Pemilu Harus Jadi Ajang Kontestasi Para Negarawan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah
Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Saya berharap para elite politik yang bakal maju dalam Pemilu 2024 mau bersikap negarawan.

Karena saya berharap para politikus yang memenangkan kontestasi Pemilu 2024 bisa memperbaiki situasi dan melanjutkan pembangunan di Indonesia.

Saatnya Pemilu 2024 menjadi ajang kontestasi para negarawan. Kami berharap suksesi kepemimpinan dalam Pemilu 2024 bisa menciptakan suasana baru di dalam masyarakat. Pasalnya, saat ini publik masih menyaksikan adanya pembelahan politik di dalam negara.

 Kita harus menghindari yang membuat masyarakat terbelah. Namun, untuk menghindari terjadinya pembelahan tersebut, negara harus hadir untuk menyatukan masyarakat dengan tidak terlibat dalam kontestasi.

Sebab kalau terlibat kontestasi, negara menjadi tidak berwibawa. Masyarakat pun, diharapkan bisa menjaga jarak dengan kontestasi agar bisa lebih obyektif.

Dan Muhammadiyah selama ini mengambil jarak. Terkait dengan isu politik identitas yang selama ini digaungkan para politikus, dirinya melihat adanya salah kaprah dalam melihat isu ini. Saya melihat selama ini politik identitas selalu diidentikkan dengan agama.

Padahal di identitas lain seperti kesukuan dan juga identitas politik juga ada problem. Sebagai contoh kasus di Papua.

Saya berharap agama bisa dijadikan energi konstruktif dalam menyatukan masyarakat. Menurut saya apabika ruang publik diisi dengan narasi negatif ya berakhir negatif.

Agama pun bisa menjadi hal negatif. Bahwa ada problem di antara umat beragama memang iya dan PP Muhammadiyah akan membantu mengatasi problem tersebut,” paparnya.

 Mengenai istilah moderasi agama yang selama ini digaungkan banyak pihak, saya berharap adanya dialog dengan berbagai pihak. Sehingga istilah moderat tidak dikuasai salah satu pihak dominan.

Yang penting, tepikan dimensi politik dan politisasi baik dalam hal kekuasaan dan agama.

(Lewat keterangannya saat press gathering PP Muhammadiyah bersama pimpinan redaksi media cetak dan elektronik nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu)

Berita Terbaru

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Sejak Tahun 2022, Puan Maharani Umumkan Ketum DPP PDIP Megawati Baru akan Hadir jika PDIP Gelar Acara-acara Besar dan Penting. Puan Akui Megawati Tugaskannya…

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan 'kebakaran' saat pembukaan perdagangan pekan depan pada Senin esok (2/2). Menurut…

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil di luar negeri, mulai diusut. Komisi Pemberantasan Korupsi…

Orang-orang Curang

Orang-orang Curang

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menurut Alkitab, orang-orang yang curang adalah mereka yang melakukan ketidakjujuran dalam berdagang (menggunakan timbangan…

Dunia Keuangan Indonesia Berguncang

Dunia Keuangan Indonesia Berguncang

Minggu, 01 Feb 2026 20:01 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pengunduran massal, mulai dari Direktur BEI hingga Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar beserta wakilnya, secara mendadak,…

Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Aktivasi Ruang Publik

Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Aktivasi Ruang Publik

Minggu, 01 Feb 2026 18:40 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menghidupkan ruang publik sebagai panggung ekspresi seni dan budaya. Melalui Surat…