Usai Cerai Dengan Suami, Rumah Perempuan di Petungroto Mojo Dirusak Mertua

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Nasib apes dialami Yufika Sari (21) warga Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Perempuan muda ini bersama ayahnya melapor ke Mapolresta Kediri, Senin (31/10/2022) setelah rumahnya dirusak oleh keluarga mertuanya.

Perusakan terjadi pekan lalu, Rabu (26/10/2022) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar 15 orang yang diduga dari keluarga suaminya datang beralasan untuk mengambil barang berupa genteng, asbes, kusen pintu dan jendela yang sudah terpasang di rumah Yufika.

Sejumlah orang tersebut membawa palu dan alat pertukangan. Mereka mengambil seluruh genteng yang terpasang dan melemparkannya ke bawah hingga mengakibatkan genteng rusak. Bahkan sebagian tembok juga dirusak dengan menggunakan palu untuk mengambil kusen pintu yang sudah terpasang melekat pada tembok. Perusakan itu diduga tak lain atas perintah Dugel mertua Yufika.

Informasinya, buntut persoalannya karena Yufika sudah bercerai dengan suaminya 4 bulan lalu. Perceraian itu membuat Dugel kesal. Sebab selama ini ia merasa sudah ikut andil dalam biaya pembangunan rumah anaknya. Meskipun rumah tersebut berdiri di tanah milik keluarga Yufika, Dugel tetap meminta ganti rugi ke keluarga besannya.

“Sebelumnya keluarga suami saya minta ganti rugi senilai Rp 30 juta. Saya tidak mampu, kemudian saya tawar Rp 15 juta. Karena tidak ada kesepakatan, akhirnya rumah ini dirusak oleh mertua saya dan dibawa barang-barang berupa kusen pintu dan jendela serta asbes,” ujar Yufika saat dikonfirmasi, Selasa (1/11/2022).

Atas kejadian itu, Yufika berasama ayahnya Senin (31/10/2022) datang ke Mapolresta Kediri untuk melapor kasus perusakan. Bahkan ia juga didampingi oleh lembaga bantuan hukum dari Bumi Indonesia Bersatu, Adv. Moch Mahbuba, SH.

Adv. Moch Mahbuba mengaku berharap kasus ini bisa segera diselesaikan. Pasalnya, selain perusakan ada trauma terjadi pada anak Yufika yang masih berumur 3 tahun. Sebab balita perempuan itu ikut menyaksikan rumahnya dirusak oleh mertuanya sendiri.

“Kita tetap bepegang teguh pada asas Equality Before The Law, semua manusia setara dimata hukum. Jadi jangan main hakim sendiri sehingga membuat kerugian orang lain. Jika dilihat dari kasus ini seharusnya pelaku dapat dijerat pasal perusakan. Bahkan kasus ini juga ada dampak psikologis pada anak yang saat itu menyaksikan rumahnya dirusak oleh keluarganya sendiri. Oleh karena itu kita akan mengawal kasus ini,” tegasnya. can

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…