SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan saldo pemerintah daerah (pemda) yang tersimpan di perbankan mencapai Rp223,8 triliun per September 2022. Angka ini menjadi rekor baru atau dana yang tertinggi sepanjang 2022 dengan kenaikan sebesar Rp 20,41 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa saldo pemda yang masih mengendap di bank sempat turun ke Rp193,4 trilun pada Juli 2022. Namun, jumlahnya kembali naik pada Agustus 2022 menjadi Rp203,4 triliun dan malah semakin tinggi pada bulan lalu.
“Dana pemda di bank masih sangat tinggi dan naik dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu mencapai Rp 223,8 triliun atau naik 10,04% dibandingkan posisi bulan lalu yakni Rp203,4 triliun,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Jumat (21/10/2022).
Sri Mulyani mengatakan, saldo dana pemda di perbankan masih belum juga mengalami tren penurunan. Berkaca dari pola belanja tahun-tahun yang lalu, ia meyakini bahwa penumpukan saldo pemda di perbankan masih akan terjadi pada Oktober dan November tahun ini. Dana itu baru akan berkurang signifikan pada akhir tahun.
Sebagai informasi, nilai saldo di bank berkaitan dengan kapasitas fiskal daerah terkait. Pemda dengan catatan saldo 'nganggur' yang tinggi bisa terjadi karena kapasitas fiskalnya yang memang sangat besar, atau karena realisasi belanjanya yang tidak optimal.
Sementara itu, daerah dengan nominal saldo 'nganggur' yang kecil bisa jadi belanjanya sudah optimal. Tidak menutup kemungkinan juga dia memiliki kapasitas fiskal yang kecil sehingga nominal saldo 'nganggur' kecil, meskipun belanjanya tidak optimal.
Otoritas fiskal mengungkapkan dua faktor utama makin tebalnya uang daerah tersimpan di perbankan. Faktor pertama adalah kinerja pendapatan asli daerah (PAD) yang meningkat.
"Masih tingginya saldo dana pemda di perbankan antara lain disebabkan kenaikan PAD yang cukup signifikan," tulis laporan APBN Kita edisi September 2022.
Kemudian, faktor kedua yaitu peningkatan saldo pemda di bank karena adanya kinerja belanja yang belum optimal.
Realisasi belanja APBD hingga akhir September 2022 masih minim dan belum mengalami perubahan tren peningkatan serapan belanja APBD pada penghujung tahun pada November dan Desember.
Adapun Jawa Timur masih menduduki wilayah yang memiliki saldo di perbankan tertinggi per September 2022 dengan nilai Rp29,65 triliun, sedangkan Sulawesi Barat memiliki saldo di perbankan terendah yakni senilai Rp1,07 triliun.
Berdasarkan provinsi, saldo tertinggi berada di Provinsi DKI Jakarta dengan nilai Rp 13,52 triliun dan terendah berada di Provinsi Sulawesi barat dengan nominal Rp 280,10 miliar. jk
Editor : Redaksi