Jarang Cuci Sprei Bisa Kena Alergi Hingga Kondisi ''Mematikan''

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Tidak jarang orang mengabaikan penggantian seprai secara rutin. Sebagian orang menganggap seprai tetap bersih karena hanya dipakai tidur.

Sepertiga orang Inggris mencuci alas tempat tidur mereka hanya sekali dalam setahun, menurut survei tahun 2020 oleh Hammond Furniture. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa matras membutuhkan waktu yang singkat untuk menjadi sumber patogen, bahkan saat ditutup dengan seprai.

Menurut para ahli, ini dapat menyebabkan beberapa kondisi "mematikan". Meskipun penggantian seprai bisa dianggap sepele, namun hal itu justru membahayakan kesehatan. Beberapa penelitian mengaitkan tempat tidur yang kotor dengan perkembangan penyakit parah seperti pneumonia, radang usus buntu, dan gonore.

Menurut pakar tidur di Bed Kingdom, tubuh mengeluarkan cairan dan minyak setiap malam saat tidur berbarengan dengan ribuan sel kulit mati. Hal itu bisa memancing kemunculan tungau debu yang kemudian mengeluarkan kotoran dan biasanya berhubungan dengan alergi, asma, rhinitis, serta eksim.

Inilah sebabnya beberapa orang yang punya riwayat tertentu, seperti asma, sering kali membutuhkan pembersihan tempat tidur dan pencucian seprai lebih intens.

"Mengganti seprai setiap hari dianjurkan bagi orang yang sakit," jelas Bed Kingdom, seperti dikutip dari laman Express.co.uk.

Bed Kingdom menyebut bahwa kotoran dan tungau debu dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah pada beberapa orang. Gejalanya mungkin termasuk batuk, bersin, ruam kulit, mata gatal, dan hidung meler. Tungau debu juga merupakan pemicu yang sangat umum bagi penderita asma.

Dokter kulit Cleveland Clinic, Alok Via, menjelaskan bahwa organisme bakteri di tubuh lebih banyak daripada sel kita sendiri. Ketika membiarkan sel-sel kulit mati di seprai, bakteri itu dapat berkembang biak.

Selain iritasi, penularan infeksi juga terbukti dapat terjadi melalui seprai yang kotor. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang lebih berbahaya karena lebih menular dibandingkan jenis lainnya.

Ini juga terkait erat dengan kondisi kesehatan yang parah seperti pneumonia. Radang usus buntu juga berisiko ketika bakteri atau parasit masuk ke saluran pencernaan.

Hal itu bisa terjadi ketika tabung yang menghubungkan usus besar dan usus buntu tersumbat atau terperangkap oleh tinja, menurut Johns Hopkins Medicine. Jika usus buntu pecah, itu dapat menyebabkan "infeksi serius dan mematikan".

Agar seprai tidak menjadi sarana penularan, para ahli di Bed Kingdom merekomendasikan untuk mengalokasikan waktu mencucinya setidaknya sekali dalam sepekan. Seorang juru bicara Bed Kingdom mengatakan bahwa mencuci seprei dapat dianggap merepotkan.

Seperti halnya tugas apa pun, mudah untuk menunda-nunda dan membiarkannya sampai menit terakhir. Akan tetapi, efek potensial pada kesehatan adalah alasan yang bagus untuk mendedikasikan waktu.

Disarankan konsisten pada jadwal membersihkan tempat tidur di pagi hari untuk menjaga sekaligus merasakan seprai bersih saat naik ke tempat tidur lagi. Mengeringkan seprai di bawah sinar matahari bisa membantu membunuh kuman.hlt/tdr

Berita Terbaru

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi perdagangan buah impor yang menjerat Dimas Helmi Achmad …

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kabupaten Madiun meminta Pemkab Madiun tidak menjadikan masyarakat sebagai tumpuan utama untuk mendongkrak Pendapatan Asli D…

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Seorang warga Kabupaten Ponorogo melaporkan kehilangan sepeda motor setelah menghadiri konser JOSJIS Fest 2026 di Stadion Batoro…

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga sekitar Sekolahan SDN Malirsn 3 Kecamatan Ponggok Kab.Blitar di kejutkan suara benturan keras dari depan SDN Maliran, setelah…

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 , Desa Kalipecabean kecamatan Candi menggelar acara…

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menghadapi perubahan zaman. Melalui…