Harga Beras Naik, Pedagang Beras Sepi Pembeli

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 17 Nov 2022 18:48 WIB

Harga Beras Naik, Pedagang Beras Sepi Pembeli

i

Salah satu kios pedagang beras di Pasar Kendung. SP/ANDRI

SURABAYAPAGI, Surabaya - Harga pangan di Kota Surabaya mayoritas terpantau stabil, Kamis (17/11/22). Namun, harga cenderung naik bagi beberapa komoditas seperti beras, tepung terigu, daging ayam dan sapi, serta bawang merah.

Untuk beras jenis premium terpantau naik Rp 100, sedangkan untuk jenis medium stabil dengan angka Rp 10.900 per Kg. Kenaikan harga beras ini membuat pedagang beras merasa kaget dikarenakan terjadinya pandemi dan harga BBM naik, harga beras meningkat drastis.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Resmikan 153 Pustu ILP

Salah satu wanita pedagang beras di Pasar Kendung, Bagas merasakan imbas dari kenaikan beras. “Jangan remehkan naiknya harga beras yang cuma 100 rupiah atau 200 rupiah ya, dalam minggu ini dari awal naik sekitar Rp 1.200, saya ambil beras langsung dari beberapa pabrik langsung sekitar 4 pabrikan,”jelasnya, Kamis (17/11/22).

Tak hanya menjual beras, Bagas juga menjual bahan pokok lainnya seperti sula, minyak goreng, tepung terigu dan Telur, ’’ Untuk minyak goreng pun meroket harganya karena mengikuti dollar,’’imbuhnya.

Baca Juga: Libur Idul Adha 1445 H: 21 Ribu Penumpang Berangkat dari Stasiun Daop 8 Surabaya

Ia merasakan pembeli sangat sepi, di awal bulan pembeli biasanya berdatangan akan tetapi untuk awal bulan kemarin sepi, hanya hari minggu saja kemarin pembeli agak ramai.

“Kadang-kadang liat tanggal atau sewaktu hujan pembeli rame dikarenakan buat stock di rumah,” ujarnya.

Baca Juga: Sheraton Surabaya Hotel & Towers Rampungkan Renovasi Grand Ballroom: Siap Jadi Destinasi Utama MICE

Kenaikan ini membuatnya berspekulasi dikarenakan tidak adanya stok beras di pabrik dan menurut beliau dikarenakan tidak boleh impor beras lagi untuk itu membuat banyak pedagang rebutan untuk membeli beras dari pabrik.

“Harapan saya ramai lagi, apa-apa diturunkan lagi, tapi percuma mas kalau diturunkan ekonomi masyarakat masih dibawah standar, kalau gaji ditingkatkan lagi, perputaran yang dari atas harus didongkrak dan yang bawah pasti akan mengikuti, orang-orang suruh kerja semua, gaji yang banyak pasti banyak yang memborong,” pungkasnya.dri

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU