Liga 1 akan Dimulai 25-26 November 2022

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 13 Okt 2022 21:30 WIB

Liga 1 akan Dimulai 25-26 November 2022

Iwan Bule Akhirnya Minta Maaf

 

Baca Juga: Laga Pembuka Piala Eropa 2024, Jerman Ngevoor Skotlandia 1 1/2 Bola

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Paska terjadinya Tragedi Kanjuruhan, PSSI langsung berbenah. Hal ini dilakukan setelah menggandeng FIFA, AFC dan beberapa elemen dengan membentuk Tim Task Force Satgas Transformasi sepakbola Indonesia. Bahkan, usai membentuk Task Force Satgas Transformasi bersama FIFA dan AFC, PSSI mengagendakan, kompetisi sepakbola Indonesia Liga 1 akan digulirkan pada 25-26 November 2022 mendatang.

Kamis (13/10/2022) kemarin, tim Task Force Satgas Transformasi menyusun berbagai action plan disusun untuk mencegah insiden terulang. Ini adalah tindak lanjut dari upaya Presiden Joko Widodo yang sebelumnya sudah lebih dulu berkorespondensi dengan FIFA. Dari situ, FIFA kemudian memberikan lima saran untuk penyelenggaraan sepakbola Indonesia yang lebih baik.

Pertama yakni pada 17 Oktober akan dilakukan pengumuman Tim Task Force yang menyertakan Interpol hingga United Nation (PBB). Lalu 21 Oktober akan dilakukan pertemuan pertama Tim Task Force untuk membahas SOP (Standard Operating Procedure) penyelenggaraan sepakbola Indonesia.

Kemudian 27 Oktober, membuat draft SOP (Standard Operating Procedure) baru sebelum launching Football for Schools (program edukasi sepakbola FIFA buat anak-anak). Berlanjut di awal pekan Bulan November, akan dimatangkan action plan dan penyusunan road map.

Setelah itu, pekan kedua November adalah tahap finalisasi action plan dan roadmap. Setelahnya akan ada penyampaian ke publik dan stakeholder sepakbola pada 14 November.

Masalah ini juga kemudian akan dikomunikasikan ke forum G20 pada 15 November. Secara bersamaan akan digelar pelatihan dan edukasi Tahap 1 untuk para stakeholder dalam penerapan sistem baru laga Liga 1, di laga dan venue terpilih.

 

Liga 1 Mulai November

Dan terakhir, Liga 1 direncanakan akan digelar secara normal pada 25-26 November. Soal laga Liga 1 ini, sifatnya masih tentatif alias masih bisa berubah jadwalnya tergantung dinamika yang terjadi ke depannya. "Kami bersama pemerintah, FIFA, hingga AFC, akan membahas timeline tugas (Tim Task Force). Sudah disampaikan tadi, tanggal 17 (Oktober) akan digelar pertemuan antara FIFA, PSSI, dan AFC di Kuala Lumpur. tanggal 18 Presiden FIFA akan bertemu Presiden Jokowi dan PSSI di Jakarta. Pembahasannya, adalah komitmen FIFA dan pemerintah," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Sepakbola Indonesia perlu perombakan besar-besaran untuk mencegah Tragedi Kanjuruhan kembali terulang. Untuk itu dibentuk Tim Task Force dengan asistensi FIFA untuk membenahi penyelenggaraan sepakbola demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan laga sepakbola.

Kemudian FIFA dan AFC datang ke Indonesia untuk melakukan kolaborasi pembenahan sepakbola nasional. Dari kedatangan FIFA dan AFC inilah lahir inisiatif untuk membentuk Tim Transformasi Task Force.

"Hari ini (kemarin, red) saya akan menyampaikan hasil rapat bersama antara pemerintah FIFA, AFC, dan PSSI. Kami bersepakat membentuk Tim Task Force Satgas transformasi sepakbola yang berisi pemerintah, kemudian dari FIFA," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat memberikan keterangan, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga: Tim Sepak Bola Putri SDN Ketabang I Sukses Juarai Turnamen MilkLife Soccer Challenge di Surabaya

 

Iwan Bule Minta Maaf

Usai membentuk tim Task Force Satgas Transformasi Sepakbola Indonesia, Iwan Bule, sapaan Mochamad Iriawan, akhirnya meminta maaf dan mengakui tragedi Kanjuruhan merupakan tanggung jawab PSSI juga.

"Pertama-tama saya atas nama federasi (PSSI) memohon maaf atas apa yang terjadi. PSSI bertanggung jawab sepenuhnya dari kejadian ini," kata Iriawan.

"Bentuk tanggung jawabnya adalah, kami bersepakat membentuk Task Force atau Satgas (Satuan Tugas) transformasi sepakbola yang berisi pemerintah, kemudian dari FIFA," ujarnya menambahkan.

Iwan Bule yakin pembentukkan Tim Task Force bisa menjadi momentum perbaikan penyelenggaraan sepakbola Indonesia. Apalagi penyusunan langkah-langkah perbaikan mendapatkan asistensi langsung dari FIFA maupun AFC.

 

Baca Juga: Sukses 3 Kali Gelar Nobar, Kolaborasi Media Sosial dan Polres Pasuruan Kota Makin Mantap

Polri Siap Adopsi FIFA

Belajar dari tragedi Kanjuruhan, Polri siap mengadopsi standarisasi FIFA untuk memperbaiki keamanan di dalam stadion. Selama ini kepolisian menjadi salah satu pihak yang ikut mengamankan jalannya pertandingan sepakbola. Hanya saja, penanganan massa yang dilakukan kepolisian kerap dianggap kebablasan.

"Transformasi pembenahan sepakbola Indonesia menjadi topik kami tadi bersama FIFA yang bertindak sebagai advisor. Kami siap mendukung, men-support, dan kemudian langkah-langkahnya Polri sudah siap dengan penyusunan Peraturan Kepolisian (Perpol) untuk kemudian kami harapkan nanti penyusunannya bersama-sama dengan FIFA, AFC, dan PSSI," kata Asops Kapolri Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Berkaca ke liga sepakbola top Eropa, bahkan aparat tidak sampai masuk ke dalam stadion. Tapi pengamanan di dalam hanya dilakukan oleh steward yang biasanya merupakan warga sipil.

Pasalnya, berkaca pada tragedi Kanjuruhan, eks Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, mengaku kepada LPSK tak mengetahui aturan FIFA soal dilarang menggunakan gas air mata.

"Ketika dalam kesempatan singkat kami bertemu dengan Kapolres, Kapolres juga mengakui bahwa beliau tidak mengetahui aturan FIFA yang melarang penggunaan gas air mata," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu, Kamis (13/10/2022).

Edwin menyebut, AKBP Ferli juga melarang anggotanya untuk tidak melakukan kekerasan dalam melakukan pengamanan. Namun, Ferli tak melarang soal penggunaan gas air mata yang disebut sebagai pemicu banyaknya korban berjatuhan. erk/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU