Belasan Ribu Guru di Surabaya Bergaji di Bawah UMR, Reni Astuti akan Perjuangkan Kesejahteraan Guru Lewat APBD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya, Reni Astuti  saat memberikan penjelasan terkait nasib guru di Surabaya kepada wartawan di ruang kerjanya. 
Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya, Reni Astuti  saat memberikan penjelasan terkait nasib guru di Surabaya kepada wartawan di ruang kerjanya. 

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Guru merupakan sosok pahlawan tanpa tanda jasa, karena besarnya jasa seorang guru dalam mencerdaskan generasi muda bangsa. Mereka menjalankan tugasnya dengan tulus dan ikhlas tanpa pamrih. Sudah seharusnya guru mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah dan mendapatkan gaji yang layak.

Di Surabaya ada belasan ribu guru yang gajinya jauh dibawah UMR (Upah Minimum Kota/Kabupaten). Nasib belasan ribu guru SD (Sekolah Dasar) maupun SMP(Sekolah Menengah Pertama)  non PNS di Surabaya masih membutuhkan sentuhan kesejahteraan dari Pemerintah Surabaya.

Dalam momentum peringatan Hari Guru Nasional sebagai bentuk pengabdian kepada guru,  Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya, Reni Astuti akan memperjuangkan nasib para guru untuk lebih sejahtera. Lewat APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Surabaya 2023 sebesar Rp 11,2 triliun diharapkan mampu memberikan perubahan pada nasib guru non PNS di Surabaya.

Reni Astuti menceritakan, dilapangan dirinya banyak menemukan guru SD swasta di Surabaya yang gajinya hanya Rp 700 ribu per bulan, bahkan ada juga guru yang bergaji Rp 500 ribu per bulan.

"Masih banyak guru di Surabaya yang gajinya jauh dibawah UMR atau UMK. Saya banyak temui itu. Jadi ini perlu dipikirkan solusi, termasuk  memasukkannya dalam APBD 2023 yang kemarin belum masuk,"kata Reni Astuti saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/11).

Reni akan memperjuangkan kesejahteraan guru non PNS dari SD/SMP negeri maupun swasta se-Surabaya yang mencapai 13.529 orang. Bahkan tahun 2023 dimungkinkan untuk dimasukkan dalam PAK APBD. Sehingga saat ini perlu dilakukan kajian secara mendalam dengan semangat kesejahteraan guru dengan anggaran Surabaya yang mampu untuk diberikan untuk mengaji bagi semua guru SD/SMP negeri maupun swasta se-Surabaya. "Pertengahan 2023 bisa direalisasikan. Perangkat Perwali dan kebijakan anggaran bisa mulai dipersiapkan,"terangnya.

Saat ini guru di Surabaya juga mempunyai tanggung jawab yang berlipat. Mereka dituntut untuk mengajar pendidikan karakter. Dan harus lebih humanis dalam memberikan pembelajaran di kelas. Tak hanya itu, menurut Reni, masih ada juga satu guru yang masih banyak mengajar. Termasuk menjadi wali kelas. Kekurangan guru memang terjadi di Surabaya. Bahkan mereka yang sudah masuk melalui test Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sejumlah 1513 akan disalurkan di bulan April 2023.

"Persoalan guru paling utama selain kekurangan guru juga kesejahteraan mereka yang kurang. Kekurangan guru di Surabaya karena pensiun tidak segera diisi PPPK. Baru April," jelas Reni.

Namun kesejahteraan menjadi problem klasik yang harus dicarikan solusi. Sekiranya perlu mendata detail seluruh guru Non PNS. Mereka bisa membuat profil utuh menyangkut kemampuan, keahlian, hingga pendapatan mereka. Sebab ada guru yang dibela-belani ngelesi.

Meski demikian Reni yang ditugaskan untuk calon DPR pusat ini tak ingin membandingkan kenaikan sejumlah insentif yang sudah masuk dalam APBD 2023. Seperti kenaikan insentif RT/RW, mudin, Kader Surabaya Hebat (KSH), bunda PAUD.

"Bukan membandingkan dengan kenaikan insentif yang sudah ada. Tapi dengan hari guru ini perlu menjadi perhatian pemkot untuk memuliakan guru. Sedangkan siswa bentuk perhatiannya menghormati guru. Jadi sudah sesuai porsinya,"ujar Reni.

Jika membandingkan dengan daerah lain, Surabaya memang lebih baik dalam hal memberikan tunjangan. Pemkot sudah memberikan tunjangan tambahan penghasilan (TTP) sebesar Rp 1 juta perbulan. Selain itu guru non PNS juga sudah mendapat Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) dari pusat.

Namun menurut Reni, untuk mendapatkan TTP ada kriteria yang banyak. Sehingga tidak semua berhak mendapatkannya. "Kriterianya banyak. Sehingga gaji di bawah UMR tidak semua dapat tambahan TTP Rp 1 juta maupun TPP," katanya.

Meskipun dapat jika gajinya 700 ribu/bulan masih jauh dari UMR di Surabaya tahun ini mencapai Rp 4.375.479, jika mengacu pada kenaikan UMR tiap tahunnya, tahun depan UMR Surabaya ada kenaikan. Alq

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…