Pinjaman Dagulir Macet 1,8 Miliar, Wali Kota Minta Warga Angsur Sedikit Demi Sedikit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mojokerto saat membuka monev dagulir dan piutang daerah tahun 2022.
Wali Kota Mojokerto saat membuka monev dagulir dan piutang daerah tahun 2022.

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar monitoring dan evaluasi dana bergulir (dagulir) dan piutang daerah tahun 2022 di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto, Senin (10/10) pagi.

Kegiatan yang dibuka Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari ini diikuti oleh 50 peserta dari debitur dagulir IKM dan UKM se-Kota Mojokerto serta menghadirkan nara sumber dari Kepala Seksi Bidan Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Aditya Budi Susetyo.

Walikota Ika Puspitasari dalam sambutannya mengatakan sejak dimulainya dagulir pada tahun 2004 hingga 2014, kerugian negara yang diakibatkan macetnya pembayaran dari pihak yang mendapatkan dagulir sebanyak Rp 1,8 miliar. Tunggakan tersebut menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di tiap tahunnya. Sehingga pada tahun 2015 penyaluran dagulir Kota Mojokerto akhirnya dihentikan.

"Agar dapat dimulai lagi, Pemkot Mojokerto wajib menyelesaikan tunggakan tersebut," jelasnya. Ning Ita sapaan akrab Walikota menyebut, macetnya dagulir lebih dikarenakan minimnya sosialisasi dan kekurangpahaman masyarakat terkait hak serta kewajiban atas dana pinjaman tersebut.

"Banyak yang tidak paham jika ini adalah pinjaman yang wajib dikembalikan lagi dengan cara diangsur. Sehingga akhirnya terjadi kemacetan pembayaran akibat ketidak tahuannya," tukasnya.

Untuk itu, petinggi pemkot ini berharap, masyarakat yang punya tanggungan bersikap kooperatif mau mengangsur sedikit demi sedikit. Agar piutang tersebut tidak muncul di Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dan program ini bisa dilanjutkan kembali di tahun berikutnya.

"Monggo diangsur sesuai kemampuan, yang penting ada komitmen dan niat kuat untuk mengembalikan. Petugas penagihan dari Diskopukmperindag akan datangi door to door, tolong diterima baik-baik dan jangan diusir," pintanya.

Sementara itu, dalam paparannya, Kasi Datun Kejari Kota Mojokerto, Aditya Budi Susetyo menjelaskan terkait konsekuensi hukum yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mengembalikan pinjaman dagulir. Diantaranya, sanksi perdata dan sanksi pidana.

"Permasalahan hutang piutang memang termasuk didalam ketentuan hukum perdata namun apabila dilakukan dengan kebohongan dan tipu muslihat maka termasuk didalam ketentuan hukum pidana, baik itu pidana umum maupun khusus," cetusnya. Dwi

Tag :

Berita Terbaru

Pajak tak Terpungut Capai Rp 567 triliun

Pajak tak Terpungut Capai Rp 567 triliun

Kamis, 24 Sep 2026 07:45 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 07:45 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan estimasi pajak yang tidak dipungut negara pada tahun ini mencapai Rp 567 triliun. Nilai…

Adopsi Kereta Wisata mewah Orient Express, Diluncurkan

Adopsi Kereta Wisata mewah Orient Express, Diluncurkan

Kamis, 24 Sep 2026 07:41 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 07:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kereta Nusantara Explorer diluncurkan pada 28 September 2026. Kereta wisata ini menawarkan perjalanan dengan mengangkat keindahan alam dan…

Hilirisasi Tembakau Jember Pusat Ekspor Cerutu Nasional

Hilirisasi Tembakau Jember Pusat Ekspor Cerutu Nasional

Kamis, 24 Sep 2026 05:50 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus menggenjot hilirisasi komoditas tembakau lokal untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing e…

Gus Fawait Pilih Pendopo Jember Jadi Ruang Dialog Hadapi Persoalan Warga

Gus Fawait Pilih Pendopo Jember Jadi Ruang Dialog Hadapi Persoalan Warga

Kamis, 24 Sep 2026 05:45 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM -Jember - Bupati Jember Gus Fawait menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan kepemimpinan yang responsif dan humanis melalui pendekatan…

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Madiun nonaktif, Maidi kini memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi mulai men…

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…