Cegah Peredaran Rokok Ilegal Melalui Pintu Pelabuhan Gresik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadis Pol PP Suprapto dan Kepala Bea dan Cukai Gresik Wahjudi Andrijanto saat menggelar sosialisasi dana bagi hasil cukai di kawasan Pelabuhan Gresik. SP/Grs
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadis Pol PP Suprapto dan Kepala Bea dan Cukai Gresik Wahjudi Andrijanto saat menggelar sosialisasi dana bagi hasil cukai di kawasan Pelabuhan Gresik. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Rencana pemerintah untuk menaikkan cukai rokok tahun depan bakal memicu maraknya peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat. Untuk itu pemerintah daerah perlu melakukan sosialisasi mengenai pencegahan beredarnya rokok tanpa cukai atau menggunakan cukai palsu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran forkopimda setempat mengawali kegiatan sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal di pintu masuk ke Gresik lewat laut, yakni di kawasan Pelabuhan Gresik pada Selasa (1511).

Menurut Gus Yani, panggilan akrab Bupati Gresik, peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat sangat merugikan negara karena produsennya tidak menyetor pajak dalam bentuk cukai.

Itu disampaikan bupati di depan 250 pedagang kelontong sekitar kawasan pelabuhan saat sosialisasi dana hasil cukai dan barang kena cukai ilegal.

"Wilayah Kabupaten Gresik harus bebas dari peredaran rokok ilegal. Karena rokok ilegal tidak membayar cukai kepada negara. Padahal dana bagi hasil cukai ini adalah salah satu tulang punggung anggaran kita," katanya.

Gus Yani mengatakan, dana bagi hasil cukai nantinya akan digunakan di berbagai sektor. Mulai dari pembangunan rumah sakit baru dan pemberdayaan masyarakat lewat beberapa dinas terkait.

 

Menurut Gus Yani, sosialisasi ini juga menjadi upaya mencegah Pelabuhan Gresik digunakan sebagai lokasi penyebaran rokok ilegal.

"Mudah-mudahan di pelabuhan ini tidak ada jalur perdagangan rokok ilegal. Sekali lagi karena hal ini merugikan kita," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Gresik Suprapto menyatakan pihaknya akan gencar memberikan sosialisasi kepada warga untuk tidak menjual dan membeli rokok tanpa cukai. “Semua itu atas dasar Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2022,” paparnya.

Sedang Kepala Kantor Bea dan Cukai Gresik Wahjudi Andrijanto menambahkan, ciri-ciri rokok ilegal adalah tanpa cukai, cukai palsu, bekas, berbeda atau merek tidak ada.

Dengan demikian, Wahjudi mengajak untuk seluruh warga Gresik terutama yang memiliki toko kelontong, agar bersama-sama memerangi rokok ilegal. Apabila warga menemui rokok dengan ciri yang disebutkan tadi, dapat langsung menghubungi Kantor Bea dan Cukai Gresik.

"Saya minta kerjasamanya untuk bisa memberantas rokok ilegal di wilayah Gresik ini. Bisa langsung menghubungi call center bea cukai, atau langsung mampir ke kantor kami." katanya.

Nantinya rokok ilegal yang sudah ditemukan akan diproses sesuai ketentuan, dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Ada proses hukum bagi warga yang kedapatan menyebarkan rokok ilegal. Pasal 55 huruf (b) UU nomor 39 Tahun 2007. Ancamannya, pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 8 tahun. Serta pidana denda paling sedikit 10 kali nilai cukai. Kemudian paling banyak 20 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” tutupnya.

Berita Terbaru

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura   ‎

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura  ‎

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) yang tergabung dalam Konfederasi Barisan Buruh Indonesia (KBBI) menyuarakan sejumlah tuntutan dal…

Peringatan Hari Buruh 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Peringatan Hari Buruh 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 11:04 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pekerja, pengusaha, dan pemerintah memperkuat kolaborasi dalam mendorong k…

Dari Sidang Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Minta Bangun Asrama Santri yang Dilaporkan Gedung TPQ

Dari Sidang Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Minta Bangun Asrama Santri yang Dilaporkan Gedung TPQ

Jumat, 01 Mei 2026 10:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGi.com, Gresik - Pengadilan Tipikor Surabaya mulai menyidangkan materiil perkara dugaan korupsi dana hibah Rp400 juta dari Pemprov Jatim tahun…

Bocah 5 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Rumah Sakit Hermina Madiun, Nyawa Tak Tertolong

Bocah 5 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Rumah Sakit Hermina Madiun, Nyawa Tak Tertolong

Jumat, 01 Mei 2026 07:30 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun, Rabu (29/4/2026) siang. Seorang bocah berinisial IZ (sekitar 5 tahun)…