DBD di Kota Pasuruan Tembus 251 Kasus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung kantor Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.
Gedung kantor Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan – Warga Kota Pasuruan harus waspada terhadap ancaman wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Lebih-lebih musim hujan sudah tiba. Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf meminta seluruh instansi bergerak memaksimalkan pencegahan penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Wali kota telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan dan pengendalian DBD. Berdasar data yang dihimpun Radar Bromo, terdapat peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Pada 2020, di Kota Pasuruan tercatat sebanyak 90 kasus DBD. Pada 2021, angkanya meningkat menjadi 105 kasus.

Data terbaru menyebutkan, sepanjang 2022 ini, setidaknya sudah ada 251 kasus DBD hingga September. Angka kematian atau case fatality rate mencapai 1,6 persen. Angka kematian tersebut lebih besar daripada angka kematian rata-rata di Jawa Timur, 1,3 persen.

”Maka, perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian kasus DBD sebelum masa penularan,” kata Gus Ipul, sapaan Wali Kota Saifullah Yusuf.

Dia mengimbau masyarakat agar mewaspadai ancaman penyakit yang biasanya mengikuti musim hujan itu agar jumlahnya bisa ditekan. Menurut Gus Ipul, upaya pencegahan dan pengendalian perlu dilakukan semua pihak. Salah satunya, menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M plus. Yaitu, menguras, menutup tempat-tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang memiliki risiko menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

”Kami sudah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah agar punya perhatian lebih dalam pengendalian kasus ini. Mulai kepala perangkat daerah, camat, hingga lurah,” ujarnya.

Seluruh instansi pemerintah diwajibkan melakukan kerja bakti secara rutin minimal dua kali dalam sepekan. Melibatkan semua PNS, siswa, santri, hingga masyarakat umum.

Di samping itu, kepala puskesmas se-Kota Pasuruan juga diperintahkan untuk melakukan abatisasi selektif di tempat penampungan air (TPA) dan tempat non-TPA yang berpotensi menjadi tempat perindukan jentik nyamuk Aedes Aegypti. ris

Berita Terbaru

Thom Haye Curhat Diteror

Thom Haye Curhat Diteror

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Digaji Persib Rp 750 Juta per Bulan      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Thom Haye curhat di media sosial, usai membantu Persib Bandung mengalahkan Persija Ja…

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Mata Uang Rial Iran Turun 40 Persen Dorong Inflasi Harga Pangan hingga 70 Persen    SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Militer Iran menegaskan bakal membela k…

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat Secara Serentak di Banjarbaru, Kalsel      SURABAYAPAGI.COM, Banjarbaru - Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat …

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengklaim harga beras di lapangan tetap stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi…

Direktur Jenderal Pajak Malu

Direktur Jenderal Pajak Malu

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dampak tiga Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara ditangkap oleh KPK, langsung menampar Direktorat Jenderal…

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Eksepsi terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Ditolak     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat meminta jaksa m…