatan 7 hari tragedi itu di Stadion Kanjuruhan.

Suporter Persib Bandung, yang biasa disebut Bobotoh juga menyampaikan dukanya secara langsung di Kanjuruhan. Mereka mengadakan tabur bunga dan doa bersama di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (8/10/2022).

Saat ditemui awak media tiga suporter Bobotoh bernama, Rea, Bagoy dan Arsel dari Paguyuban Pasundan Kota Malang menyampaikan rasa duka yang mendalam dan prihatin atas terjadinya korban yang begitu banyak di Stadion Kanjuruhan Malang.

Hal ini ia ungkapkan pada saat acara silahturahmi akbar Paguyuban Pasundan Jawa Timur bertempat di kolam Waterboom Dusun Pateguan, Desa Argosari Jabung Malang.

"Saya juga meminta agar kasus ini bisa cepat terungkap siapa saja yang terlibat didalamnya dan kedepan tidak ada lagi pertandingan sepakbola yang menelan korban kembali," ujar Rea.

Lebih lanjut Rea mengatakan, kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang bisa kita ambil hikmahnya untuk para suporter semua agar kedepanya antar suporter bola lebih guyub dan rukun dan ini menjadi awal perdamaian seluruh suporter di Indonesia.  

"Saya berharap kepada panpel dan pihak keamanan untuk bisa mengantisipasi keadaan Stadion jangan sampai menampung penonton melebihi kapasitas yang ditentukan. Semoga kedepanya kita bisa pertandingan sepak bola dengan aman dan nyaman bersama keluarga," harap Rea

 

Fanatisme Sepakbola

Terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyoroti fanatisme sepakbola hingga penggunaan gas air mata di tragedi Kanjuruhan. Pasalnya, keberadaan stadion yang layak untuk pertandingan besar masih sedikit di Indonesia.

"Kecintaan terhadap klub yang berlebihan. Ini kan diawali dengan mereka kecewa, karena kalah sudah berapa kali. Dan di kandang (tempat sendiri) kan, orang itu selalu berharap bahwa main di kandang itu menang," ujar Zainudin dikutip dari detikcom, Minggu (9/10/2022) kemarin.

Fanatisme sepakbola di Indonesia, kata Zainudin, masih sangat bersifat kedaerahan. Jadi konflik bisa terjadi usai pertandingan. "Penggemar atau pendukung fanatik itu luar biasa. Sehingga kecewa, marah terhadap kekalahan itu. Kita masih ingat pada saat piala Menpora berakhir tahun 2020, bagaimana markasnya Persib rusak oleh suporternya. Itu kekecewaan yang berlebihan."

Zainudin menjelaskan pentingnya edukasi untuk suporter sepakbola. PSSI sendiri juga akan dilibatkan dalam proses edukasi para suporter klub sepakbola ini.

"Apalagi nih suporter ini dalam undang-undang keolahragaan, Undang-Undang Nomor 11 sudah ada pengaturannya. Bahkan mereka memang dikategorikan sebagai bagian dari klub," ujarnya.

Untuk menggapai seluruh suporter, kata Zainudin, agak sulit dibenahi. Karena itu, manajemen klub harus membuat struktur dengan dibentuk korwil (koordinator wilayah) suporter.

"Korwilnya, itu harus benar-benar harus diberi tanggung jawab dengan di wilayah itu. Kalau terjadi apa-apa, ini ada lho yang tanggung jawab," paparnya.

Selain fanatisme, Zainudin menyoroti keamanan stadion hingga penggunaan gas air mata di lapangan tertutup. Pasalnya, jumlah stadion yang sesuai dengan kriteria FIFA di Indonesia masih dalam hitungan jari.

"Ya, kalau Kanjuruhan ini kalau standar FIFA ya, itu belum standar. Kalau lihat itu, cuma memang ya, rata-rata stadion kita seperti itu di daerah daerah seperti itu dan hanya ada di beberapa tempat yang sudah standar. Saya kira ya harus diatasi betul oleh panitia dengan kondisi yang begitu," paparnya. mal/erl/am

Berita Terbaru

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Jombang - Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Korem 082/CPYJ meraih juara 1 Lomba Menembak Pistol Danrem 082/CPYJ Cup Kategori Eksekutif…

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik Iwan Susanto menilai keterangan saksi Daffa dan Noer Aflah dalam sidang ketujuh perkara dugaan korupsi dan…

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo bergerak cepat mengusut dugaan penganiayaan yang diduga d…

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jember — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikhyansah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program H…

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan Universitas Brawijaya (UB) terkait …

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Akui Pernah Titipkan Uang Rp50 Juta Lewat Ajudan…