PDPI: Perokok Berisiko Lebih Tinggi Alami Pneumonia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan merokok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya pneumonia. Pneumonia merupakan suatu peradangan akut parenkim paru yang dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, virus, jamur dan juga parasit.

"Perokok memiliki risiko 2,17 kali lebih tinggi untuk mengalami pneumonia komunitas dibandingkan populasi tidak merokok," ujar Tjandra.

"Individu usia ≥ 65 tahun dan perokok pasien memiliki risiko infeksi pneumonia komunitas 64 persen dibandingkan populasi umum. Semua pihak perlu memberi perhatian penting agar pneumonia dapat kita kendalikan dengan lebih baik," sambungnya.

Pada umumnya penyakit ini dibagi menjadi dua kelompok besar, pertama pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia/CAP). Kedua, pneumonia didapat di rumah sakit (hospital-acquired pneumonia/HAP).

"Ada juga yang menambahkan kelompok tiga pneumonia terkait ventilator (ventilator-associated pneumonia)," ujarnya .

Pneumonia secara global merupakan penyebab kematian dan kesakitan utama. Selain menyebabkan beban kesehatan yang besar, pneumonia juga menimbulkan beban ekonomi yang signifikan dari biaya rawat inap dan pengobatan yang diperlukan.

Kejadiannya cenderung lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 55 tahun ke atas. Informasi dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menunjukkan bahwa saat ini juga terjadi perubahan dominansi penyebab pneumonia komunitas.

"Tadinya S pneumoniae (pneumokokus) merupakan penyebab 90-95 persen kasus," ungkapnya.

Angka ini semakin berkurang seiring meningkatnya penggunaan antibiotik dan vaksinasi pneumokokus, hingga menjadi berkisar antara 5-15 persen pada beberapa studi terbaru di Amerika Serikat dan sebesar 20-25 persen dari data studi di benua Eropa. Penyebab terbanyak pneumonia komunitas lainnya adalah Haemophilus influenzae (7 persen), Staphylococcus aureus (4 persen), Klebsiella pneumoniae (6 persen), Bakteri Gram Negatif lain (4 persen), Mycoplasma pneumoniae (8persen), Chlamydophila pneumoniae (7 persen), Legionella spp. (3 persen), dan virus (10 persen).

Untuk pneumonia di rumah sakit, pada tahun 2020-2021 berdasarkan data dari 8 Rumah sakit besar di Indonesia, telah terjadi pergeseran pola resistensi kuman yang didapat pada sampel sputum dari bakteri gram positif menjadi bakteri gram negatif seperti pseudomonas aeruginosa, Acinetobacter baumannii, dan bakteri enterik gram negatif.

Salah satu aspek penting pencegahan pneumonia adalah dengan vaksinasi, khususnya pada kelompok rentan seperti lansia dan mereka yang dengan komorbid. Terdapat beberapa vaksin untuk mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan dan paru diantaranya adalah vaksin influenza, vaksin pneumokokus, dan vaksin Covid-19.hlt/mrk

Berita Terbaru

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya transparansi, ketertiban administrasi…

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelestarian budaya tradisional terus dilakukan DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 gratis dalam…

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya menekan risiko penularan, mengingat kontak erat memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar bakteri Tuberkulosis (TBC),…

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti adanya rencana kegiatan edukatif “Aksi Mewarnai Gambar Batik Pring Sedapur Anak RA/TK se-Kabupaten Magetan”, Pem…