Dokter: Penularan HIV pada Anak Melalui ASI Lebih Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dokter spesialis anak dari RSAB Harapan Kita dr Dwinanda Aidina, SpA(K) mengatakan bahwa transmisi atau penularan HIV ke anak melalui cairan ASI diperkirakan memiliki risiko lebih tinggi. Risiko tersebut lebih tinggi dibanding cara penularan melalui kehamilan dan persalinan.

"Justru kalau dari data, (penularan melalui) ASI ini paling tinggi (risikonya). Kalau dari data, dari kehamilan itu sekitar 5-10 persen, dari melahirkan 10-15 persen. Kalau dari menyusui itu lebih tinggi, 15-20 persen," kata Dwinanda, dalam bincang virtual Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Jumat (2/12).

Dia menambahkan risiko penularan semakin meningkat menjadi 30-40 persen apabila ibu dengan virus perusak sistem kekebalan tubuh atau HIV tidak menjalani pengobatan ARV selama kehamilan, ditambah melahirkan melalui pervaginam, serta rutin memberikan ASI kepada bayi terutama dalam jangka panjang.

Mengingat hal tersebut, Dwinanda mengatakan ibu dengan HIV disarankan untuk tidak memberikan ASI dan sebagai gantinya dapat memberikan PASI (pengganti air susu ibu) dalam bentuk susu formula. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya zero risk transmission atau nol infeksi baru.

Dalam kasus tertentu, pemberian ASI masih dibolehkan tetapi harus memenuhi syarat. Yaitu ibu harus dalam kondisi virus yang sudah tidak terdeteksi dalam darah dan yakin bisa memberikan ASI secara eksklusif dan tidak diperkenankan mix feeding.

Meski begitu, dia mengingatkan meskipun virus HIV pada ibu sudah tak terdeteksi dalam darah, kondisi tersebut juga tidak menjamin bahwa virus HIV tidak ada di dalam ASI. Oleh sebab itu, ibu dengan HIV diminta untuk mempertimbangkannya dengan baik. Pertimbangkan pula risiko transmisi seandainya terjadi perlukaan saat menyusui dan mengeluarkan darah.

"Memang, sih, ASI yang terbaik, ya. Tapi kita juga melihat pada masing-masing individu. Lihat risikonya, baik buruknya, atau benefit and risk-nya antara ASI dan susu formula. Jadi harus didiskusikan lagi sama ibunya," ujar Dwianda.

Dia memastikan bahwa pemberian PASI atau susu formula tidak akan mengganggu tumbuh kembang anak selama pemberiannya disesuaikan dengan indikasi, perkembangan, dan berat badan pada anak. Meski begitu, terdapat sejumlah kekurangan pada PASI karena tidak seratus persen sama seperti ASI seperti anak kemungkinan tidak memiliki antibodi dari ibunya.

"Kekurangannya mungkin di susu formula agak harus benar-benar menyiapkannya dengan steril karena harus diseduh air panas, botolnya harus steril, itu mungkin yang agak membuat repot. Jadi harus diperhatikan juga penyiapannya," imbuh dia.

Untuk meningkatkan upaya pencegahan transmisi dari ibu dengan HIV, Dwianda menambahkan bahwa bayi yang baru lahir akan diberikan obat antiretroviral (ARV) jenis zidovudin atau kombinasi dengan ARV lain seperti nevirapine apabila ibu tetap memilih untuk memberikan ASI. Dia menjelaskan obat pencegahan tersebut diberikan selama 6 minggu, kemudian setelahnya diganti dengan pemberian profilaksis kotrimoksazol. Dalam perjalanan pemberian obat, bayi harus terus dievaluasi tumbuh-kembangnya serta tetap dilakukan skrining atau tes HIV.hlt/asi

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…